<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352</id><updated>2011-10-09T07:47:39.411+07:00</updated><category term='YEPE'/><category term='Sejarah Komunikasi Visual'/><category term='bumi'/><category term='Adventure'/><category term='Encompass'/><category term='Fotografi'/><title type='text'>worksmartnothard</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-2823057284705291554</id><published>2009-10-09T06:21:00.004+07:00</published><updated>2009-10-09T06:52:55.213+07:00</updated><title type='text'>10 TIP DALAM KESELAMATAN GEMPA BUMI</title><content type='html'>Oleh Doug Copp&lt;br /&gt;Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://luminousreload.files.wordpress.com/2009/09/banguban-hancur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 405px; height: 268px;" src="http://luminousreload.files.wordpress.com/2009/09/banguban-hancur.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur.&lt;br /&gt;Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.&lt;br /&gt;Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.&lt;br /&gt;Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka &amp;amp; meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Doug Copp&lt;br /&gt;Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGALAMAN&lt;br /&gt;Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERCOBAAN&lt;br /&gt;Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".&lt;br /&gt;Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%. Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA&lt;br /&gt;Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.&lt;br /&gt;Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI SEGITIGA KEHIDUPAN&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.chula-alumni.com/scripts/my_documents/my_pictures/39F_04352_002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 165px;" src="http://www.chula-alumni.com/scripts/my_documents/my_pictures/39F_04352_002.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMATI&lt;br /&gt;Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.&lt;br /&gt;Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAPKAN JIKA TERJADI GEMPA DI DEKATMU..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunting Oleh : Eiger Holic Adventure Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-2823057284705291554?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/2823057284705291554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=2823057284705291554' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2823057284705291554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2823057284705291554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/10/10-tip-dalam-keselamatan-gempa-bumi.html' title='10 TIP DALAM KESELAMATAN GEMPA BUMI'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-5027788534811944408</id><published>2009-09-29T14:55:00.005+07:00</published><updated>2009-09-30T10:42:43.516+07:00</updated><title type='text'>Hani in Chang[e] Caravan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SsG_aNShXBI/AAAAAAAAABg/FSZm_EAb46A/s1600-h/8233_144276731995_733566995_3119493_5225298_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SsG_aNShXBI/AAAAAAAAABg/FSZm_EAb46A/s320/8233_144276731995_733566995_3119493_5225298_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386797086276672530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;English below Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari Greenpeace University (GPU), Aku dan Lalit berkesempatan untuk bergabung dengan Chang[e] Caravan Project di Thailand. Selama mengikuti GPU kami mendapatkan banyak hal tentang membangun kampanye, namun kami belum banyak bersentuhan dengan alam. Walaupun hanya 3 hari diakhir perjalanan karavan, kami merasa berutung telah menjadi bagian dari Chang[e] Caravan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, Chang[e] Caravan telah berusaha meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim, pengaruhnya dan keharusan untuk bersiap siaga, beradaptasi dan mitigasi. Perubahan (Chang[e]) yang Greenpeace inginkan adalah adalah aksi dan dana untuk melindungi hutan, untuk iklim, untuk keanekaragaman hayati dan untuk komunitas disekitar hutan. Gajah yang mana secara kebudayaan sangat berharga bagi warga Thailand, yang juga merupakan spesies yang besar terkena dampak dari perubahan lingkungan, melalui karavan ini, merupakan kendaraan publik untuk menyampaikan pesan perubahan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami berada di Ancien Siam, salah satu tempat wisata budaya dan sejarah yang yang merepresentasaikan sejarah, sebudayaan, kepercayaan dan seni Thailand dalam keunikan arsitektur dan seni, yang menjadi tempat pemberhentian terakhir perjalanan panjang Chang[e] Caravan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pertama kami membantu tim public outreach untuk persiapan acara pada keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua kami berpartisipasi dalam longmarch melintasi Ancient Siam bersama gajah-gajah, keseluhan tim Chang[e] Caravan, murid-murid, pengunjung Ancient Siam, kemudian Dr. Alongkot Chukaew memberikan penjelasan mengenai gajah dan dampak perubahan iklim pada gajah serta mengajak murid-murid dan pengunjung berinteraksi secara langsung dengan gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga terdapat konferensi pers Greenpeace yang juga secara resmi menutup15 hari perjalanan Chang[e] Caravan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi dengan gajah-gajah dan tim Chang[e] Caravan membuat kami semakin paham, bukan hanya mengenai gajah dan perilaku mereka yang menggemaskan, tetapi juga bagaimana hewan-hewan tersebut, dan juga manusia, sangat terancam oleh dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayo bertindak sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;check the complete Greenpeace blog!&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia: &lt;a href="http://blog.greenpeace.or.id/"&gt;http://blog.greenpeace.or.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;English: &lt;a href="http://greenpeacesoutheastasia.wordpress.com/"&gt;http://greenpeacesoutheastasia.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://greenpeacesoutheastasia.wordpress.com/category/stop-climate-change/change-caravan-stop-climate-change/"&gt;http://greenpeacesoutheastasia.wordpress.com/category/stop-climate-change/change-caravan-stop-climate-change/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://greenpeacesoutheastasia.wordpress.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After graduated from Greenpeace University (GPU) graduates in Southeast Asia, me and Lalit has been given the opportunity to join the Chang[e] Caravan project in Thailand. As recent graduates of GPU, we learned a lot of things about constructing a campaign, yet we did not get the chance to be involved with nature. Even though our participation with the Chang[e] Caravan was limited to 3 days, we felt very fortunate to be part of the series of activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Chang(e) Caravan seeks to increase the level of awareness regarding climate change, its impacts and the necessity to be alert, adapt and mitigate. The changes that Greenpeace demands are actions and funds in protecting forests, the communities surrounding them, climate and biodiversity. Chang is Thai for elephant—which in terms of history and culture is an icon to the Thais—is one of the species that will be greatly affected by climate change. And the caravan is the best way to deliver the message to society throughout Thailand concerning climate change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Currently we are camping out at Ancient Siam, one of the famous tourist centers in Thailand representing all of Thailand’s history, culture, religion through very unique architectural and art objects. This location is the last stop for the Chang(e) Caravan journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On our first day, we helped the public outreach team with logistics needed for the activity scheduled the next day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For day 2, we participated in a long march around Ancient Siam together with the elephants, Chang(e) Caravan team, students and visitors. Dr. Alongkot Chukaew, the director of Thai Elephant Research and Conservation Fund (TERF) animatedly explained some facts about the elephants to the students and how climate change affects them. He was very good with the children and even asked them to interact with the elephants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the third day, there was a press conference that symbolized the closing of the 15-day journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interacting with the elephants and the Chang(e) Caravan team made us understand not only the elephants and their behavior, but also how animals and human beings are threatened by climate change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So let’s do some action now!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-5027788534811944408?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/5027788534811944408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=5027788534811944408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/5027788534811944408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/5027788534811944408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/09/hani-di-change-caravan.html' title='Hani in Chang[e] Caravan'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SsG_aNShXBI/AAAAAAAAABg/FSZm_EAb46A/s72-c/8233_144276731995_733566995_3119493_5225298_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-2789149349658507804</id><published>2009-05-21T06:59:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T07:13:47.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi'/><title type='text'>Solar Energy Charity: Helping Poverty Though the Provision of Solar Energy . Join Us!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imagine a world where everyone has access to affordable, clean, renewable power.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;About SolarAid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Power to the people&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Two of the biggest threats facing humanity today are climate change and global poverty. SolarAid helps to combat both, simply by bringing clean, renewable power to the poorest people in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fighting poverty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Right now, two billion people have no access to electricity. They rely on burning fuels such as kerosene and wood for light and heat, which is highly toxic and expensive. Having solar power improves people's health, income and education. That's because solar power can enable poor people to cook food, pump clean water, run fridges, light homes, schools and hospitals, farm more effectively, and much more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fighting climate change&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Climate change is mainly due to the massive and continuing use of burning fossil fuels for energy. This has pumped vast amounts of greenhouse gases, primarily carbon dioxide, into the atmosphere. At the same time, we have destroyed vast tracts of forest, which has released billions of tonnes of carbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By replacing carbon-emitting products with solar power, and reducing our&lt;br /&gt;dependency on burning wood and fossil fuels we can alleviate global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fact:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The average kerosene lamp, used widely across the developing world, creates around a tonne of carbon over seven years. Replacing these lamps with solar lanterns will lead to significant reductions in carbon emissions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Our areas of work&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Education&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In rural Africa, many schools and homes do not have electric lighting. This means children cannot study after dark. We urgently need funds to bring solar-powered lanterns to homes. This will enable school children to complete assignments and continue their education beyond primary level. Electricity in schools will mean access to the web - and a world of learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Health&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Save lives with SolarAid&lt;br /&gt;A poor family in Africa burns around 55 litres of kerosene a year to light their home and are forced to cook food inside. Respiratory diseases caused by toxic smoke kill 1.6 million women and children each year. That's one death every 20 seconds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solar lanterns can replace kerosene, dramatically improving health. A solar cooker can be easily built from cardboard and waste reflective material, eliminating the need for indoor fires.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Livelihoods&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Help people earn an income and fight poverty&lt;br /&gt;SolarAid enables some of the poorest people in the world to make and sell solar-powered products. We need your help to provide raw materials, and train people in finance and marketing, so they can set up small businesses. This means they can earn a living, so they can afford to buy food and medicines and to send their children to school.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stuff we need&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SolarAid produces several products, which we need you to help us give to some of the world's poorest poorest. You'll see we need funds to produce solar lanterns, solar powered water pumps and much more. Each one can rapidly transform the lives of some of the poorest people in the world. We may also need equipment and supplies for our field offices from time to time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Support us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are so many different ways for you to help us fight poverty and climate change. Simply choose from the left-hand menu the way that suits you best.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SolarAid has also recently launched a virtual gift. For just £15 you will be helping us to reduce carbon emissions and continue lighting up the developing world. We will send you a thank you gift card to give to friends and family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Make a donation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two billion people in the world have no access to electricity. Solar power helps poor communities to change their lives, by enabling them to cook, pump water, store vaccines, light homes, irrigate crops and much more. Please make a donation today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://solar-aid.org"&gt;Donate to SolarAid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or donate to a particular project.&lt;br /&gt;Or buy a solar lantern.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-2789149349658507804?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/2789149349658507804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=2789149349658507804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2789149349658507804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2789149349658507804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/solar-energy-charity-helping-poverty.html' title='Solar Energy Charity: Helping Poverty Though the Provision of Solar Energy . Join Us!'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-5980412081473626964</id><published>2009-05-08T21:09:00.000+07:00</published><updated>2009-05-10T07:42:43.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fotografi'/><title type='text'>Adventure:  FOTOGRAFI DASAR</title><content type='html'>FOTOGRAFI DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografi berasal dari bahasa Latin, yaitu fotos yang berarti cahaya dan grafia yang berarti melukis/ menggambarkan sesuatu. Jadi fotografi berarti melukiskan atau menggabungkan suatu bentuk melalui media cahaya.&lt;br /&gt;Tujuan fotografi dalam kegiatan alam bebas dapat bervariasi, antara lain untuk hobi diri sendiri ataupun untuk dipertunjukkan pada orang lain, disamping itu fotografi dapat berfungsi untuk penelitian, penerangan, informasi, penemuan, pencacatan, dokumentasi, pegungkapan pribadi, hiburan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;KAMERA&lt;br /&gt;Komponen utama dalam fotografi adalah kamera. Kamera pada dasarnya adalah sebuah kotak yang dilengkapi berbagai macam fasilitas pendukung untuk menentukan hasil gambar. Kemajuan di bidang teknologi media rekam telah mendorong perkembangan bentuk dan jenis kamera, hal ini seperti yang tercatat dalam sejarah fotografi selama tahun 1880 hingga 1890-an yaitu banyak diproduksi berbagai macam jenis dan bentuk kamera sehingga digunakan untuk aneka bahan film, baik film potongan maupun film gulungan. Hingga saat ini telah ditemukan beragam jenis kamera, ada beberapa jenis kamera. Antara lain.&lt;br /&gt;Kamera instamatic atau kamera saku : kamera ini berukuran kecil sehingga dapat dimasukkan dalam saku. Kamera ini tidak memiliki pengaturan kecepatan rana dan diafragma.&lt;br /&gt;Kamera kompak : Berukuran lebih besar dari kamera instamatic, Kamera ini juga tidak memiliki pengaturan kecepatan rana dan diafragma. namun memiliki sistem drop in loading film, autorewinder, self eksposure dan double eksposure untuk memudahkan pemakaian.&lt;br /&gt;Kamera Single Lens Reflector (SLR) : Dari beberapa bentuk dan jenis kamera yang telah dibuat dan diproduksi, kamera jenis SLR merupakan produk unggulan yang mampu digunakan berbagai kegiatan karena kamera SLR memiliki pengaturan kecapatan rana, diafragma, fokus serta fitur-fitur lainnya. Oleh sebab itu, kamera jenis ini biasa digunakan oleh fotografer profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LENSA&lt;br /&gt;Lensa pada kamera diibaratkan mata manusia. Lensa kamera berfungsi untuk melihat sesuatu objek atau momen yang selanjutnya diterima otak dan dianalisis sehingga dapat menimbulkan ide gagasan atau gambar bayangan. Lensa kamera terdiri dari rangkaian komponen lensa-lensa yang berguna untuk menangkap momen atau objek dan selanjutnya hasil bayangan atau gambar cermin tersebut diterima plat film untuk direkam. Dari hasil rekaman plat film tersebut kemudian digunakan sebagai media reproduksi atau penggandaan gambar (fotografi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian ukuran lensa adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Ultrawide-angles (20mm and wider) : Lensa jenis ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk karya seni karena dapat menghasilkan gambar cermin secara keseluruhan objek. Kelemahan dengan lensa tersebut, pada sudut gambar terkesan lengkung (distorsi) karena dipengaruhi karakter kaca lensa. Untuk menghadirkan gambar space atau landscape penggunaan komponen lensa jenis ini sangat mendukung.&lt;br /&gt;Wide-angles (24-50mm) : tipe lensa jenis ini mempunyai kemampuan untuk menyajikan gambar yang luas. Dengan bukaan lensa atau memiliki cekungan kaca lensa antara 46°-70° mampu menghadirkan ketajaman gambar tanpa mengalami distorsi yang berarti &lt;br /&gt;Standard lenses (around 50mm) : sebagian besar kamera menggunakan lensa normal untuk menghasilkan gambar seperti apa adanya, yaitu mempunyai titik tengah 50mm atau tipe 35mm-70mm. &lt;br /&gt;Telephoto lenses (80-250mm) : telephoto lenses merupakan komponen lensa yang digunakan untuk menangkap objek jarak pandang yang jauh. Fasilitas komponen pada lensa jenis tersebut adalah mendekatkan objek.&lt;br /&gt;Super telephoto (250 and above) : komponen lensa jenis ini terdiri dari beberapa fasilitas yang tersusun dalam satu rangkaian. Secara teknis lensa jenis super telephoto dilakukan secara manual untuk membantu menyajikan hasil gambar. Jenis lensa tersebut sangat cocok untuk menghadirkan jarak pandang yang tidak terhingga jaraknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILM&lt;br /&gt;Film merupakan sarana untuk menyimpan data-data visual dan dapat digunakan sebagai media reproduksi gambar. Film untuk fotografi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu negative film dan slide. Film negatif bila digunakan untuk merekam dapat menghasilkan bayangan objek negatif yang selanjutnya dapat digunakan sebagai media reproduksi gambar (afdrug) sesuai dengan objek aslinya. Sedang film positif atau slide dapat menghasilkan gambar bayangan sesuai dengan objeknya dalam format film. Film positif sering digunakan untuk merekam objek dan selanjutnya diproses guna menghasilkan gambar positif yang berfungsi untuk ditayangkan melalui prasarana proyektor. &lt;br /&gt;Industri film fotografi telah menentukan nilai kepekaan dan kondisi film yang ditandai kode A S A (American standards Association), D I N (Deutsche Industrie Norm), I S O (International Standards Organization). Untuk jenis film yang diberi kode ASA dan ISO mempunyai persamaan nomor sehingga dapat digunakan secara umum. Masing-masing jenis film yang diberi kode ASA atau ISO dengan nomor tertentu mempunyai  nilai kepekaan  yang berbeda, nomer kecepatan film yang digandakan atau dikurangi akan menentukan hasil pemotretan. Maka perlu diperhatikan apabila berkeinginan untuk merekam suatu peristiwa atau menangkap momen tertentu, perhatikan cuaca, suasana, dan obyek yang akan direkam &lt;br /&gt;Slow 25-64 ISO : Kepekaan film ISO 25-64 dapat diklasifikasikan pada kelompok lambat, hal ini memberi gambaran secara terperinci untuk menghasilkan bayangan obyek sangat jelas /tajam. Sebab, seluruh butiran kecil dan kekontrasan memenuhi warna. Ukuran ISO 25-64 adalah ukuran kepekaan film yang sangat ideal untuk memotret bangunan, lukisan, atau merekam benda mati. Namun harus dihindari kondisi-kondisi pencahayaan sangat terang.&lt;br /&gt;Medium 100-200 ISO : Ukuran medium ISO 100-200 adalah klasifikasi kepekaan film yang paling popular karena sering digunakan untuk memotret dan apabila dicetak atau direproduksi gambar-gambar yang dihasilkan jelas dan tajam. Hal ini dikarenan butiran-butiran warna halus dengan komposisi warna yang sempurna sehingga hasil reproduksi nada warna sangat baik. Film dengan ukuran medium ISO 100-200 sangat ideal untuk merekam obyek dengan suasana musim panas atau di bawah sinar matahari, dan ketika memotret dapat mengantisipasi kondisi cahaya dengan baik.&lt;br /&gt;Fast 400 ISO : Ukuran film ISO 400 memiliki kepekaan cahaya yang baik, terutama untuk pengambilan obyek dengan kondisi mendung atau cahaya ringan. Penggunaan film ukuran ISO 400 sangat praktis karena mampu merekam obyek dalam cuaca kuran terang meskipun tanpa menggunakan lampu tambahan (flash). Kualitas hasil sangat tajam, lapisan peka cahaya sangat halus sehingga mampu menghasilkan komposisi warna meningkat secara dramatis. Dengan lapian peka cahaya yang sangat halus sangat memungkinkan sekali untuk memotret obyek yang kecil dengan suasana sedikit cahaya, atau  memotret dengan cahaya terang namun menggunakan diafragma bukaan sempit dan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAFRAGMA DAN KECEPATAN RANA&lt;br /&gt;Diafragma adalah pengatur besar kecilnya intensitas cahaya cahaya masuk ke kamera. Fungsi diafragma tidak jauh berbeda dengan fungsi pupil pada mata karena pada prinsip kerja kamera meniru mata manusia. Biasanya dilambangkan dengan  f. Besar bukaan diafragma dilambangkan dengan angka, semakin besar angka yang ditunjuk semakin kecil bukannya dan semakin sedikit cahaya yang masuk, begitu pula sebaliknya. Ukuran besar bukaan difragma, antara lain: f/4, f/ 5.6, f/8, f/11, f/16 dan f/22.&lt;br /&gt;Kecepatan rana adalah kecepatan daya tangkap (kecepatan buka-tutup rana) terhadap cahaya yang masuk dalam kamera. Semakin besar angka kecepatan rana, semakin cepat kecepatan buka-tutup rana, begitu pula sebaliknya. Kecepatan rana tinggi digunakan dalam pemotretan dengan cahaya yang kuat atau dibawah terik matahari, dan kecepatan rana rendah digunakan dalam pemotretan dengan cahaya yang minim atau pada malam hari. Ukuran kecepatan rana, antara lain: 1/2000,  1/1500, 1/1000, 1/750, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2 dan B (bulb).&lt;br /&gt;Besar bukaan difragma dan kecepatan rana saling mempengaruhi satu sama lain untuk mendapatkan hasil gambar yang tidak terlalu terang (over-exposure) maupun terlalu gelap (under-exposure). Pengaturan diafragma dan kecepatan juga sangat bergantung pada pengalaman fotografer dalam melihat pencahayaan sekitar obyek. Oleh sebab itu dibutuhkan latihan-latihan yang dapat mengasah kepekaan. Berikut adalah contoh pengaturan difragma dan kecepatan rana dengan standar ISO 200.&lt;br /&gt; Cuaca mendung : 1/60 - f/4&lt;br /&gt; Cuaca cerah  : 1/125 - f/5.6&lt;br /&gt; Cuaca terik  : 1/250 - f/11&lt;br /&gt; Malam hari  : 1/2 atau B - f/4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPOSISI PENGAMBILAN GAMBAR&lt;br /&gt;Ketika sedang mengambil gambar, usahakan jangan terpaku dengan sudut datar pengambilan gambar. Jelajahilah obyek dari berbagai macam sudut dan temukan sudut-sudut yang menarik untuk menghasilkan gambar yang menarik pula. &lt;br /&gt;Kecuali ingin melakukan pengambilan gambar dengan teknik siluet, usahakan menghindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Usahakan subyek foto menghadap sumber cahaya agar gambar yang di hasilkan cukup terang. &lt;br /&gt;Dalam komposisi pengambilan gambar, umumnya pandangan seseorang akan tertumpu pada obyek yang berada di tengah sehingga mudah terlihat kekurangannya, oleh sebab itu untuk mengecoh pandangan penikmat foto, dapat diubah penempatan posisi obyek. Berikut diagram komposisi pengambilan gambar yang dapat membantu menjadikan foto dengan komposisi yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTOGRAFI DIGITAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar antara fotografi digital dan fotografi analog terletak pada penggunaan film, dimana fotografi digital tidak menggunakan film. Foto digital murni adalah foto yang sejak pemotretan, pemrosesan hingga penyimpanan mnggunakan sarana digital, seperti kamera digital untuk pemotretan, disket / cd untuk media penyimpanan data dan program komputer untuk mengolah data, sampai sarana digital lain untuk outputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dan Kekurangan Fotografi Digital&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt; Hasil pemotretan dapat dilihat lebih cepat pada layar LCD di kamera digital.&lt;br /&gt; Dengan dukungan peralatan elektronik, karya foto dapat digunakan untuk pameran (display), penerbitan dan pengiriman foto jarak jauh (mamalui email) dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br /&gt; Relatif lebih murah karena tidak menggunakan film (bebas biaya cuci cetak).&lt;br /&gt; Mudah dalam pengoperasiannya.&lt;br /&gt; Lebih mudah diproses, dukungan komputerisasi dapat memberikan efek khusus, seperti penyesuaian kontras dan koreksi warna.&lt;br /&gt; Hasil yang permanen (tahan lama), karena foto digital tidak akan mengalami perubahan warna maupun ketajaman gambar. Berbeda dengan karya foto konvensional yang dapat berubahah warna (rusak) jika melewati masa kadaluarsanya.&lt;br /&gt; Ramah lingkungan, karena fotografi digital tidak menggunakan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan dalam pemrosesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt; Kamera digital dengan resolusi tinggi masih relatif mahal.&lt;br /&gt; Diperlukan komputer untuk melengkapi pengolahan image digital (menyunting, memperbaiki, memanipulasi, mencetak hingga mengirim email).&lt;br /&gt; Pemahaman spesifikasi peralatan, operasi komputer, tekhnologi scanner dan printer diperlukan agar image yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt; Pengoperasian kamera digital memerlukan baterai, selain baterai kamera digital cenderung lebih boros dibanding kamera konvensional.&lt;br /&gt; Jika ingin mencetak image, diperlukan printer kualitas foto dengan tinta dan kertas kualitas bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran Image dan Resolusi&lt;br /&gt;Pixel, berasal dari kata picture dan element yang dihubungkan dengan huruf x yang melambangkan koordinat cartesian. Setiap pixel dalam image dapat memeberikan juataan kemungkinan kombinasi warna sehingga dapat menyimulasikan warna.resolusi pixel berhunbungan dengan masalah dimensi suatu image, semakin besar pixel maka semakin besar dimensi imege yang diperoleh, dengan kata lain, kualitas image akan tetap terjaga (tidak pecah).&lt;br /&gt;Resolusi, resolusi image adalah jumlah pixel yang ditampilkan tiap unit dari panjang suatu image yang biasanya diukur dalam pixel tiap inch (ppi). Resolusi image dan ukuran pixel selalu berhubungan. Detai suatu image akan tergantung pada ukuran pixelnya dan resolusi image akan mengatur seberapa besar ruang untuk pixel yang ditampilkan. Resolusi image yang lebih tinggi umunya akan menghasilkan gambar yang lebih detail dan transisi warna yang lebih baik. Sebaliknya dengan resolusi rendah yang menyebabkan gambar pecah atau kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas pada Kamera Digital&lt;br /&gt;LCD&lt;br /&gt;LCD (Liquid Cristal display) merupakan sebuah layar monitor yang membantu fotografer melihat obyek yang kan difoto dan hasil rekaman gambar yang telah diambil. &lt;br /&gt;Interface USB&lt;br /&gt;Sebagian besar kamera digital telah dilengkapi interface USB untuk mentransfer data ke komputer.&lt;br /&gt;Video dan Auto Recoding&lt;br /&gt;Pada beberapa kamera digital terdapat fitur audio + auto recording untuk merekam gambar bergerak (video) dengan audio yang biasanya limited (dibatasi memory card).&lt;br /&gt;Zoom&lt;br /&gt;Kamera digital biasanya memiliki zoom digital, zoom optikal atau keduanya.&lt;br /&gt; Zoom optikal, merupakan zoom yang sebenarnya, memungkinkan untuk mengambil foto jarak jauh tanpa menurunkan kualitas gambar.&lt;br /&gt; Zoom digital, merupakan trik interpolasi atau pembesaran pixel yang dapat juga dilakukan menggunakan software penyunting foto. &lt;br /&gt;Dalam pemotretan lebih baik gunakanlan zoom optikal dan sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital karena penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan penurunan kualitas gambar sehingga gambar terlihat pecah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White Balance&lt;br /&gt;White balance merupakan fasilitas untuk mensiasati kendala pemoteretan di berbagai kondisi pencahayaan.&lt;br /&gt; Auto white balance, mengatur white balance secara otomatis untuk cahaya dengan suhu warna antara 4200 -70000 K.&lt;br /&gt; Florescent, memperbaiki warna obyek yang berada di bawah cahaya lampu neon. Suhu warna diperbaiki sampai kira-kira 45000 K.&lt;br /&gt; Incandescent, memperbaiki warna obyek yang berada di bawah cahaya lampu pijar. Suhu warna diperbaiki sampai kira-kira 30000 K.&lt;br /&gt; Sunny, memeperbaiki warna obyek yang berada di bawah sinar matahari langsung. Suhu warna diperbaiki sampai kira-kira 60000 K.&lt;br /&gt; Cloudy, memperbaiki warna obyek yang berada di bawah langit yang berawan. Suhu warna diperbaiki sampai kira-kira 7000-80000 K.&lt;br /&gt;Makro&lt;br /&gt;Fasilitas ini merupakan fasilitas untuk melakukan pemotretan dengan jarak yang sangat dekat dengan obyek. Beberapa kamera digital mempunyai kemampuan memotret makro hingga 1 cm bahakan kurang dari 1 cm (dengan obyek yang cukup pencahayaannya).&lt;br /&gt;Mode pemotretan&lt;br /&gt; Aperture priority, fasilitas prioritas bukaan diafragma, mode ini memprioritaskan bukaan diafragma pada saat pemotretan dan kamera mengatur kecepatan rana secara otomatis. Biasanya terdapat pada kamera profesional.&lt;br /&gt; Shutter priority, fasilitas prioritas kecepatan rana, mode ini memprioritaskan kecepatan rana yang diinginkan pada saat pemotretan dan kamera mengatur bukaan diafragma secara otomatis. Biasanya terdapat pada kamera profesional.&lt;br /&gt; Manual, fasilitas yang mengatur sendiri bukaan diafragma dan kecepatan rana yang diinginkan. Biasanya terdapat pada kamera profesional.&lt;br /&gt; Portrait, mode ini digunakan untuk merekam potret wajah di outdoor dengan latar belakang yang dibuat blur / kabur sehingga obyek akan terfokus jelas.&lt;br /&gt; Sport, unutk merekan obyek yang bergerak, biasanya digunakan pada event olahraga.&lt;br /&gt; Landscape, mode untuk merekam pemandangan yang akan meningkatkan warna biru langit dan warna hijau daun, pada prinsipnya menggunkaan fungsi filter ND (natural density).&lt;br /&gt; Close up, mode untuk melakukan pemotretan close-up (jarak dekat) sehingga dapat menonjolkan detail dari obyek.&lt;br /&gt; Night scene, berguna untuk mengambil gambar obyek di waktu malam. Penggunaan mode ini disarankan menggunakan tripod.&lt;br /&gt;Lampu Kilat&lt;br /&gt;Biasanaya fitur auto flash selalu terdapat pada kamera otomatis, khususny akamera kompak digital. Untuk menghasilkan foto-foto yang tampak natural dengan lampu kilat, ada beberapa fasilitas yang dapat digunakan.&lt;br /&gt; Red eye reduction, digunakan untuk mencegah timbulnya hasil pemotretan dengan mata berwarna merah karena pupil mata yang tidak bereaksi cepat ketika cahaya lampu kilat masuk ke retina sehingga pantulan cahaya pada retina (yang poenuh dengan pembuluh dara berwarna merah) ke kamera. Pada mode ini, lampu kilat akan melepaskan beberapa flash utama agar pupil menyesuaikan terlebih dahulu.&lt;br /&gt; Flash compensation, dengan fitur ini intensitas output flash dapat diatur sehingga rasio antara cahaya yang tersedia dengan cahaya dari flash menjadi seimbang.&lt;br /&gt; Slow synchro, mode ini menggabungkan kecepatan ran alambat (slow shutter) dengan fill flash sehingga obyek dan latar belakangnya terekam jelas. Mode ini digunakan pada malam hari dan disarankan menggunakan tripod.&lt;br /&gt; Forced flash, mode ini memaksa lampu kilat meyala, sebaiknya digunakan jika subyek membelakangi cahaya dan lampu kilat dikompensasi minus 0,7-1 stop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS KAMERA DIGITAL &lt;br /&gt;Pada dasarnya kamera digital dikelompokkan menjadi empat golongan berikut ini :&lt;br /&gt; Kamera digital untuk life style dan fun : Kamera ini memiliki bentuk yang unik, stylish, multi fungsi, berukuran mungil dan mudah dibawa. Kamera jenis ini biasanya mempunyai fitur-fitur seperti fitur rekam-suara, pemutar MP3 serta fungsi-fungsi lainnya. Namun resolusi rekaman gambar yang dihasilkan tidak terlalu besar, sehingga bisa digunakan untuk sharing foto melalui e-mail. Jenis ini populer di kalangan anak muda dan selebritis.&lt;br /&gt; Kamera digital low-end : Kamera ini merupakan kamera yang ditujukan untuk pemula atau dokumentasi keluarga. Image yang dihasilkan beresolusi tinggi relatif rendah sampai 2,2 mega bytes (standard 320 x 240 pixel). Resolusi tersebut memungkinkan kualitas gambar yang tetap baik untuk pencetakan foto ukuran 3 sampai 4 R. Rata-rata memiliki lensa zoom dengan ukuran kecil dan ringan. Fitur yang ditawarkan serba otomatis sehingga tidak terlalu repot dalam pengaturan pengoperasiannya.&lt;br /&gt; Kamera digital midrange : Kamera jenis ini ditujukan untuk para pengiat fotografi yang memerlukan resolusi 640 x 480 pixel atau lebih dalam membentuk sebuah image. Meski belum sepenuhnya bisa tukar-lepas lensa, umumnya menyediakan lensa vario dari sudut lebar hingga tele. Fitur di kamera jenis ini sudah memungkinkan mengatur pencahayaan secara manual, dengan prioritas bukaan diafragma atau prioritas kecepatan rana. Kamera midrange memiliki media penyimpanan data yang cukup untuk pencetakan hingga 10R.&lt;br /&gt; Kamera high-end : Kamera jenis ini memiliki kemampuan unutk lepas tukar lensa seperti pada kamera SLR konvensional. Resolusinya mencapai 6 mega pixel atau lebih sehingga cukup memadai kebutuhan profesional, majalah, jurnalistik dan poster. Kualitas gambar yang dihasilkan prima, selain itu fitur-fitur yang dibuat pun seperti kamera SLR, seperti bracking, kompensasi pencahayaan, serta bidik continue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tips membeli kamera digital&lt;br /&gt; Menentukan pembelian berdasarkan kebutuhan, kebutuhan akan kamera bagi tiap-tiap orang tentu berbeda. Untuk kebutuhan membuat foto yang akan dipasang di situs web atau berkirim email, kemera digital dengan resolusi 1 mega pixel sudah cukup. Namun, untuk fotografer profesional, kamera dengan resolusi diatas 5 mega pixel dapat menjadi pilihan.&lt;br /&gt; Lensa dan kemampuan zoom, pilih kamera dengan kualitas lensa yang baik, perhatikan juga kemamouan optical dan digital zoom-nya. Besarnya optical zoom lebih bermakna dibandingkan digital zoom yang hanya membantu memperbesar obyek dengan konsekuensi foto akan tampak kasar.&lt;br /&gt; Sistem pengukuran cahaya, kecepatan pencahayaan (exposure) merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan gambar yang baik. Pengukuran cahaya untuk menentukan kecepatan rana (shutter) dan bukaan difragma (aperture) berdasarkan pilihan ISO yang ditentukan, pada kebanyakan kamera dilakukan secara TTL (through the lens). Perhatikan pula pilihan sistem pengukuran cahayanya, seperti centre-weighted, spot, atau average. Beberapa variasi lainnya tergantung pada merk kamera. Nikon menyebutnya matrix, Canon memakai istilah evaluative, Olympus dengan digital ESP, dan Minolta dengan 256 zone.&lt;br /&gt; Kemudahan penggunaan, pertimbangkan ukuran dan desain kamera yang ergonomis dalam pegangan, tombol dengan keterangan yang jelas, susunan menu yang jelas dan mudah dalam penggunaan. Bandingkan model-model yang ada dan luangkan membaca buku manual ketika membel kamera.&lt;br /&gt; Fasilitas tambahan, selain digunkan untuk memotret, sebagian kamera digital menyertakan fasilitas audio dan video recordingfasilitas tersebut dapat menjadi pertimbangan yang menarik.&lt;br /&gt; Media penyimpanan, sebagai pengganti film kemera digital memerlukan media penyimpanan digital seperti momory card. Sebaiknya pilih memory card yang sama dengan piranti digital yang dimiliki (seperti komputer, PDA dan laptop). Selain itu pilih kapasitas memory card sesuai dengan kebutuhan, kerana semakin besar kapasitasnya, semakin mahal harganya.&lt;br /&gt; Sumber daya dan daya tahan baterai, pilih akmera dengan sumber daya yang murah, mempunyai daya tahan yang cukup lama, mudah dirawat dan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKURAN PENCETAKAN&lt;br /&gt;Ukuran pencetakan beserta resolusi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;3R  = 8,9 x 12,7 cm @ 300 dpi = 1051 x 1500 pixel&lt;br /&gt;4R  = 10,2 x 15,2 cm @ 300 dpi = 1205 x 1795 pixel&lt;br /&gt;5R  = 12,7 x 17,8 cm @ 300 dpi = 1500 x 2102 pixel&lt;br /&gt;6R  = 15,2 x 21,6 cm @ 300 dpi = 1795 x 2551 pixel&lt;br /&gt;8R  = 20,3 x 30,5 cm @ 300 dpi = 2398 x 300 pixel&lt;br /&gt;8R  Plus  = 20,3 x 30,5 cm @ 300 dpi = 2398 x 3602 pixel&lt;br /&gt;10R  = 25,4 x 30,5 cm @ 300 dpi = 3000 x 3602 pixel&lt;br /&gt;10R Plus  =  25,4 x 38,1 cm @ 300 dpi = 3000 x 4500 pixel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERALATAN TAMBAHAN&lt;br /&gt; Tele converter, alat tambahan yang dipasang di depan lensa untuk mendapatkan efek tele fotografi.&lt;br /&gt; Wide converter, alat tambahan yang dipasang di depan lensa untuk mendapatkan efek wide.&lt;br /&gt; Tudung lensa, alat tambahan yang dipasang di depan lensa untuk melindungi lensa dari cahaya yang terlalu terik pada saat pemotretan.&lt;br /&gt; Filter, sistem optis pembantu yang biasa dipasang di dean lensa dan dapat memodifikasi gambar asli saat dipotret. Beberapa jenis filter dapat mengubah warna-warni, melembutkan atau menciptakan efek baru pada gambarnya.&lt;br /&gt; Waterproof case, kamera sangat peka terhadap air dan kelembaban, alat ini dapat melindungi kamera saat udara lembab atau hujan bahkan dapat digunakan untuk pemotretan bawah air.&lt;br /&gt; Tripod, atau kaki tiga digunakan untuk menyangga kamera untuk mendapatkan posisi kamera yang stabil sehingga mencegah gambar kabur, biasanya digunakan pada pemotretan di malam hari atau dengan kecepatan rana yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMEGANG KAMERA&lt;br /&gt;Agar posisi kamera stabil, jika memungkinkan sandarkan tubuh pada tembok, bertumpu pada kursi tau benda-benda lain. Jika tidak berdirilah kokoh dan pegang kamera dengan kedua tangan. Biasanya secara tidak kita sadari pada saat memegang kamera, kita hanya memegang kamera oada ujung-ujungnya, jari menghalangi lensa atau memengang kamera dengan satu tangan. Yang demikian itu sangat tidak dianjurkan, berikut beberapa gambar yang menunjukkan cara memegang kamera dengan benar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS MERAWAT KAMERA&lt;br /&gt; Hindari kapur barus, jangan menyimpan kamera didalam lemari yang telah diisi kapur barus atau kamper. Karena kapur barus termasuk benda perusak yang dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian lainya yang terbuat dari bahan karet. Pada kamera elektronik kapur barus bisa merapuhkan PCB (Printed Circuit Board) yaitu tempat chip-chip kamera berada dan beberapa element chip itu sendiri, bahkan uap kapur barus dapat juga menodai lensa. Kerusakan kamera akibat kapur barus biasanya tidak bisa diperbaiki lagi &lt;br /&gt; Sebaiknya menyimpan kamera di tempat kedap udara ,misalnya lemari khusus kamera yang sejuk, kering dan tidak lembab. Namun karena lemari ini mahal, Anda bisa menggantinya dengan stoples (tempat kue atau kerupuk ukuran besar yang bertutup rapat) kemudian tambahkan Silica Gel yang dapat menyerap kelembaban. Atau bisa juga Anda membuat lemari khusus berupalemari kayu yang berisi lampu pijar yang terus menyala dengan daya yang tidak terlalu besar. Posisikan lampu jangan terlalu dekat dengan kamera, apabila terlalu dekat, panas yang berlebihan dapat merusak kamera. Lampu pijar yang ideal adalah 5 watt, dengan jangkauan 40 cm di atas (sebaiknya jangan di bawah) kamera atau perlengkapan lainnya. Sebelum menyimpan kamera, bukalah dahulu pembungkus kamera atau tudung yang membungkusnya guna menghindari lembabnya lensa dan bersihkan dari debu-debu yang mungkin menyelip di sana-sini. Untuk penyimpanan cukup lama lepaskanlah semua baterai di dalam kamera. &lt;br /&gt; Hindari dari sengatan matahari, apabiila Anda bepergian ke mana&lt;br /&gt;saja dengan membawa kamera, perlakukanlah kamera itu seperti barang "kesayangan". Jangan sampai terjemur atau terkena sengatan sinar matahari yang berlebihan. Sebab panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastik dan karet serta dapat merusak elemen-elemen elektroniknya. &lt;br /&gt; Hindari dari goncangan, apabiila Anda membawanya jangan lupa menaruhnya di dalam tas khusus kamera guna guna menghindari guncangan di kendaraan. Kamera yang berada didalam tas khusus akan terhindar dari benturan-benturan antara peralatan. Ada baiknya tas kamera selalu di pegang jika terjadi guncangan yang berlebihan dan jangan meletakkan di sembarang tempat, contohnya bagasi mobil. Usahakan selalu meletakkan kamera di tempat yang aman misalnya jok mobil. Bila menggunakan motor kamera dapat diselempangkan di badan, jangan sekali-kali di taruh di laci, khususnya Vespa. &lt;br /&gt; Bersihkan kamera dan lensa, ada baiknya kamera dibersihkan seminggu sekali dan dibersihkan sendiri. Untuk bagian luar bisa menggunakan lap kering yang bersih dan tidak kasar. Untuk bagian dalam haruslah hati-hati. Pergunakan blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Sebagai pasangan blower bisa juga kuas berukuran 1/2 inci yang belum pernah dipakai kepada benda lain atau untuk keperluan lainya. Untuk membersikan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak atau air dari keringat pemakai dan kulit muka, jangan menggunakan dengan jari atau tangan, pakailah tissue khusus untuk kamera yang telah banyak di jual di toko. Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah filter UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang body cup penutup saat lensa dilepas dari badan kamera. &lt;br /&gt; Servis di tempat khusus dalam jangka panjang, setahun atau dua tahun sekali, ada baiknya kamera di servis ke tempat khusus “servis besar” yang telah terpercaya. ini meliputi pembersihan bagian dalam seperti pembersihan lensa dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera seperti penyesuaian kecapatan rana. Usahakan selalu menyervis kamera di dealer resmi. Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur karena Kaca lensa yang begitu peka, maka Makin sering dibersihkan dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya janganlah simpan di lemari pakaian. karena dapat mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam. &lt;br /&gt; Jangan terkena air laut, apabila sedang berekreasi ke pantai bersama keluarga maupun teman-teman, hati-hatilah dengan kamera yang dibawa. Air laut sangat jahat terhadap kamera. Percikan air laut yang halus seringkali tidak tampak dan dapat menjadi sumber karat yang sangat potensial. Seusai rekreasi di pantai pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Biasanya hal ini seringkali terlupakan oleh kita. Pembersihan harus ekstra hati-hati. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera. Jangan lupa membersihkannya bila memakai di daerah yang berdekatan dengan pantai atau air laut. Bila kamera Anda terjebur ke air laut atau kecipratan air yang cukup banyak, untuk mengantisipasinya, jangan tunda, langung rendam kamera Anda ke&lt;br /&gt;dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan noda-noda air laut. Setelah dibilas sampai bersih, simpanlah dan segera bawa ke ahli untuk membersihkannya. Bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur ke dalam air laut tidak bisa diselamatkan. Proses pengerusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah kamera tercebur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-5980412081473626964?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/5980412081473626964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=5980412081473626964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/5980412081473626964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/5980412081473626964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-fotografi-dasar.html' title='Adventure:  FOTOGRAFI DASAR'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-8732440716468015404</id><published>2009-05-08T21:01:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T21:02:26.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><title type='text'>Adventure:  ILMU PENAKSIRAN</title><content type='html'>PENAKSIRAN&lt;br /&gt;Penaksiran adalah proses mengetahui sejumlah hal di alam melalui panca indera, anggota tubuh, dan bantuan alat yang minimal. Panca indera dapat digunakan untuk menganalisis rasa, bau, suara, penglihatan dan perabaan. Untuk mempermudah penaksiran, sebaiknya kita mengetahui sebanyak mungkin segala sesuatu pada tubuh yang dapat dijadikan standar pengukuran, seperti panjang rentang tangan; panjang jengkal jari; lebar langkah kaki; panjang telapak kaki; tinggi badan; kecepatan jalan, setengah lari, lari;  berat badan; dll. Perlu juga mengetahui ukuran Benda-benda yang dibawa dalam perjalanan, seperti ukuran syal, sabuk, dll; dan benda-benda lain yang dapt dijadikan standar, seperti jarak tiang listrik, jarak tanam pohon karet, dll. Selain itu pengalaman dan pemikiran yang kreatif dan mau berpikir dua kali dari sudur pandang yang berbeda akan sangat membantu dan memudahkan untuk mendapat hasil yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENAKSIR LEBAR SUNGAI&lt;br /&gt;Mengukur Lebar Sungai Tenang atau Danau&lt;br /&gt;• Jatuhkan benda berat, misalnya batu, ke dalam air&lt;br /&gt;• Perhatikan riak air yang berjlan menuju titik C dan perhatikan titik B yaitu riak yang sama saat riak air menyentuh titik C&lt;br /&gt;• Ukur jarak A sampai B. Lebar sungai = A B&lt;br /&gt;Mengukur Lebar Sungai Berarus Deras dengan Bantuan Topi&lt;br /&gt;• Atur posisi ujung topi sehingga mata dapat melihat titi C (di seberang sungai) tepat di ujung topi D, posisi kepala harustegak.&lt;br /&gt;• Putarkan kepala kita sehingga titik D akan satu garis dengan titik B. Titik B harus tepat di tepi sungai.&lt;br /&gt;• Ukur jarak A B lebar sungai = A B&lt;br /&gt;Mengukur Lebar Sungai dengan Bantuan Kacu Segitiga&lt;br /&gt;• Tentukan titik X dan A (tempat kita berada).&lt;br /&gt;• Berjalan dari A ke arah B sampai terjadi sudut AB-BX = 450. pengukuran sudut 450 dengan memanfaatkan sudut kacu.&lt;br /&gt;• Ukur A B. Lebar sungai = A B&lt;br /&gt;Catatan : cara ini menggunakan prinsi tangen 450 = 1, dimana panjang AX akan sama dengan AB jika sudut yang dibentuk pada B adalah 450.&lt;br /&gt;Mengukur Lebar Sungai dengan Ilmu Ukur Segitiga&lt;br /&gt;• Tentukan titik X yang dapat ditandai di seberang. Tentukan titik A di pinggir kita berada (tepat bersebrangan dengan X).&lt;br /&gt;• Berjalan lurusepanjang penggir sungai sejauh AB (bebas jauhnya). Tandai titik B.&lt;br /&gt;• Berjalan lagi sejauh BC. Jarak BC = AB.&lt;br /&gt;• Berjalan arah CD (tegak lrus AC) sampai titik-titik D, B dan X terhubungkan berupa garis lurus.&lt;br /&gt;• Ukur panjang CD, lebar sungai =CD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENAKSIR DALAM SUNGAI&lt;br /&gt;Di Daerah Hulu&lt;br /&gt;Di daerah penampang cenderung berbentuk dan bagian tengahnya lebih dalam dari bagian tengahnya, maka pengukuran sukar dilakukan. Cara mengukur kedalamannya adalah :&lt;br /&gt;• Ambil galah yang cukup panjang.&lt;br /&gt;• Masukkan galah tersebut ke dalam sungai, usahakan galah tegak lurus terhadap permukaan sungai.&lt;br /&gt;• Usahakan pengukuran dilakukan pada bagian tengah sungai.&lt;br /&gt;• Lakukan pengukuran di beberapa tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah hilir / muara &lt;br /&gt;Sungai di daerah hilir cenderung berbentuk huruf, maka cara mengukur kedalamnya sama seperti diatas, tetapi dapat dilakukan dari tepi sungai dan pengurunnya lebih mudah daripada pengukuran di hulu. Secara praktis kedalaman sungai dapat diperkirakan dari  keadaan permukaan sungai. Bila permukaan beriak-riak pada sungai yang cukup lebar maka dapat diperkirakan kedalaman sungai tersebut sekitar satu meter. Sebaliknya apabila permukaan tenang, maka kedalamannya dapat diperkirakan lebih dari dua meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaksir Kecepatan Arus Sungai&lt;br /&gt;Cara 1&lt;br /&gt;• Letakkan benda terapung di titik O (benda akan hanyut).&lt;br /&gt;• Setelah sekitar 15 menit (titik A), mulailah berjalan mengikuti benda tadi, sambil menghitung waktu hingga sampai di B (bertepatan dengan posisi benda X).&lt;br /&gt;• Ukur jarak AB.&lt;br /&gt;• Kecepatan arus sungai = jarak AB / waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara 2&lt;br /&gt;• Letakkan banda terapung di titik O. Setelah sekitar 15 meter dari titik O (titik A), berjalanlah kira-kira 50 langkah sambil memperhatikan benda tadi (langkah biasa yang kecepatannya dapat diperkiran).&lt;br /&gt;• Setelah sampai di B, misalnya benda sampai di X.&lt;br /&gt;• Ukur jarak AB dan AX&lt;br /&gt;• Kecepatan arus sungai = (AX / BX) * kecepatan langkah.&lt;br /&gt;Catatan : benda terapung yang dihanyutkan sedapat mungkin hanyut mendekati bagian tengah sungai (antara dua tepi sungai). Sebenarnya kecepatan yang paling besar terjadi di tengah sungai (jika sungainya lurus) dan kecepatan paling kecil di pinggir sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENAKSIR TINGGI&lt;br /&gt;Tinggi Pohon dengan Bayang-Bayangannya&lt;br /&gt;• Berdiri disamping pohon (A).&lt;br /&gt;• Perhatikan ujung bayangan badan kita (B) dan ujung bayangan badan kita (B) dan ujung bsysngsn pohon (C). Ukur AB dan AC.&lt;br /&gt;• Tinggi pohon (T) = ( AC / AB)*tinggi badan kita (t).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Pohon Dengan Bandingan&lt;br /&gt;Cara ini hanya mengkalikan tinggi benda yang dimaksud.&lt;br /&gt;• Ukurlah badan teman dengan memberi tanda batas di ranting pada posisi jongkok.&lt;br /&gt;• Kemudian ukurlah sisa tinggi pohon dibelakangnya (H).&lt;br /&gt;• Bila sudut lengan sudah lebih dari 450 namun tinggi pohon belum habis berarti anda harus mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Tebing, Pohon dengan Dua Orang&lt;br /&gt;• Pengamat mencari posisi jongkok, sehingga ujung kepala rekannya dan titik X (puncak pohon, tebing) berada pada satu garis lurus.&lt;br /&gt;• Ukur AB dan AC.&lt;br /&gt;t1 = tinggi jongkok pengamat (jarak mata ke tanah)&lt;br /&gt;t2 = tinggi badan rekannya (bisa diganti tongkat atau lainnya).&lt;br /&gt;Tinggi total , TT = (AC / BC)*(t2-t1)+t1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAKSIRAN WAKTU&lt;br /&gt;Untuk menaksir waktu dapat digunakan Naismith’s Rule (aturan Naismith). Cara tersebut merupakan cara klasik dalam memperkirakan waktu tempuh. Menurut aturan ini, kecepatan rata-rata ornag berjalan di medan horizontal adalah adalah 5 km/jam dan setiap kenaikan 300 meter ditamabah 0,5 jam. Untuk kecepatan turun digunakan rumus : setiap penurunan 300 meter, waktu tempuhnya 5 km/jam ditambah 10 menit. Perhitungan ini berlaku untuk medan yang tidak bersemak, selain itu, waktu tempuh akan bervariasi bergantung pada hal-hal, seperti : keadaaN FISIK, BEBAN YANG DIBAWA, keadaan lintasan (berpasir, tanah keras, bersalju, dll.),kondisi cuaca.&lt;br /&gt;Contoh : jika direncanakan perjalanan sejauh 10 km dengan pertambahan kenaikan vertikal 600 meter, maka waktu tempuh kita adalah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAKSIRAN JARAK &lt;br /&gt;Tabel yang dapat membantu dalam memperkirakan jarak :&lt;br /&gt;• Obyek yang tampak dari ketinggian 150 meter  :?????—kelupaan!!lliat di buku wanadri!!!&lt;br /&gt;• Cermin survival : 1,6 – 3,2 km&lt;br /&gt;• Asap putih  : 19,2 km&lt;br /&gt;• Cahaya senter (2 baterai), malam hari : 3,2 km&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAKSIRAN CUACA&lt;br /&gt;Seorang pendaki gunung harus dapat membaca tanda-tanda cuaca, diantaranya:&lt;br /&gt;• Merah pada waktu malam hari, penanda cuaca baik.&lt;br /&gt;• Merah pada waktu pagi, penanda akan turun hujan.&lt;br /&gt;• Kuning pucat pada waktu matahari terbenam, penanda akan turun hujan.&lt;br /&gt;• Embun dan kabut pada pagi-pagi benar, penanda cuaca bagus.&lt;br /&gt;• Kalau matahari terbit dari awan yang tinggi, penanda angin.&lt;br /&gt;• Dari bentuk-bentuk awan (lihat bagian awan).&lt;br /&gt;• Dari sikap binatang:&lt;br /&gt;• Laba-laba membuat sarang siang hari berarti cerah.&lt;br /&gt;• Kodok ribut berarti akan hujan.&lt;br /&gt;• Kambing mengembik ribut, berarti cuaca akan buruk.&lt;br /&gt;• Dll.&lt;br /&gt;• Dari kiat-kiat penduduk sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS.&lt;br /&gt;Dengan tanda-tanda alam, misalnya :&lt;br /&gt;• Kuburan umat islam menghadap ke utara.&lt;br /&gt;• Masjid menghadap ke kiblat, untuk Indonesia ke arah barat.&lt;br /&gt;• Bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari. Beberapa litatur menyebutkan pada bumi belahan utara, lumut akan tumbuh disisi utara dari batang pepohonan besar. Terkadang pengalaman memperlihatkan lumut tumbuh di sisi barat pada suatu kawasan yang mayoritas pohon besar. Pertumbuhan lumut dipengaruhi oleh banyak faktor, oleh karena itu jangan menggunakan bantuan alam seperti ini sebagai patokan mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bayangan&lt;br /&gt;• Pada lokasi datar dan terbuka, tancapkan tongkat (sekitar 1 meter) ke dalam tanah. Usahakan selurus mungkin. Tandai bayangannya sebagai satu titik. Tunggu sekitar 15 menit dan tandai lagi bayangannya yang baru. Hubungkan antara kedua titik. Garis yang terbentuk menunjukkan arah barat (titik pertama) dan timur (titik kedua). Arah utara dan selatan dapat ditentukan dari arah barat dan timur.&lt;br /&gt;• Cara kedua menghasilkan arah yang lebih teliti tetapi memerlukan waktu yang lebih lama. Sama seperti cara sebelumnya, namun tanda bayangan pertama didapat waktu pagihari. Gambarkan busur dari titik tersebut dengan tongkat sebagai pusatnya. Pada siang hari bayangan akan memendek dan memanjang kembali waktu sore hari. Jika bayangan sore telah menyentuh busur lingkaran, tandai lagi yang terakhir ini. Garis antara kedua titik tersebut menunjukkan arah barat (titik pada pagi hari) dan timur (titik pada sore hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbintangan&lt;br /&gt;• Perhatikan arah bulan, bintang dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.&lt;br /&gt;• Perhatikan rasi bintang Crux (bintang salib atau gubuk penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong horizon dari tempat kita dalah selatan. Penentuan arah dengan bantuan perbintangan memerlukan kesabaran. Selain rasi bintang Crux, di wilayah Indonesia, rasi scorpio, orion dapat terlihat dan membantu penentuan arah. Rasi ursa mayor, sekalipun dapat membantu penentuan arah tapi sulit ditemukan karena posisinya jauh dari utara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-8732440716468015404?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/8732440716468015404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=8732440716468015404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8732440716468015404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8732440716468015404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-ilmu-penaksiran.html' title='Adventure:  ILMU PENAKSIRAN'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-1417529705442979562</id><published>2009-05-08T21:00:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T21:01:31.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><title type='text'>Adventure: IKLIM, MEDAN DAN ILMU PENAKSIRAN</title><content type='html'>IKLIM, MEDAN DAN ILMU PENAKSIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang iklim, medan dan ilmu penaksiran perlu bagi seorang penggiat alam bebas untuk membantu merencanakan suatu perjalanan.&lt;br /&gt;IKLIM&lt;br /&gt;Iklim adalah keadaan atmosfer berdasarkan kedudukan sebuah tempat di muka bumi. Kedudukan tersebut baik disebabkan oleh tingginya terhadap permukaan laut, maupun posisinya berdasarkan lintang bumi.iklim mencakup waktu yang lebih lama dan daerah yang lebih luas daripada musim dan cuaca.&lt;br /&gt;Musim adalah keadaan atmosfer berdasarkan akibat posisi bumi terhadap matahari. Posisi bumi akan mempengaruhi musim yang terjadi di suatu iklim itu. Musim mencakup waktu yang berulang dan teratur serta mencakup daerah yang cukup lebar dan tetap.&lt;br /&gt;Cuaca adalah keadaan atmosfer yang langsung dapat dirasakan (suhu, kelembaban, angin) dan dapat dilihat (awan ombak, benda langit) oleh pengamat. Mencakup waku yang singkat dan tidak berulang serta mencakup daerah yang sempit dan acak.&lt;br /&gt;Jenis-Jenis Iklim&lt;br /&gt;Iklim dapat dibagi atas iklim yang dipengaruhi oleh matahari dan iklim yang terjadi karena kondisi geografisnya.&lt;br /&gt;Iklim surya : Iklim yang terjadi akibat perbedaan pancaran matahari terhadap muka bumi. Iklim surya terbagi lagi menjadi musim-musim.&lt;br /&gt;• Iklim kutub : udara dingin dan hujan salju, mengalami siang kutub dan malam kutub sekurang-kurangnya satu hari dalam setahun. Mempunyai dua musim yaitu panas dan dingin.&lt;br /&gt;• Iklim Ugahari : terjadi terutama di daratan belahan bumi utara. Mengalami musim panas yangs ejuk dengan musim dingan yang kekutub-kutuban disertai hujan sepanjang tahun karena adanya angin barat dari laut. Musim semi dan gugur terjadi karena titik balik matahari.&lt;br /&gt;• Iklim Sub-Tropik : mempunyai empat musim setahun, yaitu dingin, semi, panas, gugur tanpa salju kecuali di dataran tinggi. Pada musim panas kering dan sedikit hujan.&lt;br /&gt;• Iklim Tropik : dibatasi isoterm 180 C pada bulan terdingin. Matahari bersinar sepanjang tahun dan dilewati matahari dua kali setahun, udara lembab dan langit berawan terus-menerus. Memiliki dua musim yaitu pernghujan dan kemarau.&lt;br /&gt;Iklim Fisik : iklim yang disebabkan oleh keadaan oengaruh alam sekitarnya yang berwujud daratan, lautan, pegunungan, dataran tinggi, pedalaman atau mendapat pengaruh angin dan arus laut.&lt;br /&gt;• Iklim benua : Terdapat pada kawasan yang luas dengan amplitudo suhu yang besar, baik harian maupun tahunan. Udara kering pada petang hari, suhu tinggi, sering terjadi hujan zenithal yang turun diseratai angin atau matahari yang terik. Malam hari suhu sangat rendah, bahkan kadang disertai hujan es. Umumnya terdapat di kawasan sub-tropik.&lt;br /&gt;• Iklim Laut : terdapat di pesisir dan kepulauan dengan amplitudo suhu rendah. Di daerah tropik terus-menerus berawan, hujan sepanjang tahun, deras dan sering diseratai angin kencang. Di daerah sub-tropik banyak awan, sering terjadi hujan disertai badai.&lt;br /&gt;• Iklim Dataran Tinggi : terdapat pada dataran yang jauh di atas permukaan laut. Kawasan ini mengalami amplitudo suhu yang besar. Di ugahari bertekanan rendah, sinar matahari terik dan kering. Terdapat baik di iklim kutub, sedang, maupun tropis.&lt;br /&gt;• Iklim Gunung : terdapat di kawasan gunung dengan aplitudo suhu rata-rata antara musim panas dn musim dingin kecil, namun suhu harian bisa anjlok dibawah nol. Tidak stabil, sering diseratai topan dan badai salju. Gunung tropik relatif lbih stabil dibandingan dengan gunung di kutub, demikian pula gunung rendah relatif lebih stabil dibandingkan gunung tinggi. Iklim gunugn yang terisolir umumnya menampilkan karakter yang sangat berbeda dari iklim dataran rendahnya.&lt;br /&gt;Iklim Muson : muson berarti musim, jadi iklim musim (iklim yang terulang teratur). Terdapat di daerah yang sangat dipengaruhi oleh dua atau lebih sistem iklim yang lebih besar, contohnya adalah kepulauan Indonesia. Kepulauan indonesia mengalami musim kemarau dan penghujan akibat adanya angin muson barat yang berasal dari daratan Asia dan angin muson timur yang berasal dari daratan Australia. Angin muson barat bertiup pada bulan Oktober-April yang menyebabkan musim penghujan, dan angin muson timur yang bertiup pada bulan April-Oktober yang menyebabkan musim kemarau.&lt;br /&gt;Iklim Tropik Indonesia&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara kepulauan yang letak astronomisnya antara 60 LU, 110 LS dan 950 BT, 1410 BT yang menyebabkan indonesia beriklim tropis sehingga mendapat cukup penyinaran matahari sepanjang tahun, memiliki kelembaban udara cukup tinggi, memiliki curah hujan tinggi dan memiliki hutan hujan tripis yang luas. Walaupun Indonesia bergunung-gunung, namun tiap gunung mempunyai iklim tersendiri, sehingga tidak dapat dikategorikan iklim khas Indonesia. Sebagian daratan, dataran tinggi, pegunungan, dan gunung, masing-masing mempunyai iklim yang khas dalam skala ‘mini-midi’.&lt;br /&gt;Secara umum Indonesia mempunyai tiga sistem iklim, yaitu iklim tropik, iklim laut dan iklim muson. Ciri-ciri iklim tropik adalah hujan sepanjang tahun dan relatif teratur, namun iklim tropik-muson yang dimiliki Indonesia, selain membuat Indonesia mempunyai wilayah yang kering (NTT dan sebagian Sulawesi bagian timur) dan daerah basah yang sering dilanda banjir (Jawa dan Sumatera), kadangkala membuat cuaca sangat tidak menentu dan keadaan langit selalu berawan tiap harinya. Hujan di Indonesia dapat berupa badai atau gerimis dan dalam waktu yang sebentar maupun berhari-hari. Curah hujan setahun di daerah kering bisa disamakan dengan curah hujan sehari di daerah basah. Di Indonesia terdapat dua angin muson yaitu angin muson barat yang menyebabkan musim penghujan yang bertiup pada bulan Oktober-April dan angin muson timur yang menyebabkan musim kemarau yang bertiup pada bulan April-Oktober. Iklim Laut dan kondisi Indonesia yang berupa kepulauan mempengaruhi angin lokal yang dapat membawa hujan di musim kemarau, pada beberapa pesisir juga sering terjadi topan dengan gejala khas sub-tropik.&lt;br /&gt;CUACA&lt;br /&gt;Keadaan cuaca dapat berubah dengan cepat tiap harinya dan perubahan itu dapat dengan segera dan mudah kita rasakan. Perubahan cuaca dipengaruhi oleh troposfir, troposfir adalah bagian bawah dari lapisan atmosfer bumi. Troposfer memiliki tebal 14 km dan merupakan tempat hampir semua sistem di bumi ini berlangsung. &lt;br /&gt;Perubahan cuaca dipengaruhi tiga unsur, yaitu angin, tekanan udara dan kelembaban. Berikut adalah hal-hal yang dapat memudahkan memprediksi perubahan cuaca.&lt;br /&gt;Awan&lt;br /&gt;Bentuk awan dapat membantu mengindikasikan cuaca yang akan terjadi karena memperlihatkan perubahan yang terjadi di troposfir.&lt;br /&gt;Awan Iridescent : awan pencipta warna-warna di langit.&lt;br /&gt;Awan Tinggi : awan yang terletak diketinggian antara 6000 meter.&lt;br /&gt;• Sirus : awan transparan yang terdiri atas kristal es, terlihat seperti ekor kuda, penanda cuaca cerah, namun apabila langit mendung berisi awam sirus maka akan terjadi hujan.&lt;br /&gt;• Siro-kumulus : terlihat seperti kumpulan domba, umunya berkelompok serta teratur yang menandakan cuaca cerah, namun apabila langit mendung, bisa muncul hujan.&lt;br /&gt;• Sirostratus : ciri khasny adalah halo (lingkaran cahaya) di sekeliling matahari atau bulan. Kadang langit menjadi putih susu. Penanda cuaca cerah-berawan namun bila langit mendung dan awan ini mengecil, maka penanda hujan akan turun.&lt;br /&gt;Awan Pertengahan : awan yang terletak diketinggian antara 2000-6000 meter.&lt;br /&gt;• Alto-kumulus : awan putih abu-abu, berlapis seperti siro-kumulus namun lebih besar dan panjang dengan bayangan diantara lapisan. Penanda hujan gerimis atau gerimis setelah hujan lebat.&lt;br /&gt;• Alto-stratus : awan abu-abu tipis, diselingi sinar matahari yang menembusnya seolah-olah menembus kaca atau matahari / bulan muncul samar seperti lingkaran bercahaya. Penanda hujan gerimis atau hujan jujuh (hujan ringan yang terus-menerus).&lt;br /&gt;Awan Rendah : awan yang terletak diketinggian sampai 2000 meter.&lt;br /&gt;• Kumulo-nimbus : awan mendung pekat dan puncaknya lebar mendatar. Bila angin lemah, awan akan membumbung tinggi samapi 6000 meter. Penanda hujan deras disertai kilat, bila cuaca memburuk penanda hujan badai&lt;br /&gt;• Nimbo Stratus : awan mendung dan rendah, sering mengancan dalam penampilannya. Penanda hujan yang dapat berlangsung berjam-jam dan kadang diikuti hujan es.&lt;br /&gt;• Kumulus : awan rendah lepas abu-abu kebiruan, bentuknya seperti bongkahan kapas dan sering muncul di bawah lapisan pokok. Bila batas bawah awan jelas, penanda cuaca cerah berawan. Bila batas bawahnya kabur, menjadi penanda cuaca hujan deras mendadak namun hanya sebentar.&lt;br /&gt;• Strato-kumulus : awan abu-abu, mempunyai sisi gelap, tersusun dalam pola papan catur, kelompok bulat. Sering matahari menembusnya membuat sinar ‘hitam’, bila terkumpul pada waktu ashar ke maghrib, maka penanda langit malam akan cerah. Awan ini penanda hujan lokal (hujan sebentar lalu segera cerah).&lt;br /&gt;• Stratus : awan rendah, di pegunungan sering menjadi kabut. Di langit akan tampak seperti sumbat kain tua (bergumpal dan rombeng). Bila muncul sebagai kabut pagi, maka penanda cuaca cerah dan terik. Bila menjelang ashar, maka penanda hujan gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin&lt;br /&gt;Angin terjadi akibat udara yang mengalir akibat perbedaan suhu dan tekanan yang berbeda. Udara mengalir dari tekanan tinggi (suhu rendah / dingin) ke tekanan rendah (suhu tinggi / panas). Pembelokan angin terjadi karena rotasi bumi. Semakin tinggi letak arus angin di atmosfer, akan semakin kencang kecepatannya. Berikut adalah macam-macam angin.&lt;br /&gt;Angin darat dan angin laut : angin darat dan laut terjadi karena perbedaan suhu dan tekanan di darat dan laut. &lt;br /&gt;• Angin darat adalah angin yang berasal dari daratan dan menuju ke laut dan terjadi pada malam hari. Angin darat terjadi karena suhu rendah dan tekanan tinggi dari daratan mengalirkan udara ke laut yang bersuhu tinggi dan bertekanan rendah. &lt;br /&gt;• Angin laut adalah angin yang berasal dari laut dan menuju ke daratan dan terjadi pada siang hari. Angin laut terjadi karena suhu rendah dan tekanan tinggi dari laut mengalirkan udara ke darat yang bersuhu tinggi dan bertekanan rendah.&lt;br /&gt;Angin gunung dan lembah: angin gunung dan lembah terjadi karena perbedaan suhu dan tekanan di gunung dan lembah. &lt;br /&gt;• Angin gunung adalah angin yang berasal dari gunung dan menuju ke lembah dan terjadi pada malam hari. Angin gunung terjadi karena suhu rendah dan tekanan tinggi dari gunung mengalirkan udara ke lembah yang bersuhu tinggi dan bertekanan rendah. &lt;br /&gt;• Angin lembah adalah angin yang berasal dari lembah dan menuju ke gunung dan terjadi pada siang hari. Angin lembah terjadi karena suhu rendah dan tekanan tinggi dari lembah mengalirkan udara ke gunung yang bersuhu tinggi dan bertekanan rendah.&lt;br /&gt;Angin jatuh panas dan jatuh dingin ??????????&lt;br /&gt;Angin setempat : angin yang terjadi di daerah-daerah tertentu di Indonesia&lt;br /&gt;• Angin Bahorok (Deli, Sumetera Utara)&lt;br /&gt;• Angin Kumbang (Brebes, Jawa Tengah)&lt;br /&gt;• Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur)&lt;br /&gt;• Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan)&lt;br /&gt;• Angin Wambrau (Biak, Papua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MEDAN&lt;br /&gt;Berbagai macam variasi wajah alam dipengaruhi beberapa faktor, antara lain iklim, temperatur udara, kelembaban udara dan curah hujan, angin, faktor bentang alam atau relief tanah dan faktor manusia. Medan terbagi menjadi dua yaitu medan surya dan medan fisik.&lt;br /&gt;MEDAN SURYA&lt;br /&gt;Medan surya terbentuk karena iklim surya dan curah hujan. Urutan curah hujan berdasar intensitas adalah : basah – lembab – kering – setengah gurun – gurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa istilah dalam lingkungan medan surya, yaitu:&lt;br /&gt;• Wawasan : kawan yang secara umum dipengaruhi oleh sistem iklim yang sama, didominasi oleh flora dan fauna yang sama. Wawasan terdiri atas sejumlah bioma. Tempat kehidupan wawasan disebut biosfir&lt;br /&gt;• Biosfir : seluruh tempat di bumi yang terdapat kehidupan. Tempat hidup makhluk hidup dalam biosfir disebut habitat, sedangkan tempat hidup yang terdapat makanan disebut substart&lt;br /&gt;• Bioma : daerah habitat darat (teresial) yang dipengaruhi oleh iklim dan curah hujan&lt;br /&gt;• Komunitas : Kumpulan satu jenis makhluk hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat darat (teresial)&lt;br /&gt;Habitat darat (teresial) adalah habitat  yang berada dalam ekosistem daratan.&lt;br /&gt;Hutan Pohon Runjung&lt;br /&gt;• Iklim sedang kering, 4 musim (panas dan gugur yang panjang dan kering, musim dingin banyak hujan).&lt;br /&gt;• Bioma : terletak hanya di dekat Kutub Utara.&lt;br /&gt;• Fauna : burung paruh silang yang memiliki paruh khusus untuk mengambil biji dari runjung sehingga hanya dapat hidup disini. Selain itu terdapat rusa tanduk besar dan rusa bagai.&lt;br /&gt;• Flora : hutan runjung, pohon muda eru gunung dan balsam.&lt;br /&gt;Hutan Peluruh Iklim Sedang&lt;br /&gt;• Iklim sedang lembab, 4 musim.&lt;br /&gt;• Bioma : daerah iklim sedang bagian utara bumi.&lt;br /&gt;• Flora : tumbuhan trofit, yaitu tumbuhan yang bisa bersifat kering pada musim panas dan bersifat basah pada musim dingin, pepohonan pada musim gugur mengugurkan seluruh daunnya. Terdapat jenis pohon Ki Kananda dan Bek.&lt;br /&gt;Hutan Tropik&lt;br /&gt;• Iklim tropik basah, umumnya 2 musim. Iklimnya terbagi dua, yaitu iklim mikro (iklim di bawah hutan) dan iklim makro (di atas hutan).&lt;br /&gt;• Bioma : daerah iklim tropik, lebih condong ke arah utara bumi (30 LU, di selatan 280 LS).&lt;br /&gt;• Fauna : Habitat utama primata dan serangga, burung, babi huta, babi rusa, keluarga macan, harimau, menjangan.&lt;br /&gt;• Flora : tumbuhan berkayu tinggi dan berdaun rimbun sepanjang tahun, perdu, epifit, higrofit.&lt;br /&gt;Tundra&lt;br /&gt;• Iklim Ugahari setengah gurun, 2 musim.&lt;br /&gt;• Bioma : dari hutan runjung sampai bertemu salju di bagian utara, puncak gunung tinggi.&lt;br /&gt;• Flora : lumut, lumut kerak, rerumputan.&lt;br /&gt;• Fauna : umunya merupakan pendatang musim panas, misalamya karibu, beruang raksasa, dan harimau siberia.&lt;br /&gt;Gurun&lt;br /&gt;• Iklim sedang, 4 musim&lt;br /&gt;• Flora : serofit, sukulen (kaktus), tumbuhan musiman usia pendek.&lt;br /&gt;• Fauna : Nitropoda (laba-laba dan serangga) dan Rhodentia (tikus).&lt;br /&gt;Padang rumput &lt;br /&gt;• Iklim sedang setengah gurun dan terletak di tengah tengah benua (iklim benua), 4 musim.&lt;br /&gt;• Bioma : di tengah-tengah benua atau di daerah pedalaman dan ketinggian gunung yang jarang terkena hujan.&lt;br /&gt;• Flora : rumput-rumputan, bila terdapat pokok kayu disebut sabana.&lt;br /&gt;• Fauna : bison, kuda, keluarga singa, keluarga macan, rusa, gajah, dll. &lt;br /&gt;Gunung &lt;br /&gt;• Iklim khas gunung, musim dan curah hujan dalam banyak hal tetap tergantung letaknya di bumi.&lt;br /&gt;• Bioma : pada gunung tropis, puncaknya tundra, padang rumput, pohon runjung, hutan peluruh dan di kaki gunung berupa hutan tropik yang memiliki berbagai macam fauna.&lt;br /&gt;Pembagian medan surya&lt;br /&gt;Wawasan Kawasan Bioma&lt;br /&gt;Wawasan Oriental India, Indocina, Malaka, Sunda Besar, Filipina, Taiwan Hutan Tropik Basah&lt;br /&gt;Hutan Tropik Muson&lt;br /&gt;Hutan Tropik Kering&lt;br /&gt;Wawasan Australia Australi, Tasmania, Irian, Kepulauan Pasifik Selatan Gurun&lt;br /&gt;Sabana&lt;br /&gt;Hutan Tropik&lt;br /&gt;Wawasan Neotropik Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko Tropik, Kepulauan Karibia Hutan Tropik&lt;br /&gt;Padang Rumput&lt;br /&gt;Sabana&lt;br /&gt;Wawasan Ethiopia Afrika (kecuali bagian ujung barat laut), Madagaskar, Arab bagian Selatan Hutan Tropik Terbatas&lt;br /&gt;Sabana&lt;br /&gt;Gurun&lt;br /&gt;Wawasan Neartik Amerika Utara, New Foundland, Greenland Tundra&lt;br /&gt;Hutan Pohon Runjung&lt;br /&gt;Padang Rumput&lt;br /&gt;Hutan Peluruh&lt;br /&gt;Hutan Pepohonan&lt;br /&gt;Wawasan Paleartik Eropa-Asia (kecuali Asia Tenggara), Kepulauan Inggris, India Utara. Padang Rumput&lt;br /&gt;Gurun&lt;br /&gt;Tundra&lt;br /&gt;Hutan Pohon Runjung&lt;br /&gt;Hutan Peluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat air (akuatik)&lt;br /&gt;Habitat air (akuatik) adalah habitat yang berada dalam ekosistem air. Pembagian habitat akuatik adalah berdasarkan kadar garamnya.&lt;br /&gt;Air Tawar : daratan, pulau&lt;br /&gt;• Sungai, biomanya dari lereng gunung sampai muara.&lt;br /&gt;• Danau, biomanya tergantung pembagian medan surya.&lt;br /&gt;Air Laut : terdiri atas Fotik (daerah yang masih terjangkau sinar matahari) dan Afotik (daerah yang tidak terjangkau sinar matahari, seperti palung laut).&lt;br /&gt;• Pasang surut, daerah yang kadang bersifat air dan kadang darat.&lt;br /&gt;• Pantai berbatu, zona atas (siput), zona tengah (ganggang coklat), zona bawah (kelapa).&lt;br /&gt;• Rawa laut, daratannya yang bersifat air.&lt;br /&gt;• Litoral, matahari dapat mencapai dasar laut, biomanya terumbu laut.&lt;br /&gt;• Neritik, matahari tidak mencapai dasar laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN FISIK&lt;br /&gt;Medan fisik adalah medan yang dipengaruhi oleh iklim fisik. Medan fisik dikarenakan sebab-sebab di bumi. Medan fisik dibedakan dalm medan tumbuhan dan medan geologi.&lt;br /&gt;Medan tumbuhan&lt;br /&gt;Hutan : Medan yang didominasi pepohonan tinggi dan rapat, terdiri atas :&lt;br /&gt;• Hutan primer : medan yang mempunyai pepohonan besar, tajuknya berdaun lebat dengan tumbuhan di bawah kerna tidak terkena cahaya, didominasi oleh lumut, humus dan tumbuhan dulur ayng mencari-cari cahaya yang muncul diantara ranting tajuk.&lt;br /&gt;• Hutan sekunder : medan yang pepohonannya ramping berdaun jarang dengan tumbuhan bawah berupa semak belukar yang sukar ditembus.&lt;br /&gt;Padang : Medan terbuka yang sangat luas di dominasi oleh tumbuhan perintis, pohon kadang muncul satu dua dengan bentuk yang ramping, terdiri atas :&lt;br /&gt;• Sabana : medan terbuka dengan pohon-pohon yang sangat jarang.&lt;br /&gt;• Stepa : medan rerumputan, alang-alang, semak dan tumbuhan perintisnya yang mudah tumbuh.&lt;br /&gt;• Padang rumput : medan yang didominasi oleh lumut, lumut kerak, bunga-bungaan. Dapat ditemukan di daerah tundra atau ketinggian.&lt;br /&gt;Gurun : Medan yang hampir tidak dapat dijumpai tumbuhan&lt;br /&gt;• Medan kaktus : medan yang didominasi tumbuhan berakar dangkal dan berserat.&lt;br /&gt;• Medan ubi-ubian : medan yang didominasi oleh tumbuhan berakar ubi penyimpanan cadangan makanan.&lt;br /&gt;• Medan pepohonan : medan yang du dominasi pepohonan berakar tunggang dalam.&lt;br /&gt;• Semak-gurun : medan yang didominasi rumput, semak, buanga-bungaan rambat. Pada musim berbung, lantai gurun berwarna-warni. Merupakan habitat ular-ular berbisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan  Geologi&lt;br /&gt;Gunung : Medan yang naik karena tenaga endogen atau kegiatan vulkanik.&lt;br /&gt;• Gunung berapi : gunung vulkanik yang aktif, terdiri atas tipe perisai, strato dan silinder.&lt;br /&gt;• Gunung mati : gunung vulkanik yang telah mati, biasanya berupa menara tebing yang menjulang&lt;br /&gt;• Gunung kubah : gunung yang terjadi karena desakan batuan keras (granit) ke atas permukaan bumi.&lt;br /&gt;• Gunung lipatan : medan yang terjadi karena sebagian kerak tertekan ke samping.&lt;br /&gt;• Gunung sesar : medan yang terjadi karena sebagian kerak bergeser terangkat atau amblas.&lt;br /&gt;• Pegunungan : medan yang terjadi karena adanya penggabungan daya-daya pembentukan gunung di suatu lokasi.&lt;br /&gt;Dataran : Medan yang relatif rata&lt;br /&gt;• Dataran rendah : medan datar di ketinggian tidak jauh dengan ketinggian muka air laut.&lt;br /&gt;• Dataran tinggi : medan datar yang berada jauh di atas ketinggian muka air laut.&lt;br /&gt;• Dataran pedalaman : medan datar yang tidak terpengaruh oleh iklim laut.&lt;br /&gt;Perairan : Medan tempat air menjadi sangat dominan.&lt;br /&gt;• Sungai : medan tempat mengalirnya air secara alamiah dari hulu ke hilir.&lt;br /&gt;• Pantai : medan peralihan antara daratan dan lautan, terdiri atas : pantai pasir, pantai karang, pantai berbatu, rawa.&lt;br /&gt;• Basin : medan yang terjadi karena cekungan alamiah yang luas, terdiri atas : oase, danau, laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN-MEDAN KHUSUS&lt;br /&gt;RAWA &lt;br /&gt;Rawa dalah suatu ekosistem khas dataran rendah yang terdapat antara wilayah transisi daratan dengan perairan, dimana daerahnya dipengaruhi oleh kondisi perairan tersebut dan selalu jenuh air atau digenangi air sepanjang tahun atau hampir sepanjang tahun.&lt;br /&gt;Tipologi rawa, berdasarkan karakteristik hidrologi dan lingkungannya, rawa dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :&lt;br /&gt;• Rawa lebak / rawa danau / rawa non pasang-surut (non tidal swamp)&lt;br /&gt;• Rawa pasang-surut sungai (river tidal swamp)&lt;br /&gt;• Rawa pasang surut laut (marin tidal swamp)&lt;br /&gt;Berdasarkan karakteristik vegetasi dan lingkungannya, rawa dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :&lt;br /&gt;• Hutan payau (mangrove forest)&lt;br /&gt;• Hutan rawa (swamp forest)&lt;br /&gt;• Hutan Gambut (peat swamp forest)&lt;br /&gt;Ekologi hutan rawa &lt;br /&gt;Dari luas seluruh kepulauan Indonesia seluas kurang lebih 191 juta Ha, terdapat hutan rawa seluas lebih dari 22, 85 juta Ha (11,96%) yang terdapat di dataran rendah pada sistem landform fluvial (endapan sungai) dan atau alluvial marin (endapan laut). Berdasarkan ekologinya, hutan rawa mempunyai karakter :&lt;br /&gt;Hutan payau &lt;br /&gt;• Terdapat di daerah rendah, seperti sebgaian besar pesisisr Sumatera, Kalimantan, Papua, pulau Aru dan pulau Jawa (bagian utara) pada sistem landform marin atau fluvio marin dengan luas 4,25 juta Ha.&lt;br /&gt;• Ekosistem tidak terpengaruh iklim tetapi dipengaruhi pasang-surut air laut. &lt;br /&gt;• Air bersifat payau (brackish water) atau asin (salt water).&lt;br /&gt;• Tanah berdrainase buruk (selalu tergenang air) merwarna abu-abu tua kebiruan (blue grey).&lt;br /&gt;• Tanah berlumpur dengan tekstur pasir (sand) yang didominasi liat (clay) yang merupakan sedimen marin.&lt;br /&gt;• Ditemukan lapisan cat clay dan jika peroksidasi dapat membentuuk senyawa FeS2 (pyrit) yang bersifat beracun dan sanagt asam (pH &lt; 4).&lt;br /&gt;• Vegetasi tumbuh di daerah pantai berupa jalur memanjang, tajuk (canopy) tidak berstrata dan dapat mencapai ketinggian 30 meter&lt;br /&gt;• Jenis-jenis vegetasi kayu mulai dari laut sampai pedalaman adalah Rhizopora sp. (bakau), Avicenia sp. (berapi-api), Sonneratia sp., Xylocarpus sp., Luminitsera sp., Ceriops sp. dan Bruguiera sp. Vegetasi bawah terdiri dari Acrosticum aureum dan Acantus sp.&lt;br /&gt;Hutan rawa&lt;br /&gt;• Terdapat pada dataran rendah disepanjang sungai besar terutama pulau Kalimantang (bagian barat, tengah, selatan dan timur), Sumatera (bagian timur) dan Papua (bagian barat dan selatan) pada sistem landform fluvial dengan luas kurang lebih 5,60 juta Ha.&lt;br /&gt;• Penyebaran terdapat di belakang hutan payau.&lt;br /&gt;• Ekosistem tidak terpengaruh iklim tetapi dipengaruhi pasang-surut air sungaii yang bersifat tawar (fresh water)&lt;br /&gt;• Tanah berwarna kelabu tua berdrainase buruk (selalu tergenang air).&lt;br /&gt;• Tanah  berlumpur dengan tekstur liat (clay) yang merupakan sedimen sungai.&lt;br /&gt;• Vegetasi tumbuhan terdiri dari beberapa strata canopy dan ketinggian vegetasi dapat mencapai ktinggian 50-60 cm.&lt;br /&gt;• Jenis-jenis vegetasi kayu dominan adalah Altonis sp., Barringtonia sp., Camnosperma sp., Dillenia sp., Dyera sp., Elaeocarpus littotalis, Egenis sp., Ficus retusa, Gluta renghas, Metroxylon sp. (sagu), Pandanus sp.(pandan), Parkia sp., Shorea sp., dll.&lt;br /&gt;Hutan gambut &lt;br /&gt;• Terdapat pada daratan rendah disepanjang sungai besar terutada di Kalimantan (Tengah, barat dan Selatan), Sumatera (bagian barat) dan Papua (bagian barat dan selatan) pada sistem landformfluvial dengan luas lebih dari 13 juta Ha.&lt;br /&gt;• Penyebaran terdapat di belakang tanggul sungai (river lavee) berupa rawa belakang (back swamp)&lt;br /&gt;• Ekosistem dipengaruhi iklim basah dan selalu tergenang air dalam yang bersifat sangat asam (pH &lt;4) akibat pelapukan bahan organik humus.&lt;br /&gt;• Tanah berupa gambut tebal (&gt;3 m) berwarna coklat tua sampai hitam.&lt;br /&gt;• Vegetasi tumbuhan terdiri dari beberapa strata canopy sampai ketinggian sedang (&lt;20 m).&lt;br /&gt;• Jenis-jenis vegetasi kayu dominan adalah : Astonia sp., Ammora sp., Anisoptera sp., Callophylum sp., Camnosperma sp., Cratoxylon sp., Litsea sp., Gonistylus sp., Parastemon sp., Dryobalanops sp., Pandanus sp., Pholidocarpus sp., Shorea sp., Tristania sp.&lt;br /&gt;Laut&lt;br /&gt;Sifat-sifat laut Indonesia, antara lain adalah : &lt;br /&gt;• Memiliki ombak yang besar, dalam serta berbahaya.&lt;br /&gt;• Mempunyai arus yang kuat&lt;br /&gt;• Pantai-pantainya relatif kurang landai, sebagian besar cenderung curam.&lt;br /&gt;Arus laut Indonesia memiliki sifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Arus laut Indonesia berada dibawah pengaruh Laut Cina Selatan&lt;br /&gt;• Pada bulan Januari, arus mengalir dari Laut Cina Selatan menuju Laut Jawa dan Selat Makasar, yang mengalir ke arah utara dan timur menuju Lautan Teduh.&lt;br /&gt;• Arus tersebut bersuhu panas yang tejadi akibat tiupan angin laut dari timur laut dan tenggara.&lt;br /&gt;• Pada bulan Juni, arus mengalir ke arah sebaliknya.&lt;br /&gt;Perbedaan ketinggian permukaan air laut disebut pasang bila permukaannya naik dan surut bila permukannya turun. Kejadian pasang surut adalah akibat pengaruh gravitasi matahari dan bulan. Siklus pasang surut terjadi dalam rentang waktu 24 jan 50 menit dan salingberganti setiap 12 jam 25 menit.&lt;br /&gt;Sungai &lt;br /&gt;Sungai dapat dibagi menjadi tiga bagian :&lt;br /&gt;• Hulu : kemiringan sungai besar, arus air kencang dan tenaga erosi kuat&lt;br /&gt;• Bagian tengah : kemiringan sungai makin kecil, tenaga erosi dan transport juga berkurang. Erosi mulai mengarah ke samping dan lereng sungai berubah ke arah kotak.&lt;br /&gt;• Hilir : kemiringan sungai mendekati nol, airnya tenang dan erosi hampir tidak ada. Banyak terdapat sedimen, air keruh, kadang-kadang terdapat beting atau pulau di tengah sungai. Arah berkelok-kelok tetapi kadang-kadang berganti aliran pda waktu banjir sehingga membentuk muara baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-1417529705442979562?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/1417529705442979562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=1417529705442979562' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/1417529705442979562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/1417529705442979562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-iklim-medan-dan-ilmu.html' title='Adventure: IKLIM, MEDAN DAN ILMU PENAKSIRAN'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-3697250135631871233</id><published>2009-05-08T20:57:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T20:59:16.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><title type='text'>Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 3</title><content type='html'>PEMILIHAN LOGISTIK&lt;br /&gt;Dalam pemilihan logistik yang akan dibawa hendaknya diperhatikan faktor-faktor berikut.&lt;br /&gt;• Lamanya perjalanan yang akan dilakukan, tepatnya saat muali pendakian hingga turun kembali. Hal ini berpengaruh pada perkiraan jumlah bahan bakar dan makanan, serta ketahanan makanan yang dibawa.&lt;br /&gt;• Jumlah anggota&lt;br /&gt;• Daerah yang dituju, perlu diperhatikan adanya toko yang menjual keperluan logistik, selain itu perlu diketahui kondisi dan letak sumber mata air di tempat yang aan dituju.&lt;br /&gt;• Pantangan masyarakat setempat, di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat setempat masih menabukan membawa makanan-makanan tertentu, seperti melarang membawa makanan berbau anyir (dagng mentah, telur, dsb) karena akan menarik perhatian hewan-hewan pemangsa.&lt;br /&gt;• Selera anggota rombongan, perlu dibicarakan dan disepakati antara anggota rombongan apabila ada pantangan atau alergi pada mekanan tertentu dan mencari solusinya.&lt;br /&gt;• Tipe pendakian, apakah pendakian tersebut mengutamakan kecepatan pencapaian target waktu tertentu atau merupakan perjalanan santai dengan waktu yang fleksibel.&lt;br /&gt;• Berat, faktor berat merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan logistik yang akan dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PACKING&lt;br /&gt;Bagi seorang pendaki gunung, packing adalah suatu seni. Dalam packing, selain dipertimbangkan faktor kenyamanan dan keindahan, juga faktor-faktor lain sebagai berikut&lt;br /&gt;• Faktor berat : letakkan item-item yang berat di bagian atas dan barang –barang yang ringan di bagian bawah agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung. Perhatikan pula keseimbangan berat kiri dan kanan ransel.&lt;br /&gt;• Faktor penggunaan barang : kelompokkan item-item menurut fungsi dan timing penggunaannya. Perlengkapan dan logistik yang sering dipakai atau yang segera di ambil harus diletakkan di tempat yang mudah diambil. Perlengkapan tidur, seperti sleeping bag hendaknya diletakkan di bagian paling baah ransel, kemudian pakaian ganti di atasnya, kemudian dilanjutkan perelengkapan masak dan logistik makanan. Tenda, hendaknya diletakkan di bagian palinga atas karena selain berat, tenda juga merupakan perlengkapan yang segera dibutuhkan saat mendirikan basecamp. Pengelompokan seperi ini akan lebih baik bila ditempatkan dalam kantong-kantong atau stuff bag.&lt;br /&gt;• Faktor efisiensi : pergunakan stian ruang dalam ransel maupun ruang kosong pada perlengkapan seefisien mungkin, seperti nsting dan gelas kosong dapar diisi item-item kecil untuk menghemat tempat. Selain itu buanglah lbih dahulu otak-kotak makanan yang tidak perlu karena selain mengurangi berat, juga mengurangi sampah.&lt;br /&gt;Pada perjalanan landai, item-item yang berat berada di paling atas bagian dalam dekat kepala, item berberat sedang ditempatkan pada dua tempat, yaitu bagian tengah dan bagian dalam (dekat punggung) dan bagian atas luar menutupi item-item yang berat. Item yang ringan diletakkan pada bagian tengah luar. Pada medan perjalanan yang curam bagian atas ransel diisi fengan item yang sedang beratnya. Item yang berat diletakkan diletakkan pada bagian dalam dekat punggung dan pundak, sedangkan item yang ringan diletakkan pad abagian luar menutupi item yang paling berat. Dalam kedua jenis pengepakan ini, sleeping bag selalu diletakkan di bagian paling bawah ransel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PERALATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk packing&lt;br /&gt; Ransel&lt;br /&gt; Tas Kamera&lt;br /&gt; Tas pinggang&lt;br /&gt; Tas kecil peralatan mandi&lt;br /&gt; Stuff bag (berbagi ukuran)&lt;br /&gt; Kantong plastik untuk packing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pakaian&lt;br /&gt; Jaket parka gunung&lt;br /&gt; Wind breaker&lt;br /&gt; Rain coat / ponco&lt;br /&gt; Jaket fleence&lt;br /&gt; Pakaian untuk tidur&lt;br /&gt; Pakaian untuk jalan&lt;br /&gt; Pakaian ganti pakaian dalam&lt;br /&gt; Balaclava&lt;br /&gt; Topi&lt;br /&gt; Sarung tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kaki&lt;br /&gt; Sepatu boot&lt;br /&gt; Sandal&lt;br /&gt; Kaus kaki dan cadangannya&lt;br /&gt; Gaiters&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksesoris&lt;br /&gt; Sunglass dan tempatnya&lt;br /&gt; Rain cover ransel&lt;br /&gt; Dompet&lt;br /&gt; Bandana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emergency dan Survival&lt;br /&gt; P3K kit&lt;br /&gt; Survival kit&lt;br /&gt; Sewing kit&lt;br /&gt;Untuk navigasi / orientasi&lt;br /&gt; Peta dan tempat peta&lt;br /&gt; Kompas bidik&lt;br /&gt; Altimeter&lt;br /&gt; Termometer&lt;br /&gt; Kurvimeter&lt;br /&gt; Jam tangan&lt;br /&gt; Protractor / busur derajat&lt;br /&gt; Penggaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk basecamp&lt;br /&gt; Sleeping bag&lt;br /&gt; Matras&lt;br /&gt; Piring plastik&lt;br /&gt; Gelas plastik, sendok dan garpu&lt;br /&gt; Piasu lipat serbaguna&lt;br /&gt; Botol minum&lt;br /&gt; Peralatan mandi&lt;br /&gt; Kantong plastik sampah&lt;br /&gt; Senter / hadlamp&lt;br /&gt; Tisu toilet&lt;br /&gt; Lighter / korek api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan kelompok&lt;br /&gt; Tenda&lt;br /&gt; Kompor dan bahan baar&lt;br /&gt; Lentera / lilin (alat penerang lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain-lain&lt;br /&gt; Kamera&lt;br /&gt; Film dan cadangannya&lt;br /&gt; Baterai dan cadangannya&lt;br /&gt; Buku catatan dan alat tulis&lt;br /&gt; Sunscreen&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERENCANAAN LOGISTIK&lt;br /&gt;Metode Ransum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi&lt;br /&gt;Makanan Kwantitas/orang/hari Jumlah hari Harga/ukuran&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snack di jalan&lt;br /&gt;Makanan Kwantitas/orang/hari Jumlah hari Harga/ukuran&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan siang&lt;br /&gt;Makanan Kwantitas/orang/hari Jumlah hari Harga/ukuran&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam&lt;br /&gt;Makanan Kwantitas/orang/hari Jumlah hari Harga/ukuran&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERENCANAAN LOGISTIK&lt;br /&gt;Metode Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi&lt;br /&gt;Trip Day Makanan Kwantitas/ orang Harga&lt;br /&gt;Day 01   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 02   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 03   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan siang&lt;br /&gt;Trip Day Makanan Kwantitas/ orang Harga&lt;br /&gt;Day 01   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 02   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 03   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam&lt;br /&gt;Trip Day Makanan Kwantitas/ orang Harga&lt;br /&gt;Day 01   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 02   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Day 03&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-3697250135631871233?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/3697250135631871233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=3697250135631871233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/3697250135631871233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/3697250135631871233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-persiapan-pengarungan-alam_2862.html' title='Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 3'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-6077339558982071656</id><published>2009-05-08T20:55:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T20:57:01.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><title type='text'>Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 2</title><content type='html'>PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN&lt;br /&gt;Sebelum pemilihan perlengkapan perlu diperhatikan hal-hal berikut : &lt;br /&gt;• Menentukan jenis medan yang akan dihadapi, misal hutan, rawa, tebing, dll.&lt;br /&gt;• Menentukan tujuan perjalanan, misal penjelajahan, latihan, penelitian, kemanusiaan/SAR, dll.&lt;br /&gt;• Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik dan mental.&lt;br /&gt;• Memperhatikan hal-hal khusus, seperti obat-obatan tertentu, dsb.&lt;br /&gt;Tiga ketentuan yang menjadi dasar dalam pemilihan perlengkapan yang baik, yaitu performance, ketahanan, dan beratnya. Untuk memudahkan pemilihan perlengkapan, dapat dilakukan langkah-langkah di bawah ini:&lt;br /&gt;Membuat daftar : Pembuatan daftar dapat dimulai dengan checklist, yaitu dengan mendata perlengkapan yang dibutuhkan dalam perjalanan. Checklist akan menjadi lebih efektif dengan pengelompokan perlengkapan, seperti pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan masak dan makan, P3K dan survival kit. Yang perlu diingat, pembuatan daftar akan berbeda untuk setiap perjalanan, tergantung kondisi, waktu dan situasi.&lt;br /&gt;Mengumpulkan peralatan : Sesuai daftar yang dibuat, setelah semua perlengkapan terkumpul, bentangkan di lantai dan kelompokkan perlengkapan berdasarkan jenis penggunaannya. Hal ini akan mencegah terlupanya suatu perlengkapan.&lt;br /&gt;Cek dan Tes : Perlu dilakukan tes dan cek terhadap beberapa perlengkapan yang rawan terhadap penggunaan, antara lain kompor, senter, tenda, sepatu, P3K dan survival kit.&lt;br /&gt;Perlengkapan Standar&lt;br /&gt;Beberapa perlengkapan standar yang harus diperhatikan antara lain:&lt;br /&gt;Pakaian &lt;br /&gt;Hal terpenting dalam pemilihan pakaian adalah mampu memberikan isolasi dari udara dingin dan memberikan perlindungan dari panas serta kelembaban, juga harus mampu mencegah terjadinya rasa panas yang berlebihan serta mampu memberi keleluasaan dalam bergerak. Hindari penggunaan bahan jeans untuk mendaki gunung karena bahan jeans mudah menjadi lembab, dan apabila basah akan susah kering. Terdapat bahan yang mampu menahan udara lembab atau basah, oleh sebab itu perlu juga kita ketahui prinsip pelapisan pakaian. &lt;br /&gt;Lapisan dasar : lapisan dasar melekat langsung pada kulit (pakaian dalam). Sebutan yang ada untuk lapisan dalam ini adalah thermal underwear. Fungsi lapisan pertama adalah menjaga agar kulit teatp kering, bukan menjaga panas. Sebaiknya menghindari pakaian dalam yang terbuat dari katun karena apabila bahan ini basah akan susah untuk kering, apalagi di gunung yang beriklim lembab.&lt;br /&gt;• Lapisan kedua : lapisan kedua merupakan lapisan yang berhadapan dengan uap lengas (berair atau lembab) dari badan yang dibawa keluar oleh lapisan dasar. Jadi, lapisan kedua ini harus mampu melepaskannya tanpa mengurangi daya isolasi kehangatannya. Lapisan kedua biasanya berupa pakaian jalan, seperti t-shirt dan celana pendek atau panjang yang terbuat dari gabungan nilon dan polyester.&lt;br /&gt;• Lapisan ketiga : lapisan ketiga berfungsi sebagai penghangat dan biasanya dipakai saat berhenti atau di basecamp. Bahan yang cocok untuk lapisan ketiga adalah pile atau fleece karena selain ringan, bahan ini mampu memberikan kehangatan dalam keadaan lembab sekalipun, namun bahan ini tidak tahan dengan serangan angin dingin.&lt;br /&gt;• Lapisan keempat : lapisan keempat merupakan lapisan luar yang menjaga badan terhadap anging dingin yang cukup kencang. Bahan yang biasa digunkan untuk lapisan ini adalah shell garment dan bahan yang di produksi merk Gore-tex karena mempunyai kemampuan windproof, waterproof dan breathable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu &lt;br /&gt;Sepatu jenis boot pada umumnya sering digunakan untuk mendaki karena kemampuannya melindungi mata kaki. Dalam pemilihan sepatu, disarankan untuk mengambil nomor sepatu lebih besar satu ukuran dari ukuran kaki, karena bagian dalam sepatu boot bisa menjadi lingkungan yang tidak nyaman bagi kaki. Tipe-tipe sepatu boot sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Light Hiker / Trail Boots: terbuat dari campuran bahan fabric (bahan seperti yang dipakai untuk ransel). Solnya fleksibel dan ringan. Jenis sepatu ini cocok digunakan untuk day trips atau perjalanan dengan ransel yang sangat ringan. Jenis ini juga sangat cocok digunakan di areal perkemahan.&lt;br /&gt;• Off Trail Boots: Terbuat dari kulit hingga bagian atasnya. Solnya mempunyai hak dan mempunyai angkle support di bagian atasnya. Jenis ini cocok digunakan pada perjalanan dua atau lima hari dengan ransel ukuran menengah.&lt;br /&gt;• Rough Trail: Terbuat dari kulit hingga atasnya. Sedikit tinggi dan mempunyai angkle support yang kokoh dan kuat serta solnya lebih agresif dengan kembang sol yang cukup tajam . jenis ini cocok digunakan untuk perjalanan panjang dengan ransel ukuran besar dan medan yang berat.&lt;br /&gt;• Double Boots / Mountaineering Boots: Lapisan luarnya terbuat dari plastic, dan ada boot lapisan dalamnya. Sol dengan kembang yang agresif, serta ada cantelan crampon. Jenis ini cocok untuk extreme mountaineering pada medan bersalju.&lt;br /&gt;Ransel&lt;br /&gt;Ransel adalah peralatan utama bagi seorang pendaki gunung. Ransel dan sepatu boot merupakan dua hal yang perlu mendapat perhatian ekstra dari pendaki untuk mendapatkan kenyamanan. Namun, tidak ada satu ransel, keluaran pabrik ternama sekalipun, yang benar-benar nyaman dipakai saat membawa beban yang berat. Nyaman disini maksudnya adalah tidak terlalu membuat seluruh badan kita sakit.&lt;br /&gt;Ada dua tipe ransel, yaitu external frame (ransel berangka luar) dan internal frame (ransel berangka dalam). Pada uraian ini akan lebih membahas internal frame karena lebih cocok di gunakan untuk medan pegunungan di indonesia. Berikut poin-poin penting dalam memilih ransel.&lt;br /&gt;• Pas / cocok : ransel yang tidak pas di badan akan menimbulkan rasa sakit dan tidak stabil.&lt;br /&gt;• Sabuk pinggang yang didesain baik : sabuk pinggang yang baik dapat memindahkan 90% beban ransel tanpa menyebabkan pinggang sakitatau tergesek.&lt;br /&gt;• Bentuk lengkungan : lapisan lembut sabuk bahu dengan strap pengencang bagian atas atau disebut juga strap penggangkat beban berguna untuk memindahkan tekanan berat dari bahu&lt;br /&gt;• Frame / lembar lapisan frame : membantu memindahakan berat ke pinggang dan mencegah tonjolan peralatan yang di-packing di dalam ransek agar tidak menyodok punggung.&lt;br /&gt;• Kapasitas : kemampuan daya angkut dan desainnya cocok untuk perlengkapan yang akan dibawa. &lt;br /&gt;Pada pemakaian ransel, mulailah memakai ransel dengan mengatur sabuk pinggang lebih kencang dari posisi seharusnya di titik tulang pinggang kemudian baru aturlah sabuk bahu sehingga terasa pas dan nyaman. Jika ransel mempunyai tali strap pengencang maka kencangkanlah. Ceklah poin-poin berikut untuk kenyamanan:&lt;br /&gt;• Bagian dalam ransel harus mengikuti bentuk tubuh atau bentuk kontur punggung.&lt;br /&gt;• Bagian bawah sabuk bahu berada pada 1-2 inchi di bawah strap pengencang bagian atas.&lt;br /&gt;• Strap penyeimbang bahu (strap pengencang bagian atas) harus membentuk sudut antara 10 sampai 45 derajat dari bidang datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Membeli Ransel&lt;br /&gt;• Carilah terlebih dahulu ukuran ransel yang pas untuk anda. Anda bisa meminjam ransel dari teman untuk menyesuaikan ukuran ransel.&lt;br /&gt;• Kapasitas ransel dirancang sesuai jenis perjalanan, tinggi tubuh pengguna dan lama perjalanan. Belilah sesuai kebutuhan anda.&lt;br /&gt;• Cobalah selalu back system ransel yang sesuai dengan tubuh anada, bila kesulitan, mintalah bantuan petugas toko.&lt;br /&gt;• Cobalah beberapa ransel keluaran pabrik yang berbeda sebagai perbandingan. Belilah ransel yang sesuai dengan tubuh anda dan hindari membeli ransel yang melebihi kapasitas tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sleeping bag&lt;br /&gt;Sleeping bag merupakan perlengkapan vital bagi seorang pendaki gunung karena dalam suhu yang dingin, sleeping bag bisa menjadi penyelamat jiwa pendaki dari ancama hypothermia. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sleeping bag:&lt;br /&gt;• Pas, tidak terlalu sempit atau longgar&lt;br /&gt;• Penutup kepala adjustable&lt;br /&gt;• Bentuk food box yang pas dengan kaki dan tidak terlalu sempit&lt;br /&gt;• Resleting dua arah sebagai ventilasi&lt;br /&gt;• Ada isolasi pelapis di belakang resleting (draught tube) untuk mencgah hilangnya kehangatan.&lt;br /&gt;Beberapa jenis sleeping bag:&lt;br /&gt;• Tipe semi-rectangular : jenis ini agak menyempit di bagian kaki yang berfungsi penambah penjagaan kehangatan.&lt;br /&gt;• Tipe mummy : jenis ini merupakan jenis yang paling efisien karena bentuknya mengikuti pola tubuh, kemampuan penghangatan yang baik, tidak berat, dan tidak memakan tempat saat di-packing.&lt;br /&gt;• Tipe selimut / tikar : jenis ini mempunyai resleting melingkar setengah bagian sleeping bag, sehingga bisa dibuka lebar dan dipakai sebagai selimut untuk dua orang. tipe ini tidak cocok dengan gunung-gunung tinggi, namun unutk gunung-gunung di indonesia yang tingginya berkisar 3000 meter, tipe ini masih dapat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Membeli Sleeping Bag&lt;br /&gt;• Perhatikan kapan dan dimana sleeping bag akan dipergunakan, belilah sleeping bag yang sesuai dengan kondisi cuaca yang akan dihadapi.&lt;br /&gt;• Perhatikan aktivitas yang dilakukan dengan pemilihan sleeping bag, jika melakukan pendakian di musim hujan, maka bawalah sleeping bag yang terbuat dari bahan sintetis, jika berat menjadi masalah, maka bawalah yang berbahan down atau bulu angsa.&lt;br /&gt;• Perhatikan budget, jika memiliki uang lebih tidak ada salah membeli keluaran pabrik yang sudah teruji kualitasnya.&lt;br /&gt;• Apabila anda sering kedinginan, pilihlah sleeping bag yang hangat, dan apabila anda sering susah tidur, pilihlah sleeping bag yang lega.&lt;br /&gt;• Lakukan sedikit observasi, lihat dan rasakan material lapisan dalam dan jahitan dan bahan luarnya dari beberapa sleeping bag yang berbeda.&lt;br /&gt;• Bukalah terlebih dahulu gulungan sleeping bag jika masih tergulung dan lihat bagian dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenda&lt;br /&gt;Tenda untuk pendakian, pada masa kini, memiliki dua prinsip lapisan pelindung yaitu lapisan dalam yang breatheable dan lapisan luar atau yang bisa disebut flysheet yang terbuat dari bahan waterproof. Dua lapisan tenda ini bertujuan mencegah kondensasi yang merupakan faktor utama dalam kenyamanan di tenda. Kondensasi disebabkan perbedaan suhu dari dalam tenda yang hangat dan lingkungan sekitar tenda yang dingin dan basah. Berikut beberapa kunci penting yang harus dipenuhi oleh tenda. &lt;br /&gt;• Mudah didirikan. Perlu juga diperhatikan jumlah pasaknya dan jenis tendanya, terdapat tenda freestanding atau tenda yang bisa didirikan tanpa dibantu pasak.&lt;br /&gt;• Poles atau rangka tenda yang terdiri dari beberapa bagian yang dihubungkan sebuah tali elastis di dalamnya. Poles harus bisa segera dipasangkan pada tenda lewat kaitan (clips) atau wide sleeves-nya.&lt;br /&gt;• Flysheetnya tahan air, juga dapat menahan sinar UV.&lt;br /&gt;• Bagian dalam diding tenda tidak boleh dilapisi lapisan anti air agar bisa melepaskan kondensasi keluar dari tenda.&lt;br /&gt;• Mempunyai ruang yang cukup dan sebanding dengan rasio beratnya.&lt;br /&gt;• Mempunyai jaring anti serangga pad pintunya.&lt;br /&gt;• Mempunyai beranda (vestibule) yang cukup luas.&lt;br /&gt;• Mempunyai ventilasi yang baik&lt;br /&gt;• Struktur tenda tidak terlalu tinggi, agar lebih tahan terhadap angin.&lt;br /&gt;• Jahitan dan seam sealed-nya menutupi setiap jahitan.&lt;br /&gt;Bedasarkan pengunaanya, tenda dapat dikategorikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Three Season Tents atau tenda tiga musim : tenda ini digunakan dalam pendakian gunung yang beriklim tidak begitu ekstrem. Tenda ini mempunyai konstrukdi yang simpel dan kadang hanya mempunyai satu atau dua rangka. Tenda ini lebih ringan dan ringkas dalam hal packing. Tenda jenis ini banyak digunakan pula oleh para trekker dan backpacker.&lt;br /&gt;• Four season dan expedition tenttenda jenis ini biasa digunakan untuk pendakian gunung-gung tinggi yang beriklim ekstrem. Tenda jenis ini mempunyai konstruksi yang lebih tahan angin dan meterial ang lebih baik daripada tenda three season.tenda jenis ini biasanya memiliki 3-4 rangka atau lebih.&lt;br /&gt;Tipe-tipe tenda berdasarkan bentuk desainnya:&lt;br /&gt;• Tenda Ridge atau Tipe “A”, terdapat dua jenis pengembangan, yaitu Tapered Ridge dan Transverse Ridge. &lt;br /&gt;• Tenda Tunnel&lt;br /&gt;• Tenda Single Hoop&lt;br /&gt;• Tenda Cross Over Pole Dome&lt;br /&gt;• Tenda Geodesic Dome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Membeli Tenda&lt;br /&gt;• Perlu dipastikan apakah tenda tersebut mempunyai ketahanan terhadap air dan stabilitas terhadap kondisi cuaca yang buruk&lt;br /&gt;• Masuklah dalam tenda dan pastikan ruangannya cukup bagi Anda dan perlengkapan anda.&lt;br /&gt;• Tenda harus mudah didirikan, jangan ragu meminta penjual untuk mendemostrasikan cara mendirikannya.&lt;br /&gt;• Pastikan vestibule (teras depan) cukup lebar.&lt;br /&gt;• Pastikan pintu tenda mempunyai cukup akses dan mempunyai jendela dan ventilasi lainnya, selain itu perhatikan apakah pintu dapat tertutup rapat.&lt;br /&gt;• Perhatikan dengan seksama material atau bahan tenda. Perhatikan pula bahan waterproof dan flysheet.&lt;br /&gt;• Perhatikan jahitan dan sambungan pada tenda dalam keadaan baik, juga apakah seriap jahitan dan sambungan diberi lapisan waterproof.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matras&lt;br /&gt;Banyak pendaki pemula yang meupakan peralatan ini, padahal matras sangat berguna untuk melindungi tubuh dari hawa basah dan lembab dari tanah yang sudah tidak mampu ditahan sleeping bag ataupun alas tenda. Tidur tanpa matras dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit paru-paru basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompor &lt;br /&gt;Kompor yang cocok untuk pendakian gunung adalah yang ringan dan mudah di-packing serta mempunyai nyala api yang baik meskipun berada di ketinggian. Berikua adalah jenis-jenis kompor yang biasa digunakan pendaki.--------------gbr 1.22&lt;br /&gt;• Multi-fuel stove : kompor ini berbahan bakar white benzin atau bensin putih, bensin biasa, dan minyak tanah atau kerosin. Mempunyai tabung dan burner yang terpisah namun dihubungkan dengan konektor dari besi. Tekanan api dihasilkan dengan bantuan pompa yang terdapat dalam tabung bahan bakar. Kelebihan kompor ini adalah bahan bakarnya mudah didapat dan termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Dual fuel stove : kompor ini berbahan bakar white benzin dan bensin biasa. Tekanan api dihasilkan dengan bantuan pompa yang terdapat dalam tabung bahan bakar. Kompor ini juga termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Kerosene stove : kompor berbahan bakar minyak tanah ini sudah jarang digunakan pendaki masa kini karena faktor berat. Kompor ini tidak termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Butane stove : Kompor ini berbahan bakar gas butana dalam tabung. Kompor jenis ini memang di desain untuk pendakian gunung. Terdapat dua tipe, tipe fixed dan flexible. Pad tip fixed tabung akan terus tertancap pad abody burner hingga gasnya habis, dan pada tioe flexible, tabung gas dapat dilepas pasang sesuai kebutuhan. Kompor ini tidak termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Esbit stove : kompor ini berbahan bakar esbit atau parafin. Kompor ini sangat ringan dan murah, namun bau hasil pembakaran cukup menusuk hidung.apalagi jika memasak dengan menggunakan kompor ini di dalam vestibule tenda. Kompor ini juga tidak termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Alcohol stove : kompor berbahan bakan spiritus sangat populer di kalangan trekker maupun hiker karena selain bahan bakarnya murah dan mudah didapat. Kompor ini juga bukan termasuk kompor high altitude mountaineering. Kompor jenis ini terkenal dengan merk Trangia.&lt;br /&gt;• White gas stove : kompor ini berbahan bakar white gas atau bensin putih. Desainya sedikit lebih kompak dari yang lain dan juga diseratakan dalam sebuah case yangterintegrasi. Kompor ini juga termasuk kompor high altitude mountaineering.&lt;br /&gt;• Light weight stove dengan butan canister : kompor berbahan bakar butane light  anister ini sangat ringan dan praktis, namuntidak dirancang untuk daerah tinggi dan suhu yang dingin.&lt;br /&gt;Dari berbagai jenis kompor tersebut, perlu diketahui salah satu hal yang membuat kompor mernjadi boros bahan bakar adalah angin, oleh sebab itu sebisa mungkin lindungi api dari angin, salah satu bahan yang mudah dan ringan untuk melindungi angin adalh dengan menggunakan lembaran alumunium foil, karena sifatnya yang tidak bisa terbakar.&lt;br /&gt;Perlengkapan Memasak&lt;br /&gt;Pada dasarnya kebutuhan peralatan masak seorang pendaki adalah dua panci dan satu friying pan (penggorengan). Saat ini banyak jenis peralatan memasak di gunung, salah satunya adalah nesting / misting. Para pendaki Indonesia biasanya menggunakan peralatan memasak yang dipakai tentara karena lebih murah dan terbuat dari alumunium. Jangan lupa pula, untuk membawa piring dan sendok pribadi.&lt;br /&gt;Senter dan Alat Penerangan &lt;br /&gt;Senter adalah perlengkapan yag penting bagi seorang pendaki gunung, walaupun pendakian dilakukan pada siang hari, kita juga perlu menyiapkannya, karena di alam bebas, segala kemungkinan bisa terjadi. Senter yang cocok bagi pendaki adalah tipe headlamp karena dengan tipe ini tangan tetap bebas beraktivitas. Selain senter, saat ini ada lenterra berbahan bakar gas, lentera lilin, dan lentera baterai yang kompak, ringkas dan mudah dibawa. Jika lentera gas dan lilin susah didapat, maka membawa batang-batang lilin adalah pilihan yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botol dan Wadah Penyimpanan Air&lt;br /&gt;Wadah penyimpanan air mutlak dibutuhkan bagi setiap pendaki, namun harus digunakan wadah penyimpanan air yang bagus kualitasnya agar air tidak tumpah dan membasahi seluruh isi ransel. Wadah air sangat beragam, ada yang terbuat dari plastik dan alumunium. Brikut wadah penyimpanan air yang biasa digunakan para pendaki gunung.&lt;br /&gt;• Water case : berbahan plastik dan dapat dilipat apabila airnya habis, sehingga dapat menhemat tempat dalam ransel.&lt;br /&gt;• Botol tahan pecah yang terbuat dari plastik.&lt;br /&gt;• Botol yang terbuat dari alumunium yang sangat populer di kalangan pendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Navigasi, Survival Kit, dan P3K&lt;br /&gt;Peralatan navigasi, P3K dan survival kit perlu kita siapkan untuk menghadapi kemungkinan-kenungkinan terburuk yang terjadi di alam bebas.&lt;br /&gt;Peralatan navigasi&lt;br /&gt;• Peta dan tempat peta&lt;br /&gt;• Kompas bidik&lt;br /&gt;• Altimeter&lt;br /&gt;• Termometer&lt;br /&gt;• Kurvimeter&lt;br /&gt;• Jam tangan&lt;br /&gt;• Protractor / busur derajat&lt;br /&gt;• Penggaris&lt;br /&gt;• Buku catatan dan alat tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survival kit&lt;br /&gt;• Korek api, masukkan korek api dalam tabung film untuk mencegah korek api basah dan lembab.&lt;br /&gt;• Lilin&lt;br /&gt;• Flint atau pengapian&lt;br /&gt;• Kaca pembesar&lt;br /&gt;• Jarum jahit dan benang&lt;br /&gt;• Mata pancing dan benang kail&lt;br /&gt;• Kompas kecil&lt;br /&gt;• Gergaji kawat&lt;br /&gt;• Kawat&lt;br /&gt;• Kantong plastik&lt;br /&gt;• Peniti dalam berbagai ukuran&lt;br /&gt;• Water purification tablet (tablet pemurni air)&lt;br /&gt;• Kaca heliograph&lt;br /&gt;• Kotak survival kit (gunakan yang tahan air)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan P3K&lt;br /&gt;• Bahan pembersih tangan (sabun, alkohol 70%)&lt;br /&gt;• Obat pencuci luka (boor water, povidone, iodine)&lt;br /&gt;• Obat pengurang rasa sakit (paracetamol)&lt;br /&gt;• Bahan pembangkit kesadaran (amoniak,eau de colonge)&lt;br /&gt;• Pembalut cepat&lt;br /&gt;• Pembalut gulung&lt;br /&gt;• Pembalut segitiga&lt;br /&gt;• Kapas&lt;br /&gt;• Plester&lt;br /&gt;• Kasa steril&lt;br /&gt;• Gunting&lt;br /&gt;• Pinset&lt;br /&gt;• Obat-obatan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan Lain&lt;br /&gt;• Topi, yang dianjurkan adalah topi rimba atau semacam topi Jepang, sangat tidak dianjurkan memakai topi yang terlalu lebar.&lt;br /&gt;• Peluit, dianjurakan peluit jenis whistle atau peluit pramuka karena frekwensi bunyi yang dihasilkan tetap, sehingga kekuatan tiupan tidak mempengaruhi kuat bunya yang dihasilkan.&lt;br /&gt;• Balaclava, atau kupluk yang berguna menambah nyenyak tidur kita, menghindakan gigitan serangga, melindungi muka dan telinga dari cuaca dingin, es dan angin.&lt;br /&gt;• Bandana, ikat leher tau kacu segitiga, banyak kegunaanya, misal untuk menghapus keringat, penutup kepala, juga sebagai pembalut pada P3K.&lt;br /&gt;• Sarung tangan, pilihlah sarung tanagn yang bentuknya sesuai dengan tangan, tidak kaku dan disarankan terbuat dari kulit.&lt;br /&gt;• Ikat pinggang, pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat dengan kepala gesper yang tidak besar, namun kuat.&lt;br /&gt;• Second skin, dikenal juga sebagai bicycle pants yang terbuat dari bahan lycra atau spandex berguna menahan gesekan kain celana lapangan terhadap kulit.&lt;br /&gt;• Kelambu, untuk perjalanan melewati rawa-rawa.&lt;br /&gt;• Putis, adalah pembelat betis yang terbuat daru kain katun atau wool yangberfungsi menjaga otot-otot betis agar tetap fit dalam perjalanan panjang.&lt;br /&gt;• Gaiters, atau sarung anti pacet setinggi lutut yang terbuat dari kain tipis dan bagian atas / ujungnya bertali seperti sarung bantal.&lt;br /&gt;• Kaus kaki cadangan, usahakan selalu membawa kaus kaki cadangan, karena kaus kaki yang kita pakai harus selalu kering.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-6077339558982071656?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/6077339558982071656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=6077339558982071656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/6077339558982071656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/6077339558982071656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-persiapan-pengarungan-alam_08.html' title='Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 2'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-7099717757026655545</id><published>2009-05-08T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T20:55:04.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adventure'/><title type='text'>Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 1</title><content type='html'>PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Collin Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka, mengkategorikan kemampuan yang diperlukan oleh para penggiat alam terbuka sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Kemampuan teknis, yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan.&lt;br /&gt;• Kemampuan kebugaran, mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkodisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam.&lt;br /&gt;• Kemampuan kemanusiaan, yaitu pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsertasi, analisa diri, kemandirian serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin. &lt;br /&gt;• Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERENCANAAN PERJALANAN&lt;br /&gt;Dalam melakukan aktivitas di alam bebas diperlukan persiapan fisik, mental, materi, perlengkapan maupun birokrasi yang diperlukan untuk pengarungan alam bebas. Agar sukses dalam perjalanan alam bebas, perencanaan perjalanan harus dimulai sedini mungkin sebelum melakukan perjalanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:&lt;br /&gt;Pemilihan lokasi : Pemilihan lokasi merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk menetapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan tersebut. Selain itu perlu ditentukan waktu perjalanan, kegiatan selama perjalanan, dan dengan siapa kita melakukan perjalanan.&lt;br /&gt;Pengetahuan medan dan studi pustaka : Setelah menentukan lokasi, maka perlu kita mempelajari tentang kondisi medan, iklim, cuaca, jenis vegetasi, satwa-satwa serta bahaya setempat lokasi yang akan kita tuju dengan bantuan peta, buku-buku dan sumber-sumber yang lain. Kita juga harus mengetahui kebudayaan dan kebiasaan masyarakat setempat, selain itu harus dipelajari jalur transportasi untuk mencapai daerah tersebut, berikut alternatifnya, serta biaya dan waktunya.&lt;br /&gt;Penentuan peserta : Penentuan peserta perjalanan, mencakup pemilihan personil, kepemimpinan (leadership), hirarki, deskripsi kerja, dan tanggung jawab para peserta perjalanan serta kemampuan setiap peserta perjalanan.&lt;br /&gt;Administrasi : Setiap daerah pasti berada di bawah kekuasaan suatu pihak, untuk itu perlu dilakukan pengurusan ijin dan surat-surat jalan. Pengurusan ijin dan surat-surat jalan dibutuhkan untuk kelancaran dan keamanan perjalanan.&lt;br /&gt;Persiapan diri : Persiapan fisik, mental, materi, sangat diperlukan untuk pengarungan alam bebas. Latihan fisik perlu dilakukan untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi alam bebas. Pada dasarnya jogging adalah latihan fisik yang sangat cocok untuk pendakian gunung. Namun, sebaiknya kita mengetahui jenis latihan fisik yang cocok untuk tipe perjalanan dan ada baiknya mengkonsultasikan dengan ahli olahraga. Latihan fisik yang cukup juga dapat menambah rasa percaya diri.&lt;br /&gt;Tips dalam Merencanakan Rute Pendakian&lt;br /&gt;• Jarak, rata-rata pendaki mampu berjalan 8-16 km per hari dengan membawa ransel yang penuh.&lt;br /&gt;• Medan dan kondisi jalan setapak akan mempengaruhi kemampuan fisik seorang pendaki. Lebihkan perencanaan waktu pendakian untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.&lt;br /&gt;• Hari pertama di alam bebas merupakan fase penyesuaian diri dengan alam, ransel, sepatu dan gerakan fisik. Ada abiknya melakukan latihan fisik sebelum pendakian.&lt;br /&gt;• Hari istirahat, ada baiknya menambahkan satu hari untuk beristirahat agar tubuh tidak terlalu letih.&lt;br /&gt;• Kemampuan diri, hindari rencana pendakian melebihi kemampuan fisik dan pengetahuan tentang pendakian gunung.&lt;br /&gt;• Alternatif, ada baiknya menambahkan rute cadangan sebagai altertatif jalur utama apabila tidak bisa dilalui karena suatu hal.&lt;br /&gt;• Hindari musim pendakian yang ramai pengunjung karena dapat membuat kita tidak begitu bisa menikmatinya dan dapat menambah kerusakan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAFETY (KESELAMATAN)&lt;br /&gt;Untuk keadaan berbahaya, dapat dilakuakn penggolongan faktor penyebabnya, yaitu bahaya subyektif dan bahaya obyektif.&lt;br /&gt;• Bahaya subyektif, adalah potensi bahaya yang berada dibawah kendali manusia yang melakukan kegiatan, contohnya pemilihan alat yang salah, kesalahan perhitungan logistik, dll.&lt;br /&gt;• Bahaya obyektif, adalah potensi yang berada di luar kendali manusia, misalnya badai, banjir, panas, dll.&lt;br /&gt;Semakin subyektif suatu bahaya, maka akan semakin dapat diperkirakan terjadinya dan dapat dihindarkan. Sebaliknya, semakin obyektif suatu bahaya, maka akan semakin sukar diperkirakan dan sukar dihindarkan. Oleh sebab itu, setiap peserta perjalanan haruslah terlatih dan waspada akan kemungkinan kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;ETIKA PERJALANAN&lt;br /&gt;Sebelum melakukan perjalan, perlu mempelajari masalah sosial, baik pendidikan, kebudayaan, kehidupan serta kebiasaan masyarakat desa. Hal ini penting di pelajari bagi para pendaki agar para pendaki dapat menghormati segala bentuk norma, adat istiadat, aturan, larangan dan pantangan masyrakat desa sekitar tujuan pendakian, walaupun hal itu bertentangan dengan nurani dan akal sehat kita. Yang perlu diperhatikan, kita tidak perlu menyombongkan diri dan berbicara tinggi serta memamerkan barang-barang mewah yang kita miliki, namun kita sedikit banyak kita dapat membagi pengetahuan dan kemampuan kitadengan masyarakat desa, seperti pendidikan dan penyuluhan kesehatan. Perilaku baik kita akan menimbulkan kesan yang baik pula bagi masyarakat sekitar. &lt;br /&gt;OUTDOOR LEADERSHIP&lt;br /&gt;Tidak semua orang mempunyai kemampuan pemimpin, namun perlu bagi setiap orang, terutama pendaki, untuk mempelajarinya karena keputusan dan kepemimpinan yang baik di lam bebas akan menghasilkan suatu kesuksesan. Berikut adalah kemampuan yang perlu dibina oleh seorang pemimpin di alam bebas.&lt;br /&gt;Competence : pemimpin dari grup perjalanan tidak harus seorang yang jago dalam panjat tebing, peta kompas atau lainnya, namun seorang yang kompeten dengan kemampuan teknik pengorganisasian yang baik akan lebih efektif sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Self-awareness : dengan melakukan self awarness atau mawas diri, seorang dapat melihat dan menilai ssuatu dengan benar. Mawas diri seorang pemimpin mempunyai rasa prasangka, ketakutan, kekuatan dan kemampuan mempelajari dan juga bagaimana semua ualitas tersebut mempengaruhi keputusannya. Mawas diri tidak akan membuat seorang pemimpin melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan.&lt;br /&gt;Penilaian dan Kemampuan Memutuskan : kemampuan membuat keputusan yang berkualitas, Keputusan yang berdasarkan penilaian yang baik, yang dapat dipakai serta rasa aman, bisa melindungi lingkungan dan juga bisa menyuksskan tujuan perjalan. Membuat suatu keputusan haruslah bisa merfleksikan mengapa keputusan itu dibuat, keputusan tersebut merupakan yang terbaik untuk grupnya, serta harus mampu mengambil keputusan secara cepat dsst menghadapi situasi yang kritis.&lt;br /&gt;Toleransi pada Kemalangan dan Hal yang Tidak Pasti : pada saat situasi kristis dan kondisi yang tidak pasti suatu kepempinan yang kuat sangat dibutuhkan. Pemimpin suatu ekspedisi alam babas haruslah mempunyai mental yang telah dipersiap untuk menghadapi situasi kritis dan tidak pasti. Walaupun tidak mengetahui secara jelas penyelesaian suatu problem, ia tetap bersikap tenang, bersikap penuh pertimbangan, tetap berusaha mencari jalan keluar, dan yang terpenting mendapat kepercayaan seluruh anggota tim.&lt;br /&gt;Expedition Behavior : expedition behavior sanat pnting bagi sutu efektivitas kepemimpinan karena erat hubungannya dengan kmampuan dalam merencanakan sebuah pejalanan denganbaik dan terperinci.&lt;br /&gt;Komunikasi : Pemimpin yang baik adalah komunikator yang baik karena harus membangun komunikasi antara pemimpin dan anggota dengan baik unutk mengetahui keinginan anggota pada pemimpin, maupun keinginan pemimpin pada anggota.&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkah untuk membagun Self-Leadership&lt;br /&gt;• Bertanggungjawablah pada diri sendiri&lt;br /&gt;• Bertanggung jawab pada apa yang anda pelajari&lt;br /&gt;• Tahu resiko dari perkataan&lt;br /&gt;• Miliki apa yang anda katakan&lt;br /&gt;• Jika perlu melakukan sesuatu, lakukanlah&lt;br /&gt;• Jika tidak mengerti, tanyakan&lt;br /&gt;• Nikmati sekeliling anda&lt;br /&gt;• Periharalah rasa humor&lt;br /&gt;• Bantulah yang lain untuk belajar dan sukses&lt;br /&gt;• Berbaik hati&lt;br /&gt;• Dorong semangat anda&lt;br /&gt;• Jika ada hal yang tidak aman untuk grup anada, jangan lakukan&lt;br /&gt;• Partisipsi dan observasi&lt;br /&gt;• Belajarlah dari pengalaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-7099717757026655545?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/7099717757026655545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=7099717757026655545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/7099717757026655545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/7099717757026655545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/adventure-persiapan-pengarungan-alam.html' title='Adventure: PERSIAPAN PENGARUNGAN ALAM BEBAS part 1'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-9152357131188707480</id><published>2009-05-08T11:51:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T11:54:09.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Encompass'/><title type='text'>ENCOMPASS INDONESIA : PRESENTATION AND OPEN RECRUITMENT</title><content type='html'>ENCOMPASS TRUST, an affiliation for international young people to promote tolerance and understanding through the outbound activities based in London, United Kingdom and YEPE (Young Pioneer), a non-profit organization dealing with natural and adventurer activities based in Malang, Indonesia. Give opportunities to Indonesian youth to take part in the ENCOMPASS TRUST prestigious program:&lt;br /&gt;“THE 10TH AND 11TH JOURNEY OF UNDERSTANDING”&lt;br /&gt;November 2009 and February 2010&lt;br /&gt;Outward Bound Centre, UK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MULTI CULTURAL REQUIREMENTS:&lt;br /&gt;1. MALE/FEMALE 18-21 AGE&lt;br /&gt;2. FLUENT IN ENGLISH BOTH ORAL AND WRITTEN&lt;br /&gt;3. HAVING GOOD UNDERSTANDING IN INDONESIAN&lt;br /&gt;CULTURE AND WORLD PEACE ISSUES&lt;br /&gt;4. HAVING A SPECIAL INTEREST IN OUTDOOR&lt;br /&gt;ACTIVITIES&lt;br /&gt;5. HAVING GOOD HEALTH&lt;br /&gt;6. BE ABLE TO PROMOTE TOLERANCE AND&lt;br /&gt;UNDERSTANDING IN COMMUNITY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPEN RECRUITMENTS AND PRESENTATION:&lt;br /&gt;Sunday, 24 May 2009&lt;br /&gt;Ruang Loby Universitas Merdeka Malang Pariwisata&lt;br /&gt;Jl. Bandung Malang&lt;br /&gt;10.00 - untill drop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTACT PERSON&lt;br /&gt;Desi (UM, UIN) 085 645 447 326&lt;br /&gt;Irul (UM) 085 646 583 883&lt;br /&gt;Putu (ITN) 085 234 372 992&lt;br /&gt;Yusuf (UB, UNMER) 081 334 686 676&lt;br /&gt;Hani (UMM) 085 646 435 142 email&amp;facebook: carrot_wortel@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further information about Encompass [url]www.encompasstrust.org[url]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-9152357131188707480?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/9152357131188707480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=9152357131188707480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/9152357131188707480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/9152357131188707480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/encompass-indonesia-presentation-and.html' title='ENCOMPASS INDONESIA : PRESENTATION AND OPEN RECRUITMENT'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-2550619798017408165</id><published>2009-05-08T08:45:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T11:30:21.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bumi'/><title type='text'>Greenpeace University</title><content type='html'>Greenpeace Asia Tenggara mencari calon-calon pemimpin masa&lt;br /&gt;depan…calon-calon aktivis dan penjaga bumi masa depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Apakah kamu orang yang kami cari? *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu siap mengambil kesempatan ini?! Menciptakan perubahan&lt;br /&gt;positif bagi lingkungan kita?! Berdiri dan melakukan perbedaaan demi&lt;br /&gt;melindungi planet kita?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah bagian dari Program *“Greenpeace University”*. Selain melakukan&lt;br /&gt;hal-hal di atas juga mempelajari berbagai keahlian dan menggali&lt;br /&gt;pengalaman untuk menjadi aktivis lingkungan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace University&lt;br /&gt;Greenpeace Asia Tenggara membuka kesempatan untuk untuk belajar menjadi aktivis dan pemimpin untuk perubahan lingkungan yang lebih baik di masa depan. Greenpeace mengundang anda untuk mengikuti program Greenpeace University, sebuah program untuk mempelajari keahlian menjadi aktivis lingkungan di masa depan. ikutilah program yang pertama kali yang dilakukan di Asia Tenggara, dapatkanlah kesempatan untuk mempelajari program pelatihan yang langsung dari pengajar/aktivis Greenpeace yang telah berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah program menarik yang pertama kali diadakan di Asia Tenggara&lt;br /&gt;ini! Dalam program ini kamu akan mengalami proses belajar langsung&lt;br /&gt;selama* 3 bulan* yang tak akan terlupakan, dengan program training yang&lt;br /&gt;sistematis dan pengarahan oleh para pelatih berpengalaman di bidangnya,&lt;br /&gt;dan pengalaman langsung di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta akan menyelami dunia Greenpeace! Disini mereka akan&lt;br /&gt;mengalami berbagai sisi operasi Greenpeace dan juga pelatihan-pelatihan&lt;br /&gt;utama yang penting, seperti kampanye dasar, manajemen proyek, serta&lt;br /&gt;teknik riset. Berdasarkan pelatihan tematik ini, para peserta akan&lt;br /&gt;diberi kesempatan untuk mengaplikasikan langsung pengetahuan yang telah&lt;br /&gt;diperoleh melalui berbagai aktifitas dan tantangan yang relevan dan&lt;br /&gt;diawasi secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa yang sukses menyelesaikan program ini akan diberikan&lt;br /&gt;sertifikat sebagai tanda pencapaian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mengikuti program ini, kamu harus memenuhi kriteria berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Berusia antara 20-25 tahun&lt;br /&gt;* Mampu dan mengerti bahasa Inggris baik lisan maupun tertulis&lt;br /&gt;* Bisa mengoperasikan komputer&lt;br /&gt;* Memiliki komitmen dan keinginan kuat untuk menyelamatkan&lt;br /&gt;lingkungan hidup&lt;br /&gt;* Bersemangat, antusias dan bersedia untuk bekerja keras, belajar&lt;br /&gt;secara mandiri dan terus menerus menantang diri sendiri&lt;br /&gt;* Percaya diri, proaktif dan berorientasi pada hasil&lt;br /&gt;* Bisa bekerja sama dalam tim dengan perilaku positif&lt;br /&gt;* Bersedia berkomitmen untuk mengikuti program ini secara penuh&lt;br /&gt;selama 3 bulan (40 jam per minggu) secara sukarela (catatan: akan&lt;br /&gt;disediakan uang saku hanya untuk menutupi biaya transportasi lokal&lt;br /&gt;selama mengikuti program di Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan mengirimkan lamaran ke gpuniversity.id@greenpeace.org disertakan essai sebanyak 500 kata memaparkan "Mengapa kamu ingin menjadi suara baru bagi masa depan planet bumi, dan mengikuti program Greenpeace University" (dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) lamaran dan essai kami tunggu sampai 10 Mei 2009d&lt;br /&gt;Jadilah aktivis lingkungan masa depan dan bergabung dengan Greenpeace&lt;br /&gt;University!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Greenpeace *hadir karena bumi yang rapuh ini perlu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© 2008 Greenpeace Southeast Asia - Indonesia Office&lt;br /&gt;Jl. Cimandiri 24, Cikini, Jakarta, Indonesia 10330&lt;br /&gt;Tel: +62 21 310 1873| Fax: +62 21 310&lt;br /&gt;2174|supporterservices.id@...&lt;br /&gt;&lt;mailto:supporterservices.id@...&gt;(Kirim komentar anda ke&lt;br /&gt;email ini.).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-2550619798017408165?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/2550619798017408165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=2550619798017408165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2550619798017408165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2550619798017408165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/greenpeace-university.html' title='Greenpeace University'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-8058582746613413280</id><published>2009-05-08T04:55:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T05:47:49.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YEPE'/><title type='text'>Profil YEPE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgNZ2peGKJI/AAAAAAAAAA4/2xwoWTqFQco/s1600-h/LOGO+YEPE+BESAR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgNZ2peGKJI/AAAAAAAAAA4/2xwoWTqFQco/s320/LOGO+YEPE+BESAR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333205179116693650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHani%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1790390086; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1505725796 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam YEPE (Young Pioneers), merupakan suatu organisasi yang mendedikasikan diri di bidang pendakian gunung, penjelajahan alam, dan kegitan berbasis alam terbuka lainnya. YEPE didirikan pada 1 November 1969 oleh empat orang pemuda, yaitu Heroe Soeprapto (YP-01-P), Alex Pitoyo (YP-04-P), G. Soebandi (YP-05-P), dan Soedarmadji (YP-08-P) di puncak Mahameru (Gunung Semeru 3676 mdpl). Nama organisasi (pada pertama kali didirikan bernama Young Pioneers Mountain Climber atau YPMC) sediri sengaja dipilih yang tidak mengandung unsur pencinta alam (PA), karena para pendiri lebih ingin mewujudkan dalam aktivitas, bukan nama. Latar belakang didirikan YEPE berdasarkan pada sutu pemikiran untuk menciptakan wadah kegiatan positif yang mampu meredam laju dekadensi moral remaja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pada masa itu dimana kerap terjadi pergaulan bebas, alkolisme, dan penggunaan obat-obat terlarang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pada 16 Maret Februari 1972, YEPE mengalami duka yang mendalam atas meninggalnya dua orang anggota YEPE (Soebiyanto dan Tony Prihastono)di Ayek-Ayek, lereng gunung Semeru. Kepeninggalan dua anggota YEPE ini membulatkan tekad YEPE dalam untuk meneruskan cita-cita organisasi sesuai dengan moral dan cita-cita bangsa yang diprasastikan dalam “Ikrar Anak-anak Suku YEPE” yang isinya kurang lebih: “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami segenap anggota Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam YEPE, dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab serta disiplin yang tinggi dengan ini berjanji bahwa kami akan bertekad untuk meneruskan cita-cita organisasi sesuai dengan moral dan cita-cita bangsa.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sekitar tahun 70-an di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak berdiri organisasi/klub pencinta alam yang menimbulakn kompetisi yang tidak sehat antar organisasi pencinta alam. Berdasarkan keadaan tersebut Kapolresta Malang pada saat itu, Letkol Anton Sudjarwo, mengusulkan dibentuknya wadah persatuan organisasi pencinta Alam se-karesidenan Malang yang direalisasikan dalam suatu perkumpulan bernama MAHAMERU, dimana YEPE juga merupakan salah satu perintis pendiriannya. Namun, pada tahun 1976, dilatarbelakangi oleh perbuatan beberapa pengurus dan anggota organisasi MAHAMERU yang dinilai tidak pantas oleh YEPE pada saat Dies Natalis YEPE ke-6 di Coban Rondo, akhirnya YEPE memutuskan mengeluarkan diri dari MAHAMERU karena ketidak sesuaian ideology terutama dalam masalah minuman keras (alcohol) dan narkotika. Sebagai pemrasatian ideology tersebut, YEPE, Waparsa, Adonis dan Y.E.M mencetuskan Ikrar Lembah Kembar yang intinya menentang penggunaan alcohol dan obat-obatan terlarang serta penyalahgunaan seks di alam terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Lagu kebangsaan YEPE adalah lagu “We Shall Overcome”, dimana lagu ini merupakan lagu semangat juang tentara Amerika dalam Perang dunia II. Lagu tersebut terbukti telah mampu menumbuhkan semangat bagi rekan-rekan YEPE dalam kondisi yang paling &lt;i style=""&gt;down&lt;/i&gt; sekalipun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bendera dan lambang YEPE bergambar segi Enam berbentuk perisai suku Dayak Kalimantan yang melambangkan budaya Indonesia, serta delapan mata tombah kearah seluruh penjuru mata angin dengan arti bahwa dalam perjalanan alam anggota YEPE kesegala arah selalu berpedoman pada nilai-nilai Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam YEPE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kegiatan YEPE saat ini antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Basic Training (BATRA) bagi calon anggota (saat ini      menuju Basic Training untuk angkatan BATRA-23).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pembuatan buku-buku yang berhubungan dengan      kegiatan alam terbuka (not published yet)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ekspedisi (Ekspedisi terakhir adalah Ekspedisi      Binaiya-Pulau Seram-Maluku pada Februari-Maret 2009&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pemberangkatan anggota YEPE ke Inggris untuk      mengikuti program EncompassTrust yang memiliki misi untuk menumbuhkan      toleransi antara perbedaan ras, suku, agama, dan budaya (setiap tahun      sejak tahun 2001 beberapa anggota telah dan akan diberangkatkan)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Beberapa anggota YEPE telah menjadi fasilitator dan      instruktur di Baung Camp.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Informasi lebih lanjut mengenai YEPE&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sekretariat YEPE Jl. Metro 15 Bunulrejo, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;bph_yepe@yahoo.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-8058582746613413280?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/8058582746613413280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=8058582746613413280' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8058582746613413280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8058582746613413280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/05/profil-yepe.html' title='Profil YEPE'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgNZ2peGKJI/AAAAAAAAAA4/2xwoWTqFQco/s72-c/LOGO+YEPE+BESAR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-7720608528192580877</id><published>2009-04-25T09:40:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T10:06:09.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Masa Postmodernisme</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA MASA POSTMODERNISME&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;LATAR BELAKANG MUNCULNYA POSTMODERNISME&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Postmodern adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan implikasi sosial budaya serta seni kontemporer yang berkembang apda akhir abad 20 dan awal abad 21. Perkembangan ini ditandai dengan globalisasi, era konsumerisme, dan komoditasi pengetahuan. Postmodernisme juga digunakan untuk menandai periode seni, desain dan arsitektur yang dimulai pada tahun 1950-an sebagai respon terhadap gaya desain modernisme. Postmodernisme merupakan kritik terhadap modernisme dengan penolakan gaya hidup mapan generasi tua, sikap kritis yang mendukung paham atau isu-isu dunia ketiga, mengakomodir sikap individu akibat tren budaya massa dan melahirkan beberapa subbudaya diluar budaya utama&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tanda-tanda budaya postmodern antara lain:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ekletisme,      adalah pemikiran atau upaya untuk menggabungkan nilai dan unsur lama      dengan unsur baru, tradisional dengan lokal. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Subculture,      Lyotard mengartikan postmodern sebagai ketidak percayaan terhadap segala      pemikiran, referensi atau narasi besar (pemikiran yang menguasai secara      totaliter). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jika narasi      besar adalah liberalisme atau kapitalis, semantara narasi kecil adalah      marxisme, narasi kecil yang lain adalah feminisme, persamaan hak bagi gay,      lesbian, etnografi, lintas budaya, dll. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Deskontruksi,      modernisme percaya pada keteraturan, formalitas yang rasional, maka postmodern      menolak semua itu dengan memunculkan konsep deskontruksi. Namun sebagian      pemikir postmodern percaya bahwa modernisme dapat diperbaiki sebagian demi      sebagian tanpa harus menolak dan menciptakan deskontruksi&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Parodi, modernisme      berati bersifat rasional, funsional, sistematis. Postmodern menolaknya      karena diangga menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang penuh dengan      perasaan. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hiperealitas,      hilangnya batas seni dan kehidupan. Banyak karya seni yang ditampilakn di      ruang publik, trotoar, tembok jalan, eksperimental seni, seni kejadian,      konsepsi, instalasi, dll&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kistch, lahirnya      seni yang tidak berpedoman pasa arus utama kesenian. Seni pop dan seni      massa diangkat sebagai salah satu bagian dari seni garda depan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Doublecoding, seni      yang tidak lagi memiliki makna tunggal. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Segala bentuk yang mungkin untuk bermakna      ganda, parodi dan juga ironi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;KARAKTERISTIK DESAIN POSTMODERNISME&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Postmodern banyak diwarnai dengan adanya arsitektur urban, bentuk-bentuk dekoratif yang mengacu pada sejarah dan cenderung non-ortogonal. Karakteristik desain grafis pada masa postmodernisme, antara lain:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tipografi yang      semakin kreatif dan inovatif, tipografi tidaklah lagi hanya sekedar      tulisan tetapi sudah menjadi bagian dari image. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Permainan headline      dan subheadline.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pencampuran      berbagai aliran desain grafis pada masa-masa sebelumnya di dalam satu      karya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Artistik      denganpenggunaan teknik fotografi yang semakin berkembang.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Penggunaan      letterforms sebagai image&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="PT-BR"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;TOKOH-TOKOH DESAIN GRAFIS POSTMODERNISME&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tokoh-tokoh yang paling berpengaruh pada masa Postmodern, antara lain:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;1.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Niklaus Toxier&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gregory Cutshaw&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Damia Mattews&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sedangkan tokoh-tokoh Postmodern lainnya, antara lain:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Tibor&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kalman&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rubin &lt;span class="SpellE"&gt;Cordano&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Fabien&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ferri&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Mcray&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Mackleby&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;PENGARUH POSTMODERNISME TERHADAP DESAIN GRAFI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;S&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ciri-ciri budaya postmodern, antara lain: ekletisme, subculture, deskontruksi, parodi, hiperealitas, kistch, doublecoding sangat mempengaruhi desain grafis yang berkembang di masa postmodern. Desain grafis postmodern cenderung berkarakter: menggabungkan nilai dan unsur lama dengan unsur baru, tradisional dengan lokal; memunculkan konsep deskontruksi; menolak rasionalitas, funsionalitas, sistematisasi; menghilangkan batas seni dan kehidupan, contohnya banyak karya yang ditampil akan di ruang publik, trotoar, tembok jalan, dll; lahirnya karya desain yang tidak berpedoman pasa arus utama kesenian dan mengangkat budaya pop dan budaya massa; dan karya desain yang tidak lagi memiliki makna tunggalnamun bermakna ganda, parodi dan juga ironi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-7720608528192580877?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/7720608528192580877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=7720608528192580877' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/7720608528192580877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/7720608528192580877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-masa_3218.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Masa Postmodernisme'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-4963080221770767820</id><published>2009-04-25T09:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T09:39:35.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Masa Modernisme</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA MASA MODERNISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;LATAR BELAKANG MUNCULNYA MODERNISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Modernisme adalah sebuah kecenderungan berpikir yang menyatakan bahwa manusia memiliki kekuatan untuk membuat, meningkatkan dan membentuk kembali lingkungan dengan bantuan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan percobaan praktis. Modernisme merupakan serangkaian pergerakan kebudayaan yang mengakari perubahan di masyarakat Barat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Istilah modernisme mencakup serangkaian pergerakan perubahan di bidang seni, arsitektur, musik, literatur dan seni-seni terapan. Pada intinya, modernisme meninggalkan pemikiran dan budaya klasik dan menuju pemikiran dan budaya yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan modern dan rasionalitas. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah &lt;i style=""&gt;Form follow Function&lt;/i&gt; yang di lontarkan oleh Louis Sullivan. Simbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan ´bahasa mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan ´estetika mesin´.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Terdapat banyak perdebatan mengenai kapan pertama modernisme muncul, namun modernisme seni di Eropa telah dimulai sejak abad ke-18, dimana pada masa ini telah ditemukan teori relatifitas, dimulainya industrialisasi serta ilmu pengetahuan sosial yang memunculkan gaya-gaya baru dalam bidang seni. Gebrakan-gebrakan seni pada awal abad ke 19 dapat dilihat dari munculnya gaya lukisan &lt;span style=""&gt;abstrak ekspresionis&lt;/span&gt; di tahun 1903 yang dipelopori oleh &lt;span style=""&gt;Wassily Kandinsky&lt;/span&gt; dan bangkitnya &lt;span style=""&gt;gaya kubisme &lt;/span&gt;di tahun 1908 yang dipelopori &lt;span style=""&gt;Pablo Picasso&lt;/span&gt; dan &lt;span style=""&gt;Georges Braque&lt;/span&gt;. Pergerakan modernisme tidak lepas dari peranan dua&lt;span style=""&gt; kelompok besar modernisme&lt;/span&gt; yang menggusung kuat seni modern di Eropa dan kemudian diadopsi hingga ke Amerika yaitu &lt;span style=""&gt;Bauhaus (Jerman)&lt;/span&gt; dan &lt;span style=""&gt;de Stijl (Belanda)&lt;/span&gt;. Kelompok ini dikenal sebagai pengembang ide-ide baru yang berkaitan dengan seni, arsitektur, desain dan pendidikan seni. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;KARAKTERISTIK DESAIN MODERNISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dalam modernisme terdapat beberapa gaya desain yang berkembang antara lain Bauhaus, International atau Swiss Style, De Stijl, dan Art Deco.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bauhaus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Adalah sebuah istilah yang berasal dari &lt;i style=""&gt;Staatliches Bauhaus&lt;/i&gt;, sebuah sekolah seni dan arsitektur di Jerman yang beroperasi dari 1919 hingga 1933. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Setelah dibubarkan Nazi, Bauhaus berpindah ke Amerika Serikat pada 1937 hingga 1938. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bauhaus merupakan sekolah dengan pendekatan pengembangan dan pemikiran desain. Dengan sistem sekolah yang menggabungkan seni terapan, yakni seni, arsitektur, desain dan kriya sebagai suatu kesatuan dengan tekhnologi. Sistem pendidikan &lt;i style=""&gt;Vorkurs&lt;/i&gt; yang dikembangkan oleh Johannes Itten memungkinkan proses belajar sekaligus praktek. Ide-ide baru diberikan oleh Paul Klee dan Vassily Kandinsky yang mengajar di Bauhaus pada tahun 1920-1921, Klee menggabungkan seni rupa modern dengan seni primitive dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual, sedangkan Kandinsky menggunakan konsep bahwa warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri. Johannes Itten menerapkan metode kursus dasar yang sampai sekarang digunakan pada pendidikan tinggi desain hingga akhirnya pada 1923 ia keluar dari Bauhaus karena perbedaan pendapat dan dianggap mengajar tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang menekankan pada rasionalisme dan desain untuk mesin. Jasa Bauhaus yang terbesar bagi dunia antara lain: menciptakan metode pendidikan senirupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu; memberi bentuk yang jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian dikenal dengan &lt;i style=""&gt;International Style&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Secara singkat dapat disebutkan beberapa prinsip yang berlaku dalam pengajaran Bauhaus:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;dipengaruhi      seni ekspresionisme, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;penggunaan      garis bauhutte, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;penggabungan      seniman dan kriyawan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;pendekatan      rasionalisme dan desain untuk mesin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;De Stijl&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;De Stijl adalah pergerakan seni di Belanda yang dimulai pada 1917. dalam pengertian yang lebih dalam, istilah De Stijl mengacu pada pekerjaan yang dihasilkan oleh sekelompok seniman Belanda. &lt;/span&gt;De&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="EN-ID"&gt;stijl&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; juga merupakan nama salah satu jurnal yang diterbitkan oleh pelukis dan kritisi seni Theo van Doesburg, yang isinya menyebarkan teori kelompok seniman tersebut. Hampir seperti van Doesburg, anggota utama kelompok tersebut adalah pelukis Piet Mondrian dan Bart van der Leck, dan juga arsitek Gerrit Rietveld dan J.J.P.Oud. De Stijl merupakan pendukung abstrak murni dan penguniversalan dengan pengunaan bentuk-bentuk dan warna-warna dasar. Salah satu tokoh De Stijl, Modrian, awalnya dipengaruhi oleh kubisme picasso, namun ia menghilangkan berbagai garis vertikal dan horizontal dan menghasilkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Neo Plastisisme yang masih merupakan bagian dari De Stijl. Karyanya yang terkenal adalah Compasition with Red, Yellow, Blue and Black Composition (1921). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Karakteristik De Stijl adalah :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;bersifat tidak representasional, tidak ilusif      ataupun naratif&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan bentuk-bentuk geometris, dengan      konstruksi yang sangat teknis yang merupakan perkembangan aliran      konstruktivisme&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan warna-warna dasar (warna biru, merah,      kuning, hitam, putih), &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan komposisi asimetris&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan garis vertikal dan horizontal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;International atau Swiss Style&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;International atau Swiss Style didasarkan pada prinsip revolusioner seperti De Stijl, dan Bauhaus. &lt;st1:city st="on"&gt;Gaya&lt;/st1:city&gt; ini muncul di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Switzerland&lt;/st1:country-region&gt; pada 1950-an dan menjadi &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; grafis utama di dunia pada atahun1970-an dikarenakan kuatnya keterikatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini dengan unsur-unsur tipografi. International Style ini diaplikasikan terutama dalam desain &lt;i style=""&gt;corporate identity&lt;/i&gt; dan periklanan dalam bentuk poster, . &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; desainer International Style adalah para desainer yang sangat perfeksionis dalam bentuk dan tipografi dengan desainnya yang minimalis dan lebih mengutamakan pesan yang disampaikan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Karakteristik International Style adalah :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;berkesan dingin dan impersonal &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;bersifat minimalis, simple, rasional, disusun dengan cermat dan serius, jelas, objektif dan harmonis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;pemanfaatan grid-grid dan prinsip matematika untuk mengorganisir elemen-elemen grafis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;penggunaan komposisi simetris dan simetris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;penggunaan fotografi hitam-putih daripada gambar ilustrasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;penggunaan jenis huruf sans serif ( umumnya jenis Helvetica)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Art Deco&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Art Deco merupakan gaya dalam desain yang terinspirasi dari kehebatan mesin, transportasi, pesawat terbang, kapal, dan industri otomotif. Art Deco dipengaruhi oleh kubisme dan fauvisme serta gaya Mesir dan Indian Aztec. Apabila kaum modernis menjunjung fungsionalisme dan formalisme, maka Art Deco tampil mewah dan berselera kelas atas. Art Deco tidak selalu berhubungan dengan kemewahan, namun menggunakan bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Karakteristik Art Deco adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;penggunaan      bahan-bahan seperti alumunium, stainless steel, lacquer, inlaid wood,      kulit hiu (sharkskin), dan kulit zebra (zebraskin) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;penggunaan      bentuk-bentuk bersifat trapezoid, zigzag, geometri, dan bentuk puzzle&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan garis-garis zig-zag yang tebal, bentuk      putus-putus, sapuan kurva (berbeda dengan kurva berliku pada Art Nouveau),      motif-motif chevron, dan motif pancaran matahari&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;penggunaan gradasi warna yang halus, efek kilauan      atau lengkungan logam&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;TOKOH-TOKOH DESAIN MODERNISME&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bauhaus&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="width: 432pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="576"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Walter Groupius&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;pendiri Bauhaus dan direktur   Bauhaus hingga 1928&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Johannes Itten&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;seorang pelukis modern dan direktur sekaligus pengajar Bauhaus yang   pertama kali menerapkan metode kursus dasar sebagaimana yang diterapkan pada   pendidikan tinggi desain. Tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena metode   yang diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang lebih   menitikberatkan pada rasionalisme dan desain untuk mesin.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;L. Mies Van der Rohe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;direktur Bauhaus yang terkenal dengan ungkapannya, ‘&lt;i style=""&gt;Less is More’.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;Paul Klee &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;(1920-1922)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;pengajar Bauhaus yang Klee menggabungkan seni rupa modern dengan seni   primitif dan gambar anak dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi   komunikasi visual&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;Vassilly   Kandinsky&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;(1920-1922)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;mengajarkan bahwa warna &amp;amp; bentuk memiliki nilai-nilai spiritual   &amp;amp; makna tersendiri.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Van Doesberg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pengajar Bauhaus dari   De Stijl yang mengajarkan metode yang sangat rasional dan universal, terutama   pada desain furniture dan tipografi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;International atau Swiss Style&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="width: 432pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="576"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Emil Ruder&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;(1914–1970)&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seorang tipografer dan desainer   grafis berkebangsaan Swiss yang bekerjasama dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Armin_Hofmann" title="Armin Hofmann"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Armin   Hofmann&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk mendirikan sekolah seni &lt;st1:city st="on"&gt;Basel&lt;/st1:city&gt;   (&lt;i style=""&gt;Schule für Gestaltung Basel)&lt;/i&gt; dan   membuat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   desain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/International_Typographic_Style" title="International Typographic Style"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Swiss Style&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;Armin Hoffman&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seorang   desainer grafis berkebngasaan Swiss yang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Emil_Ruder" title="Emil Ruder"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="FI"&gt;Emil Ruder&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="FI"&gt;sebagi kepala dari departemem desain grafis di sekolah   seni Basel (&lt;i style=""&gt;Schule für Gestaltung Basel&lt;/i&gt;)   dan mengembangkan gaya desain &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/International_Typographic_Style" title="International Typographic Style"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="FI"&gt;Swiss Style&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;De Stijl&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="width: 432pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="576"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Theo van Doesburg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pelukis, kritisi seni, pelopor &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   De Stijl dan penerbit jurnal De stijl&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Piet Mondrian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;pelukis , pelopor &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; De Stijl ,   menghasilkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   Neo Plastisisme yang masih merupakan bagian dari De Stijl. Karyanya yang terkenal   adalah Compasition with Red, Yellow, Blue and Black Composition (1921).&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;Bart van der   Leck&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;pelukis, pelopor gaya   De Stijl.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;Gerrit Rietveld&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;arsitek, pelopor gaya   De Stijl.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 0.9pt; line-height: 150%;"&gt;J.J.P. Oud&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;arsitek, pelopor gaya   De Stijl.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Art Deco&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="width: 432pt; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="576"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.7pt;" valign="top" width="28"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 114.3pt;" valign="top" width="152"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Adolphe Mouron   Cassandre&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;(1901 –1968)&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 297pt;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30.6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Merupakan pelukis,   seniman poster komersial dan desainer typeface berkebangsaan Ukraina-Perancis   yang sangat berpegaruh dalam perkembangan Art Deco.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PENGARUH MODERNISME TERHADAP DESAIN GRAFIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pada 1930, Modernisme telah menjadi budaya populer. Dengan meningkatnya populasi urbanisasi, Modernisme mulai dilihat sebagai sumber pemikiran untuk menghadapi tantangan-tantangan pada masa itu. Budaya populer, yang bukan dihasilkan dari kebudayaan tinggi, namun dari apa yang populer dalam suatu kondisi sosial dimana budaya tersebut diterima dan populer diantara masyarakat yang semata-mata merupakan hasil produksi dari industri budaya. Pemikiran modern dalam seni muncul dalam bentuk komersial dan logo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;London Underground yang merupakan contoh awal dari kebutuhan akan simbol visual yang jelas, mudah dipahami dan diingat. &lt;/span&gt;Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (&lt;i style=""&gt;great versatility&lt;/i&gt;). Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) kemudian menciptakan peta kereta bawah tanah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;London&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; (&lt;i style=""&gt;London Underground Map&lt;/i&gt;) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tahun-tahun sekitar dan setelah Perang Dunia II, desain grafi dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; modern telah menyebar luas dalam penerimaan dan aplikasinya. Ekonomi Amerika yang membaik menyebabkan kebutuhan yang besar akan desain grafis terutama dalam periklanan dan pengemasan. Imigrasi dari sekolah desain Bauhaus Jerman ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Chicago&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pada 1937 membawa sebuah “produksi massal” minimalisme ke Amerika, diciprati dengan semangat arsitektur dan desain modernisme yang membara. Paul Rand yang sejak akhir 1930-an hingga kematinnya mengambil prinsip-prinsip Bauhaus dan mengaplikasikannya menjadi desain periklanan dan logo yang popular, membantu untuk menciptakan pendekatan unik Amerika pada minimalisme Eropa sehingga menjadi salah satu dari prinsip pelopor dari salah satu cabang desain grafis yang dikenal dengan &lt;i style=""&gt;corporate identity&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;The &lt;st1:placename st="on"&gt;New York&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:placetype&gt; adalah sebuah kelompok informal yang terdiri dari penyair, pelukis dan musisi amerika yang aktif pada 1940-an, 1950-an, and 1960s-an di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. Untuk kepentingan desain grafis, &lt;st1:placename st="on"&gt;New York&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:placetype&gt; mengadakan kelompok desainer grafis yang aktif selama 1950-an did an sekitar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. Generasi yang lebih tua dari desainer ini telah lenyap dari Eropa lebih dahulu pada abad tersebut, ketika yang lebih muda terdiri dari murid-murid yang dididik di institusi-institusi seperti Cooper Union, Blackmountain College dan School of the Art Institute of Chicago, dan menjadi pendidik diri mereka sendiri, membentuk serentetan desain yang inovatif dan modern. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-4963080221770767820?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/4963080221770767820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=4963080221770767820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/4963080221770767820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/4963080221770767820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-masa_24.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Masa Modernisme'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-965519593047713594</id><published>2009-04-25T09:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T09:10:25.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Art Nouveau</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA MASA ART NOUVEAU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;LATAR BELAKANG MUNCULNYA ART NOUVEAU&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;merupakan sebuah pergerakan gaya internasional dalam seni, arsitektur dan seni-seni terapan terutama seni-seni dekoratif yang mencapai puncak popularitas pada 1890-1905. Art Nouveau merupakan sebuah reaksi dari gaya abad ke-19 yang menggunakan motif desain konservatif dari Gothic, Baroque, Neo Klasikal dan gaya-gaya histories lainnya. Sebagai sebuah pergerakan, Art Nouveau mencari sebuah gaya modern dan baru yang keluar dari keformalan, menekankan kealamiahan, bentuk-bentuk organik seperti tanaman dan bunga-bunga. Secara umum, hasil karya awal dari Art Nouveau cenderung lebih rimbun dan dramatis, sedangkan selanjutnya lebih seperti sulit dipisahkan dan bergaya. Bagaimanapun juga, manifestasi gaya ini membedakan secara dramatis dari satu negara Eropa dengan yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;KARAKTERISTIK DESAIN PADA ART NOUVEAU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau merupakansebuah gaya modern dan baru yang keluar dari keformalan, menekankan kealamiahan, dan penggunaan bentuk-bentuk organik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karakteristik Art Nouveau adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Bersifat dekoratif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- peniadaan garis-garis lurus dan sudut siku-siku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;- penggunaan garis-garis yang berliku-liku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;- penggunaan bentuk-bentuk organik seperti tanaman, daun, sulur dan bunga-bunga. bunga yang favorit digunakan adalah lili, iris, dan anggrek, sedangkan tanaman lain antara lain batang-batang palem, papyrus, dan rumput laut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;- penggunaan bentuk, motif dan warna binatang, seperti serangga berupa capung dan unggas berupa merak, burung layang-layang, dan angsa &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:126pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image002.jpg" title="th-box02"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image003.jpg" shapes="_x0000_i1025" width="168" height="169" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:126.75pt;height:126.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image004.jpg" title="th-box01"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image005.jpg" shapes="_x0000_i1026" width="169" height="169" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:126pt;height:127.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image006.jpg" title="th-box08"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image007.jpg" shapes="_x0000_i1027" width="168" height="170" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar: Aplikasi Art Nouveau dalam Desain Kemasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: http://citrinitas.com/history_of_viscom/grid.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;TOKOH-TOKOH DESAIN GRAFIS PADA &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;GAYA&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ART NOUVEAU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jules &lt;span style=""&gt;Chéret&lt;/span&gt; (1836 – 1933) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:120pt;height:168pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image009.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image010.jpg" shapes="_x0000_s1031" align="left" width="160" height="224" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jules Chéret&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; merupakan pelukis Perancis dan litografer yang menjadi master dari seni poster &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Belle_%C3%89poque" title="Belle Époque"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Belle Époque&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Beliau seringkali disebut sebagai “bapak poster modern”. Pada tahun 1890, Cheret diberi gelar oleh pemerintah Perancis sebagai &lt;i style=""&gt;Legion of Honor&lt;/i&gt;. Beliau dipuji karena menciptakan cabang baru seni yang memajukan percetakan dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan perdagangan dan industri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar: &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jules Chéret&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.en.wikipedia.org/wiki/Jules_Cheret"&gt;www.en.wikipedia.org/wiki/&lt;span style=""&gt;Jules_Cheret&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eugene Grasset (1841 – 1917)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eugène Samuel Grasset&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; merupakan seniman dekoratif Swiss yang bekerja di Paris, Perancis dalam berbagai macam bidang-bidang desain kreatif selama &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Belle_%C3%89poque" title="Belle Époque"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Belle Époque&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Beliay merupakan pelopor desain &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Art_Nouveau" title="Art Nouveau"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;Art Nouveau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Eugene Grasset merupakan ilustrator atau desainer pertama yang menyaingi Cheret dalam popularitas publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alphonse Mucha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1860" title="1860"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;1860&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; –&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1939" title="1939"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="SV"&gt;1939&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alphonse Maria Mucha&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; merupakan pelukis dan seniman dekoratif Ceko beraliran Art Nouveau. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karyanya yang terkenal adalah &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:137.45pt;height:170.55pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image011.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image012.jpg" shapes="_x0000_s1034" align="left" width="183" height="227" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;poster iklan rokok JOB. Gaya Art Nouveau-nya seringkali ditiru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar: &lt;span style=""&gt;Alphonse Maria Mucha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.en.wikipedia.org/wiki/Alfons_Mucha"&gt;www.en.wikipedia.org/wiki/Alfons_Mucha&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;PENGARUH &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;GAYA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ART NOUVEAU&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;TERHADAP DESAIN GRAFIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Art Nouveau Inggris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di Inggris Art Nouveau lebih memperhatikan desain grafis dan ilustrasi daripada arsitektur dan desain produk. Salah satu &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:166.15pt;height:225pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image015.jpg" title="beggarstaff2"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image016.jpg" shapes="_x0000_s1035" align="left" width="222" height="300" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;masa yang paling luar biasa dalam sejarah desain grafis adalah pembuatan sebuah studio desain periklanan di tahun 1894 bernama ”&lt;i style=""&gt;The Beggarstaff Brothers&lt;/i&gt;” oleh James Pryde (1866 – 1941) dan William Nicholson (1872 – 1449) yang merupakan saudara ipar yang telah bersahabat sejak di sekolah seni, mereka kemudian mengembangkan sebuah teknik baru yang dinamakan &lt;i style=""&gt;collage&lt;/i&gt; yaitu mebuat suatu bantuk atau gambar dari potongan-potongan kertas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar:&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;The Beggarstaff Poster&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.images.google.com/"&gt;www.images.google.com&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau Perancis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Desain grafis Art Nouveau di Perancis berkembang lebih cepat daripada seni yang lainnya, dimulai dengan penyusunan terhadap tahap floral Art Nouveau oleh Cheret, Grasset, Toulose – Lautrec dan secara khusus Alphonse Mucha memasukkan motif-motif Art Nouveau dalam karya mereka. Dari tahun 1895 hingga tahun 1900, Art Nouveau digunakan dalam pekerjaan Mucha dimana tema dominannya adalah figur wanita yang dikelilingi oleh stilasi bentuk-bentuk yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga, seni rakyat Moravian, mosaik Byzantium dan magis serta hal-hal gaib. Namun, pola-pola stilasi rambut wanita dalam karya Mucha menjadi memancing kritikan yang menolak bentuk rambut seperti “mi dan spagheti”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:75pt;height:99pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image017.jpg" title="th-mucha_job"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image018.jpg" shapes="_x0000_i1028" border="0" width="100" height="132" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:33.75pt;height:96pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image019.jpg" title="th-mucha_gismonda"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image020.jpg" shapes="_x0000_i1029" border="0" width="45" height="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="'width:58.5pt;height:96pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image021.jpg" title="th-mucha_dance"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image022.jpg" shapes="_x0000_i1030" border="0" width="78" height="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style="'width:45pt;height:96pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image023.jpg" title="th-mucha_carraige_dealers"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image024.jpg" shapes="_x0000_i1031" border="0" width="60" height="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" style="'width:69pt;height:96pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image025.jpg" title="th-mucha2"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image026.jpg" shapes="_x0000_i1032" border="0" width="92" height="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" style="'width:58.5pt;height:96pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image027.jpg" title="th-Mucha"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image028.jpg" shapes="_x0000_i1033" border="0" width="78" height="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" style="'width:37.5pt;height:101.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image029.jpg" title="th-mucha_moet"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image030.jpg" shapes="_x0000_i1034" border="0" width="50" height="135" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar: Desain dan Poster Karya &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alphonse Mucha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://citrinitas.com/history_of_viscom/grid.html"&gt;http://citrinitas.com/history_of_viscom/grid.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Logo La Maison Moderne merupakan salah satu dari beberpa contoh bentuk huruf Art Nouveau yang dipakai untuk desain merk dagang. Merk dagang bergaya Art Nouveau yang lain, didesain untuk beberapa firma seperti American General Electric dan Coca Cola, yang digunakan hingga sekarang sejak tahun 1890-an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" style="'width:74.25pt;height:74.25pt'" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image033.png" title="300px-General_Electric_logo"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image034.gif" shapes="_x0000_i1035" border="0" width="99" height="99" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1036" type="#_x0000_t75" style="'width:211.5pt;height:74.25pt'" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image035.png" title="coca_cola_logo"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image036.gif" shapes="_x0000_i1036" border="0" width="282" height="99" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar 2.3.6: Logo General Electric dan Coca-Cola&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.images.google.com/"&gt;www.images.google.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau Amerika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seni grafis Inggris dan Perancis menggabungkan kekuatan untuk menyerbu Amerika. Di tahun 1889 dan awal tahun 1891 hingga 1892, &lt;i style=""&gt;Harper’s Bazar&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;menjadikan Eugene Grasset sebagai desainer sampul-sampul majalahnya. Desain Grasset yang dicetak di Paris dan dikirim ke New York dengan kapal. Visualisasi poster pertama kali diadopsi di Amerika oleh industri penerbitan dan plakat-plakat dan mulai muncul di stan-stan surat kabar yang mengiklankan berita-berita baru dan majalah-majalah termasuk &lt;i style=""&gt;Harper’s&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;Scribner’s&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;Century&lt;/i&gt;. Buku-buku baru juga diiklankan dengan poster-poster. Pada 1894 &lt;i style=""&gt;Harper’s&lt;/i&gt; mencapai puncak kejayaannya dimana semua orang membaca &lt;i style=""&gt;Harper’s&lt;/i&gt;. Setiap orang yang berada di kereta, termasuk kondektur, membaca &lt;i style=""&gt;Harper’s &lt;/i&gt;Poster-poster iklan telah sukses mempromosikan &lt;i style=""&gt;Harper’s.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" style="'width:64.5pt;height:107.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image037.jpg" title="1875harpersbride"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image038.jpg" shapes="_x0000_i1037" border="0" width="86" height="143" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" style="'width:65.25pt;height:107.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image039.jpg" title="1884harpershat2"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image040.jpg" shapes="_x0000_i1038" border="0" width="87" height="143" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" style="'width:81pt;height:106.5pt'" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image041.jpg" title="Harper's-Bazar-March-1905-1"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image042.jpg" shapes="_x0000_i1039" border="0" width="108" height="142" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1040" type="#_x0000_t75" style="'width:81.75pt;height:108pt'" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image044.jpg" title="Harper's-Bazar-October-1909-1"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image045.jpg" shapes="_x0000_i1040" border="0" width="109" height="144" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1041" type="#_x0000_t75" style="'width:76.5pt;height:107.25pt'" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image046.jpg" title="hb09-1915"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image047.jpg" shapes="_x0000_i1041" border="0" width="102" height="143" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar 2.3.7: Sampul Majalah &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harper’s Bazar (1875-1915)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: www.images.google.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau Belgia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Art Nouveau membuka kehidupan di Belgia, sebuah negara kecil diantara Perancis &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1045" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image048.jpg" title="1894_b1"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--6-art%20nouveau_files/image049.jpg" shapes="_x0000_s1045" align="left" width="164" height="252" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dan Jerman selama pertengahan tahun 1890-an. Art Nouveau mulai berkembang setelah dibentuk &lt;i style=""&gt;Cercle des XX&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;Group of Twenty&lt;/i&gt; atau kelompok duapuluh) untuk membuat seniman yang lebih progresif untuk memamerkan karyanya. Pada pertengahan tahun 1890an, Art Nouveau Belgia menjadi sebuah kekuatan yang berarti, dibuktikan dengan poster Jan Thoroop untuk Delftsche Slaoli.&lt;/span&gt;&lt;span style="background: black none repeat scroll 0% 0%; font-size: 1pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arsitek, pelukis, desainer dan pengajar Belgia Henri Clemens van de Velde (1863 – 1957) adalah salah seorang yang penting dalam pergerakan Art Nouveau Belgia. Dia menyatukan gaya-gaya Art Nouveau Perancis, Pergerakan Seni dan Kerajinan Inggris dan Glasgow School dalam.. Pada abad berikutnya, ajaran dan tulisannya berjudul &lt;i style=""&gt;The Renaissance in Modern Applied Art, &lt;/i&gt;1901 dan A&lt;i style=""&gt; Layman’s Sermons on Applied Art, 1903&lt;/i&gt; menjadi sumber teori vital untuk perkembangan arsitektur dan desain abad 20.&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar 2.3.8: &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Poster Delftsche Slaoli Karya Jan Thoroop&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: www.images.google.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-965519593047713594?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/965519593047713594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=965519593047713594' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/965519593047713594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/965519593047713594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-art-nouveau.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Art Nouveau'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-8524288068868575690</id><published>2009-04-25T09:07:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T09:08:43.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Art and Craft Movement</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;PERGERAKAN SENI DAN KERAJINAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERGERAKAN SENI DAN KERAJINAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pergerakan seni dan kerajinan (&lt;i style=""&gt;the &lt;span style=""&gt;arts and crafts movement&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;)&lt;/span&gt; merupakan sebuah pergerakan estetika dari masyarakan Inggris, Kanada, dan Amerika yang muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;merupakan reaksi perlawanan terhadap kekacauan sosial, moral, seni dan budaya pada masa revolusi industri. Pergerakan ini dimulai oleh William Morris (1834 – 1896) dan kemudian disebarluaskan melalui tulisan inspiratif oleh John Ruskin (1819 – 1900). Pergerakan reformis ini mempengaruhi gaya arsitektur, seni-seni dekoratif, pembuatan furniture, bahkan desain taman di Inggris, Kanada, dan Amerika. Inti pergerakan ini adalah keprihatinan atas apa yang dihasilkan di masa revolusi industri, terutama akan produk-produknya yang tidak berkualitas (dalam hal cita rasa seni). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pergerakan seni dan kerajinan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ingin mengembalikan kaidah ‘&lt;i style=""&gt;humanity and beauty’&lt;/i&gt;. Pergerakan seni dan kerajinan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;menekankan pada produk-produk yang dihasilkan dengan tangan &lt;i style=""&gt;(hand made)&lt;/i&gt;, meski untuk itu produk yang dihasilkan secara jumlah menjadi sangat terbatas. Jumlah terbatas tersebut dikarenakan gerakan ini anti mesin-mesin industri untuk membuat hasil produksi yang massal. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;KARAKTERISTIK DESAIN GRAFIS PADA PERGERAKAN SENI DAN KERAJINAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Karakter desain pada pergerakan seni dan kerajinan antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Segala sesuatu duhasilkan dengan tangan (&lt;i style=""&gt;hand made&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Sudah memiliki prinsip proporsi dan fungsi-fungsi bentukan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Memiliki nilai estetis dan craftmenship yang sangat tinggi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Memiliki border berupa seni ornamen yang mayoritas berupa sulur-sulur atau tetumbuhan yang padat dan rumit, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;- Dipengaruhi oleh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ilustrasi Gothic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Secara garis besar, &lt;span style=""&gt;pergerakan seni dan kerajinan&lt;/span&gt; terbagi atas dua aliran besar, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;- Stilasi desain kalangan &lt;i&gt;stylish&lt;/i&gt;, yang kemudian melahirkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Art_Nouveau&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Art Nouveau (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;" lang="FI"&gt;Art Nouveau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;TOKOH-TOKOH DESAIN GRAFIS PADA PERGERAKAN SENI DAN KERAJINAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--3-art&amp;amp;craft%20mov_files/image002.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--3-art&amp;amp;craft%20mov_files/image003.jpg" shapes="_x0000_s1027" align="left" width="225" height="294" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;William Morris&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; (1834 –1896) merupakan arsitek, desainer tekstil dan mebel, seniman, penulis, filsuf, penyair, dan aktivis sosial berkebangsaan Inggris. Beliau bersama teman-temannya dalam perkumpulan &lt;i style=""&gt;Pre-Raphaelite&lt;/i&gt; merupakan pelopor dari pergerakan senidan kerajinan. Beliau dan teman-temannya bersama-sama menentang produksi massal insdutri dalam penciptaan karya seni dan berusaha mengembalikan keeksklusifan dari karya seni itu sendiri. Menurutnya, seni seharusnya dibuat dengan tangan dan tidak ada hierarki di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Gambar: William Morris oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Frederic_Watts" title="George Frederic Watts"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;George Frederic Watts&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, 1870&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sumber:www.en.wikipedia.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;/wiki/&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;William Morris&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;PENGARUH PERGERAKAN SENI DAN KERAJINAN TERHADAP DESAIN GRAFIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pada era ini, desain grafis kembali menjadi sebuah seni yang tidak bersifat masal. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelompok seniman dan desainer muda yang dipimpin Mackmurdo mendirikan &lt;i style=""&gt;Century Guild&lt;/i&gt; pada tahun tahun 1882.&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;Keberhasilan Century Guild adalah membuat segala bidang cabang seni dielevasikan (ditinggikan). Kelompok tersebut mengembangkan estetika desain baru dangan menggabungkan ide-ide desain Renaissance dan Jepang ke dalam pekerjaan mereka. Desain-desain grafis mereka memberikan hubungan dengan pergerakan seni dan kerajinan ke stilasi tumbuh-tumbuhan Art Nouveau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu, terdapat pula Kelmscott Press yang mengembangkan kembali kembali keindahan buku-buku pada masa Incunabula. Lukisan tangan yang sangat teliti, kertas buatan tangan, pemotong manual woodblock dan inisial-inisial serta kesamaan border-border dibuat untuk membuat produk yang indah dalam kilas balik masa dimana buku menjadi suatu seni yang indah. Terdapat pula beberapa percetakan pribadi pada masa ini sehingga desain grafis tidak lagi menjadi sebuah bisnis publik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-8524288068868575690?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/8524288068868575690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=8524288068868575690' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8524288068868575690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/8524288068868575690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-art-and-craft.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Art and Craft Movement'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-1139539855512961553</id><published>2009-04-25T09:04:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T09:19:13.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Masa Revolusi Industri</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PERKEMBANGAN KOMUNIKASI VISUAL PADA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MASA REVOLUSI INDUSTRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;LATAR BELAKANG MUNCULNYA REVOLUSI INDUSTRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Revolusi Industri&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; adalah suatu periode sejarah yang pertama kali terjadi di Inggris pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19 ketika terjadi perubahan besar di bidang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi" title="Teknologi"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;teknologi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sosioekonomi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sosioekonomi (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;sosioekonomi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya" title="Budaya"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; dengan penggantian industri yang berdasarkan pekerja menjadi industri yang berdasarkan mesin. Revolusi industri dimulai saat masyarakat Eropa terdorong akan kebutuhan energi yang lebih besar untuk industri, seiring dengan perubahan dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri. Kebutuhan akan energi tersebut membuat James Watt (&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1736–1819&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;) melakukan penyempurnaan mesin uap dengan bahan bakar batu bara. Mesin uap hasil penyempurnaan James Watt pertama kali diaplikasikan dalam industri tekstil. Perkembangan dari keseluruhan peralatan mesin logam pada dua dekade pertama dari abad ke-19 mampu mengembangkan mesin-mesin produksi untuk digunakan di industi-industri lainnya selain industri tekstil. Pengaruh revolusi industri merambah ke seluruh Eropa Barat dan Amerika Utara dan kemudian merambah pula ke seluruh dunia. Revolusi industri membawa perubahan yang sangat besar di masyarakat, perubahaan tersebut seringkali dibandingkan dengan revolusi kebudayaan pada masa &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neolitikum" title="Neolitikum"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;Neolitikum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; ketika &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;pertanian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; mulai dilakukan dan membentuk &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban" title="Peradaban"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;peradaban&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;, menggantikan kehidupan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nomadik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Nomadik (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="PT-BR"&gt;nomaden&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada masa ini, kapitalisme telah menggantikan posisi feodalisme. Revolusi industri menyebabkan penduduk pedesaan meninggalkan ladang dan mencari pekerjaan di pabrik-pabrik. Hal ini menyebabkan tingkat urbanisasi yang tinggi, pertumbuhan kota-kota dengan cepat, dan penyebaran luas kemakmuran. Revolusi industri juga memalingkan kekuatan politik dari kekuatan aristrokasi menjadi kapitalis pabrik dan perdagangan. Pekembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi digunakan untuk menunjang proses produksi pabrik, bahan-bahan produksi, dan eksploitasi sumber daya bumi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan industri. Dengan berbagai macam kemajuan industri, memungkinkan adanya produksi massa yang mampu menurunkan harga-harga barang produksi. Harga yang murah dan jumlah barang yang melimpah mampu merangsang pasar dan menumbuhkan permintaan pasar. Pada masa revolusi industri ini, desain grafis memainkan peranan penting dalam pemasaran hasil produksi pabrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemajuan di bidang industri telah mengorbankan nilai-nilai sosial dimana pada masa itu manusia dianggap tidak lebih dari mesin produksi dengan waktu kerja yang tinggi dan upah yang minim. Para pekerja tinggal di tempat-tempat kumuh dan tidak sehat. Pria, wanita bahkan anak-anak diharuskan bekerja untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga. Revolusi industri telah menyebabkan terlupakannya nilai-nilai kemanusiaan, estetika dan spiritual oleh kesibukan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan industri. Namun, bagaimanapun juga secara umum standar kehidupan di Eropa dan Amerika lebih baik akibat revolusi industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KARAKTERISTIK DESAIN PADA MASA REVOLUSI INDUSTRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karakter desain pada masa revolusi industri antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Kerajinan tangan hampir lenyap sama sekali dan digantikan oleh hasil produksi mesin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Penggunaan mesin cetak litografi dalam percetakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Penggunaan teknik fotografi dalam percetakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Munculnya huruf-huruf yang tajam, kontras, berukuran besar untuk digunakan dalam billboard&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Munculnya huruf-huruf gemuk &lt;i style=""&gt;”fat faces”.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Munculnya huruf-huruf tiga dimensional dengan menambahkan bayangan kedalaman untuk memberikan perspektif bentuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pada awal tahun 1800-an ditemukan huruf cetak &lt;i style=""&gt;sans-serif&lt;/i&gt;, yang bersifat sederhana dengan meniadakan kait-kait. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;TOKOH-TOKOH DESAIN GRAFIS PADA MASA REVOLUSI INDUSTRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;William Caslon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, merupakan tokoh pencipta huruf jenius dari Inggris. Beliau merupakan pencipta buku tipografi berbahasa Inggris pertama di dunia dan merupakan tokoh utama dalam perkembangan desain grafis terutama dalam penemuan huruf-huruf cetak pada masa revolusi industri di Inggris. Illiam. Huruf temuannya kemudian digunakan orang di seluruh dunia dan dipakai resmi sebagai huruf untuk Deklarasi kemerdekaan AS.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Alois Senefelder&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; penemu mesin cetak litrografi yang mampu mencetak ilustrasi, peta, dan gambar-gambar yang menyerupai gambar tangan secara massal.&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;- Nicéphore Niépce&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, merupakan penemu Perancis yang menghasilkan foto pertama pada 1826 dengan delapan jam perekaman gambar di bawah cahaya matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Desain grafis memainkan peranan penting dalam pemasaran hasil pabrik dengan munculnya kebutuhan untuk mempromosikan dan menginformasikan sesuatu dari seseorang ke masyarakat umum. Teknologi cetak pun semakin berkembang, hingga memunculkan kebutuhan-kebutuhan baru dalam bidang marketing, diantaranya kebutuhan untuk mengedukasi pasar dengan iklan, bagaimana mempercantik sebuah kemasan produk, bagaimana menginformasikan secara massal sebagai sebuah industrialisasi yang semakin maju dan kompleks. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penemuan Mesin Cetak Litografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'position:absolute;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image002.jpg" href="file:///I:\sjara\New%20Folder%20(2)\grid_files\Litography_press.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" align="left" width="210" height="273" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknik cetak dengan movable type yang digunakan sebelum masa revolusi industri memiliki keterbatasan desain karena adanya grid (garis pemandu). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dengan demikian, ilustrasi, peta, dan gambar-gambar yang menyerupai gambar tangan, tidak bisa diproduksi secara massal. Pada masa revolusi industri ini, ditemukan mesin cetak inovasi baru oleh &lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Alois Senefelder&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;bernama litografi yang bebas dari grid dan garis batas lainnya. Proses cetak pada litografi bersifat kimiawi. Misalnya bidang positif dari gambar menggunakan zat yang hidrofobik dan bagian negatifnya menggunakan air. Dengan demikian, ketika plat dimasukkan ke dalam tinta tertentu, maka tinta tersebut akan memenuhi bidang positif gambar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinta pada bidang negatif akan dihapus oleh air. Dalam perkembangannya, teknik cetak ini dapat digunakan untuk banyak warna dalam satu gambar, dengan plat yang berbeda untuk tiap warna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mesin Cetak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Litografi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:10;"&gt;Sumber:www.citrinitas.com/history_of_viscom/grid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Perkembangan Fotografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Penemuan lain pada masa ini yang mendukung bidang komunikasi visual adalah teknologi fotografi. Cahaya yang direfleksikan oleh objek akan direkam pada suatu media yang peka cahaya oleh kamera. Foto pertama yang dihasilkan pada masa diambil oleh Nicéphore Niépce, memerlukan delapan jam perekaman gambar di bawah cahaya matahari. Pada 1839, Niépce bekerjasama dengan Louis Daguerre menemukan sebuah proses yang disebut &lt;i style=""&gt;Daguerreotype&lt;/i&gt; yang memungkinkan pengambian gambar manusia karena prosesnya yang cukup cepat. Metode &lt;i style=""&gt;Daguerreotype&lt;/i&gt; sangat populer sehingga menimbulkan permintaan-permintaan pengambilan gambar portrait di kalangan menengah-atas selama masa revolusi industri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://citrinitas.com/history_of_viscom/images/19th_century/photography.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:90pt;height:135pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image004.jpg" href="../../nie%20kuliah/3/Sejarah%20Desain/--source--/grid_files/th-vict-photo01.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image012.jpg" shapes="_x0000_i1025" border="0" width="120" height="180" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://citrinitas.com/history_of_viscom/images/19th_century/photography.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:84pt;height:132.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image006.jpg" href="../../nie%20kuliah/3/Sejarah%20Desain/--source--/grid_files/th-vict-photo02.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image013.jpg" shapes="_x0000_i1026" border="0" width="112" height="177" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://citrinitas.com/history_of_viscom/images/19th_century/photography.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:88.5pt;height:132.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image008.jpg" href="../../nie%20kuliah/3/Sejarah%20Desain/--source--/grid_files/th-vict-photo03.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image014.jpg" shapes="_x0000_i1027" border="0" width="118" height="177" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://citrinitas.com/history_of_viscom/images/19th_century/photography.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:86.25pt;height:132.75pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image010.jpg" href="../../nie%20kuliah/3/Sejarah%20Desain/--source--/grid_files/th-vict-photo04.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--4-rev.%20industri_files/image015.jpg" shapes="_x0000_i1028" border="0" width="115" height="177" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar 2.1.2: Potret Keluarga pada Masa Revolusi Industri &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:10;"&gt;Sumber:www.citrinitas.com/history_of_viscom/grid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-1139539855512961553?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/1139539855512961553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=1139539855512961553' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/1139539855512961553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/1139539855512961553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-perkembangan_24.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Masa Revolusi Industri'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-6879284190277340152</id><published>2009-04-25T09:02:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T09:03:45.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Masa Renaissance</title><content type='html'>Kebangkitan dari abad kegelapan di Eropa ditandai dengan Abad Renaissance yang muncul pertama kali di Italia. Renaisans adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang artinya adalah "lahir kembali" atau "kelahiran lembali". Yang dimaksudkan adalah dipergunakannya dan dikaji kembali pemikiran-pemikiran, nilai-nilai, serta budaya klasik Yunani kuno dan Romawi kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ini merupakan masa yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan dan awal mula kejayaan Eropa dalam berbagai bidang, meliputi sains, seni, kesustraan, yang pastinya turut campur pula peran desain grafis. Masa Renaissance merupakan sebuah revolusi, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA MASA RENAISSANCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan desain grafis pada masa Renaissance bermula di kota Venice, Italia yang merupakan pusat perdagangan dan pintu gerbang Eropa untuk perdagangan dengan negara-negara Mediteran Timur, India dan orang-orang Timur, yang dalam interaksinya memberi petunjuk mengenai cara-cara dalam pengembangan desain grafis. Awal perkembangan ditandai dengan munculnya semangat pembaruan inovatif desain grafis di Italia yang di pelopori oleh Sweyhheym dan Pannartz yang memulai perancangan jenis huruf berbasis Roman yang awalnya dibuat dengan cara manual oleh juru tulis. Oleh Sweyhheym dan Pannartz, jenis huruf Roman tersebut kemudian dikombinasikan dengan huruf kecil Caroline abad ke-9 dan dalam perancangan huruf ini, ditambahkan serif pada beberapa huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESAIN GRAFIS YANG BERKEMBANG PADA MASA RENAISSANCE\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renaissance Italia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johannes de Spira merupakan tokoh utama percetakan di Italia. Pada tahun 1470 de Spira memunculkan De Civitate Dei yaitu buku tipografi pertama yang dibuat dengan pencetakan sejumlah halaman. Setelah Johannes de Spira meninggal, munculah Nicolas Jenson (1420-1480)yg menciptakan huruf Roman dengan keterbacaan yg sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri desain grafis zaman Renaissance penuh dengan dekorasi bunga-bungaan dan tumbuh-tumbuhan merambat. Dekorasi ini tidak hanya digunakan dalam dekorasi buku-buku dan naskah-naskah, namun juga diaplikasikan untuk furniture, arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Griffo atau dengan naman lain Francesco da Bologna menciptakan font Bembo pada tahun 1495. Jenis font ini diciptakan khusus untuk karya sastra Pietro Bembo berjudul De Aetna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renaissance Perancis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal abad ke 15, Perancis mulai mengimpor kebudayaan Renaissance dari Italia. Pada jaman Renaissane Perancis puncak kejayaan desain grafis dan pencetakan, sehingga jaman ini disebut sebagai “jaman keemasan tipografi Perancis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman ini muncul dua tokoh, desainer typeface serta pemotong, Claude Garaamond (1480-1561) yang menciptakan huruf Garamond pada tahun 1430-an, dan Geoffroy Tory (1480-1533), profesor, sarjana, penerjemah; penyair , pengarang; penerbit, pencetak, penjual buku: kaligrafer, desainer, ilustrator dan pemahat. Beliau merupakan tokoh yang sering menggunakan logo sebagai trademark pada bisnis percetakannya. Beliau menerjemahkan, mengedit, dan sering menerbitkan teks-teks Latin dan Yunani. Sebagai seorang pembentuk bahasa Perancis, beliau mengintrodusir (memperkenalkan) tanda, tekanan atau titik berat, dan cedilla. Dalam seni-seni grafis, beliau memainkan sebuah aturan besar dalam pengimporan pengaruh ke-Italia-an. Kemudian, dia memproses untuk mengembangkan keunikan style desain buku dan ilustrasi Renaissance Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori huruf Roman modern pertama kali dipelopori oleh seorang Perancis Fournier le Jeune. Huruf Roman modern sudah menggunakan satuan ukuran. Karakter huruf ini semakin simple dan mengurangi ornamen dekoratif sehingga semakin tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Francois Ambroise di Perancis merevisi sistem pengukuran huruf dengan satuan “point”, yang mana sebelumnya menggunakan satuan Cicero, Petit Romain, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH YANG MENYERTAI PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS PADA MASA RENAISSANCE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan desain grafis membuat buku-buku dan naskah-naskah mudah didapatkan masyarakat, sehingga makin banyak masyarakat yang terbebas dari buta huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan desain grafis, usaha percetakan pun turut berkembang dan memainkan peranan baru dalam ekonomi negara dan masyarakat. Berkembangnya bisnis percetakan mampu menguntungkan negara dari segi ekonomi. Selain itu, bisnis percetakan mampu menyerap tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum dan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan desain grafis mampu membawa keuntungan bagi hukum dan politik yaitu melalui hubungan dengan negara-negara lain. Dalam bidang hokum mampu membantu mencetak naskah-naskah mengenai kebijakan-kebijakan hokum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan desain grafis membantu benyak sekolah dan universitas untuk memperbanyak buku-buku. Disisi lain masyarakat lebih mudah mendapatkan buku-buku tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian mengantarkan pada temuan-temuan yang spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan desain grafis membuat buku-buku dan naskah-naskah keagamaan lebih mudah diperoleh masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-6879284190277340152?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/6879284190277340152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=6879284190277340152' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/6879284190277340152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/6879284190277340152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-masa.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Masa Renaissance'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-3670256030304079655</id><published>2009-04-25T08:55:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T08:59:24.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Perkembangan Komunikasi Visual di Eropa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perkembangan Komunikasi Visual di Eropa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perkembangan Alfabet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Alfabet Yunani menempati urutan teratas dalam evolusi grafis komunikasi dunia. Bangsa Yunani mengadopsi dari Phunisia atau Semit Utara. Tulisan Yunani pada awalnya terbagi dalam dua versi yaitu Chalcidian di Barat dan Ionic di Timur. Akhir abad ke 5 SM Athena mengadopsi tulisan versi Ionic sebgai huruf standar Yunani. Yunani mengadopsi cara baca dari kanan ke kiri dan karakter tulisan “mata ayam” Phunisia yang dimodifikasi menjadi tulisan yg artisitik. Kemudian berkembang cara zig zag yaitu tulisan pada baris pertama dibaca dari kanan kiri lalu pada baris ke 2 dari kiri ke kanan dan seterusnya dari kanan ke kiri lagi. Cara baca seperti disebut dgn istilah “Boustrophedon”. Masa keemasan Yunani terjadi pada abad ke-500SM dimana komunikasi visual mengambil peranan penting sebagai bahasa ke kedua terutama pada masa era demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perkembangan Ilustrasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada masa &lt;i style=""&gt;The Dark Ages&lt;/i&gt;, Kitab-kitab suci tidak lepas dari ornamen yang antara lain berfungsi untuk menghias gambar para Rasul. Pada masa transisi menuju abad pencerahan, yaitu sekitar abad ke-12 jumlah universitas meningkat sehingga mempengaruhi kebutuhan terhadap buku-buku non agama. Huruf Textur digunakan sebagai huruf resmi saat itu. Buku &lt;i style=""&gt;Douce Apocalypse&lt;/i&gt; th 1265 menjadi buku &lt;i style=""&gt;masterpiece&lt;/i&gt; dengan layout dan ilustrasi yang sangat maju. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada akhir &lt;i style=""&gt;The Dark Ages&lt;/i&gt; dimulai tradisi cetak-mencetak huruf pada kertas dengan teknik cetak tinggi di Eropa sebagai bagian dari upaya produksi massal buku yang sangat diperlukan saat itu. Munculnya golongan menengah yang memerlukan bacaan, mempengaruhi persaingan berdirinya percetakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perkembangan Teknik Cetak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" alt="blackletter" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:122.55pt;height:161.25pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image003.png" href="file:///D:\dekave\semester%203\sejdes\sejarah_files\guttenberg.gif"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image015.jpg" alt="blackletter" shapes="_x0000_s1029" align="left" width="163" height="215" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t75" alt="" style="'position:absolute;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image001.png" href="file:///H:\press_files\hurufat.gif"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image016.jpg" shapes="_x0000_s1035" align="left" width="197" height="245" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Buku bergambar keagamaan pertama berjudul “&lt;i style=""&gt;Ars Moriendi&lt;/i&gt;” &lt;i style=""&gt;(art of dying)&lt;/i&gt; yang dicetak dengan teknik &lt;i style=""&gt;woodblock&lt;/i&gt;. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Buku ini berisi ajaran yang membantu umat Kristen saat itu untuk ingat dengan kematian. Tekstil dan kartu remi sudah menggunakan teknik cetak dengan klise terbuat dari kayu di Eropa th 1300-an. Tahun 1423 menandai munculnya buku bergambar yg menggunakan teknik &lt;i style=""&gt;woodblock printing&lt;/i&gt;. Percetakan semakin memungkinkan setiap orang bisa membeli buku. Hal disebabkan oleh hasil karya Gutenberg dari Mainz yg menggunakan timah sebagai bahan untuk membuat huruf bongkar pasang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seiring dengan permintaan buku semakin meningkat maka tahun 1444 dikembangkan suatu cara yang lebih efektif yaitu dengan membuat sistem huruf yang terbuat dari logam yang bisa digunakan berkali-kali. Beberapa tokoh penemu huruf lepas antara lain Procopius Waldfoghel, yang menciptakan “Alphabeth of steel” tahun 1444, Laurens Janszoon Coster, penemu huruf lepas berbahan kayu dan Johan Gutenberg, tokoh paling sukses menciptakan sistem huruf bongkar pasang dengan sukses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gambar: Johannes Guttenberg (1398-1468) dan contoh sistem huruf logam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teknologi cetak berkembang karena adanya Gutenberg yang menciptakan sistem cetak tinggi dengan huruf lepas sampai dengan sistem cetak menggunakan cetak dalam (etsa) engraving logam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Masa Incunabula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Masa Incunabula adalah suatu masa di Eropa muncul semangat zaman berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Incunabula berasal dari bahasa latin yang berarti awal dari sesuatu. Masa ini dimulai sejak Gutenberg menemukan sistem cetaknya hingga tahun 1501. Secara harfiah dapat dikatakan bahwa pada masa ini terjadi perkembangan pesat pada bidang percetakan disertai dengan perkembangan desain grafis, ilustrasi, dan teknik lay out perancangan buku/publishing. Tokoh-tokohnya antara lain Gutenberg, Wiliam Caxton, Albrech Durer, dan Anton Koberger.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ada dua hal yang berkembang pada masa Incunabula, yaitu xilografi dan tipografi. Tetapi masa Incunabula itu sendiri lebih identik dengan tipografi, dengan ciri khas &lt;i style=""&gt;movable type&lt;/i&gt;nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Peran penting tipografi dari masa Incunabula antara lain adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;a. Dalam perkembangan komunikasi, ekonomi, budaya, dan agama pada abad 15 dan 16. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;b. Dalam masalah hukum, kedaulatan masyarakat dan penyeragaman bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;c. Penemuan mesin cetak Gutenberg adalah awal mekanisasi pekerjaan tangan dari pekerjaan secara manual (juru tulis) sebagai cikal bakal dari revolusi industri 300 tahun kemudian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/germany.html" target="_blank" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:.6pt;" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image005.jpg" href="file:///H:\press_files\th-nuremberg01.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/germany.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image006.jpg" shapes="_x0000_s1031" align="left" border="0" width="163" height="192" hspace="12" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/germany.html" target="_blank" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:.6pt;" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image007.jpg" href="file:///H:\press_files\th-germ-1496-verso.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/germany.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image008.jpg" shapes="_x0000_s1030" align="left" border="0" width="270" height="193" hspace="12" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar: Incunabula Jerman, sebelum abad 15 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Muncul buku-buku dengan ilustrasi yang sangat detail menggunakan teknik cetak Kayu (&lt;i style=""&gt;woodblock&lt;/i&gt;) berkolaborasi dengan tukang cetak. Buku ilustrasi pertama diciptakan berjudul “&lt;i style=""&gt;Der Ackerman aus bohmen&lt;/i&gt;” atau &lt;i style=""&gt;The Farmer from Bohmen&lt;/i&gt; karya Albrecht Pfister.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Perkembangan Desain Grafis di Jerman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Aplikasi Desain pada Buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Inovasi desain grafis terjadi di Jerman pada masa Incunabula yang meliputi proses kerja tim yang melibatkan para seniman &lt;i style=""&gt;woodcut&lt;/i&gt; bekerja sama dengan tukang tulis huruf (tipografer), dan kebiasaan menuliskan judul dan nama penulis pada bagian paling atas pada halaman awal. Schoeffer dan Fust tahun 1463 mempelopori penggunaan halaman judul pada buku terbitannya. Halaman judul (cover) merupakan media penting dalam dunia desain grafis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pada masa awal Incunabula, pencantuman bookplate / ex libris pada buku cetakan mulai dilakukan untuk menunjukan pemilik buku. Begitu juga dengan pencantuman nama penerbit. Kesadaran terhadap fungsi corporate id. telah muncul. Industri cetak mulai pesat dari kota Mainz di Jerman. Buku pertama yg menggunakan teknis cetak dalam berjudul “The Divine Comedy” th 1481 karya Dante, dicetak oleh Baccio Baldini dan ilustrasinya dikerjakan oleh Sandro Botticelli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:0;width:320.25pt;height:150.75pt;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image009.jpg" title="350px-1K002578_Divine_Comedy_Giovanni_di_paolo"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image010.jpg" shapes="_x0000_s1032" align="left" width="427" height="201" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gambar: Salah satu ilustrasi &lt;i style=""&gt;The Divine Comedy&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ilustrator terkenal pada masa ini antara lain Erhard Reuwich dengan kelebihannya pada ciri ilustrasinya yang sudah menggunakan arsiran dan menjadi lebih berdimensi volume dan Albrecht Durer, salah satu murid terbaik Koberger yang mempelopori huruf Gothic pada karyanya. Ia merupakan jenius yg multi talenta dengan beberapa hasilnya: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1.Pelajaran tentang ilmu perspektif. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2.Ilmu tentang grid sistem&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.Seni ilustrasi hingga ilmu arsitektur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;4. Standarisasi huruf Roman dan Gothic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/duerer-drawings.html" target="_blank" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:2.7pt;" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image011.jpg" href="file:///H:\press_files\th-durer07lobste.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/duerer-drawings.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image012.jpg" shapes="_x0000_s1034" align="left" border="0" width="277" height="168" hspace="12" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/duerer.html" target="_blank" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:.3pt;" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image013.jpg" href="file:///H:\press_files\th-duerer05.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a href="http://www.citrinitas.com/history_of_viscom/images/printing/duerer.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="file:///E:/nie%20blajar/blog--online/sej-komvis--2-awal%20perkembangan%20komvis%20eropa-jerman_files/image014.jpg" shapes="_x0000_s1033" align="left" border="0" width="231" height="173" hspace="12" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Gambar: Contoh karya Durer &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Perkembangan Desain Tipografi Jerman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Desain Tipografi di Jerman dimulai oleh Sweynheym dan Pannartz yang memulai perancangan jenis huruf berbasis Roman yang awalnya dibuat dengan cara manual oleh juru tulis. Kemudian jenis huruf Roman tersebut dikombinasikan dengan huruf kecil Caroline abad ke-9. Dalam perancangan huruf ini ditambahkan serif pada beberapa huruf.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-3670256030304079655?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/3670256030304079655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=3670256030304079655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/3670256030304079655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/3670256030304079655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-komunikasi-visual-perkembangan.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Perkembangan Komunikasi Visual di Eropa'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9107588208252257352.post-2447650184155908986</id><published>2009-04-25T08:45:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T09:01:11.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Komunikasi Visual'/><title type='text'>Sejarah Komunikasi Visual - Naskah Abad Pertengahan</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Abad pertengahan atau yang juga dikenal sebutan &lt;i style=""&gt;Middle Ages &lt;/i&gt;merupakan suatu periode sejarah yang terjadi pada abad ke-5 hingga ke-15 Masehi ketika kerajaan Romawi runtuh dan terpecah menjadi dua yaitu Bynzantium dan Roma. Bynzantium, sepeninggalan Romawi, tumbuh menjadi kerajaan yang maju dan berperadaban tinggi, namun kebalikannya, Roma menjadi semakin terpuruk sepeninggalan Romawi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Keterpurukan Roma membawa degradasi moral dan budaya pada masyarakatnya. Penduduk kota-kota besar berpindah kembali ke tanah kelahirannya, pemerintahan dan hukum berhenti, perdangangan dan perniagaan merosot tajam dan sekarat, tingkat kriminalitas yang sangat tinggi, mulai terbentuknya pengisoalsian daerah-daerah, masyarakat yang buta huruf dan buta akan ilmu pengetahuan, kemiskinan dan kepercayaan akan takhayul-takhayul. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hal-hal inilah yang membuat abad pertengahan disebut juga abad kegelapan atau &lt;i style=""&gt;Dark Ages.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada abad pertengahan ini, agama memiliki peran yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan masyarakat pada masa itu. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pendeta dan biarawan merupakan pemegang kendali sosial, ekonomi, politik, budaya, bahkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Oleh sebab itulah pada masa ini biara menjadi pusat ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dan di biara pula lahir berbagai macam naskah-naskah dengan corak khas abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Naskah pada abad pertengahan inilah yang akan dibahas lebih lanjut pada makalah ini. Pada makalah ini akan dibahas mengenai latar belakang kemunculan naskah abad pertengahan, dan ciri khas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; desain pada naskah abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;LATAR BELAKANG KEMUNCULAN NASKAH ABAD PERTENGAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keruntuhan kerajaan Romawi merupakan awal dari periodesasi abad pertengahan. Pada abad ini terjadi degradasi moral dan kebudayaan yang menyebabakan Eropa memasuki zaaman kegelapan. Pada abad ini, agama memiliki peran yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan masyarakat pada masa itu. Oleh sebab itulah biara menjadi pusat ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Dan di biara pula lahir berbagai macam naskah-naskah dengan corak khas abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kepercayaan kaum kristiana atas tulisan-tulisan sakral membuat mereka menciptakan naskah-naskah atau buku-buku yang berisikan tentang isi kitab suci Kristiani (Al-Kitab). Karena penciptaan inilah biara Kristen menjadi pusat kebudayaan, pendidikan, dan intelektual. Sebagai pendukung penciptaan naskah-naskah dan buku-buku, biara berkembang pula menjadi pusat perkembangan ilutrasi dan tipografi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="color:black;"&gt;CIRI KHAS GAYA DESAIN PADA NASKAH ABAD PERTENGAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pembuatan Naskah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pembuatan naskah pada abad pertengahan dilakukan di biara-biara yang pekerjaannya &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;dilakukan di studio khusus yg disebut &lt;i style=""&gt;scriptorium&lt;/i&gt; dan penulis naskah disebut &lt;i style=""&gt;scriptoria&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt; Pembuat naskah-naskah merupakan para cendekiawan gereja atau para cendekiawan yang terdidik yang harus menguasai bahasa Latin dan Yunani. &lt;/span&gt;Pekerjaan scriptoria dipimpin oleh sesorang yang disebut &lt;i style=""&gt;scrpittori&lt;/i&gt; dibantu oleh juru tulis yg disebut &lt;i style=""&gt;copisti&lt;/i&gt; dan ilustrator yang disebut &lt;i style=""&gt;iluminator&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt;Para cendekiawan ini dianggap orang-orang terpandang pada zamannya karena ilmu pengetahuan dan kecakapan agama yang mereka kuasai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Untuk menulis satu naskah ataupun buku dibutuhkan waktu berbulan-bulan. Naskah ditulis dengan menggunakan tinta emas dan perak dan hampir setiap naskah dihiasi oeh ilustrasi baik berupa ornamen maupun gambar manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam penulisan naskah ataupun buku telah muncul sutu tradisi dalam teknis pembuatannya. Muncullah tradisi menambahkan keterangan, berisi fakta tentang produksi, yang selalu ada pada halaman akhir buku atau yang disebut &lt;i style=""&gt;colophon&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ilustrasi dan ornamentasi tidak hanya berupa dekorasi. &lt;span style=""&gt;Ilustrasi pada naskah abad pertengahan biasanya merupakan visualisasi dari isi naskah yang berisi tulisan-tulisan keagamaan tentang wahyu-wahyu bagi umat Kristiani.&lt;/span&gt; Pemimpin biara sadar bahwa ilustrasi dan kemampuan ornamen dapat menciptakan sesuatu yang berhubungan dengan mistik dan memberikan tambahan nilai spiritual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Media Tulis Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila sebelumnnya naskah menggunakan media tulis dari bahan papyrus yang tidak tahan lama, pada masa ini, muncul media tulis baru berupa perkamen yang terbuat dari kulit sapi muda yang disebut &lt;i style=""&gt;vellum&lt;/i&gt;. Hal ini berkaitan dengan persaingan pendirian perpustakaan antara raja Eumenes II dari Pergamum dan Ptolemy dari Alexandria. Ketika itu raja Ptolemy mengembargo papyrus kerajaan Eumenes. Selain itu, kemudian muncul pula tradisi pembuatan perkamen yang dijilid (cikal bakal buku) yang disebut dengan &lt;i style=""&gt;codex&lt;/i&gt; sebagai pengganti scroll yg disebut rotulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Corak Klasik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ciri khas corak klasik adalah penggunaan perkamen vellum dimana pada halaman depan buku terdapat ilustrasi potret diri pengarang sebagai &lt;i style=""&gt;frontispiece&lt;/i&gt; (gambar depan). Selain itu, pada corak klasik, teks ditulis dalam kapital-kapital &lt;i style=""&gt;rustic&lt;/i&gt; yang mengena dan singkat dengan salah satu pelebaran kolom pada setiap halaman. Ilustrasi-ilustrasi dibingkai dalam lis berwarna menyala, biasanya merah dan seluas kolom teks. Ilustrasi ini ditempatkan pada bagian atas, tengah, atau bawah halaman berbatasan dengan garis lintas ilustrasi. Terdapat enam halaman penuh ilustrasi. Ilustrator dengan rapi menulis nama besar figur-figur di atas ilustrasi dalam gaya kartun politik terbaru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada corak klasik , terjadi perkembangan huruf romawi dengan munculnya dua jenis tulisan pada abad ke-4 sampai abad ke-9 yaitu &lt;i style=""&gt;uncial&lt;/i&gt; {karena ditulis diantara dua garis pedoman yaitu satu &lt;i style=""&gt;uncial&lt;/i&gt; (Roma inci) secara terpisah}. Pada perkembangan selanjutnya huru uncial berkembang dengan bentuk huruf kecil yang disebut &lt;i style=""&gt;semi uncial &lt;/i&gt;atau &lt;i style=""&gt;half uncial&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Desain Buku Celtic&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada abad ke-8 terjadi saat paling kelam bagi bangsa Roma di saat berbagai etnis berebut daerah kekuasaan Saat para biarawan mengungsi ke daerah Celtic dan berkonsentrasi menciptakan buku-buku keagamaan dan terbitlah tiga buku keagamaan pertama mengenai narasi kehidupan Yesus Kristus yang didasarkan dari kitab Perjanjian Baru , yaitu: &lt;i style=""&gt;Book of Durrow&lt;/i&gt; (680 M), &lt;i style=""&gt;Lindisfarne Gospels&lt;/i&gt; (karya Eadfrith pada 698 M), &lt;i style=""&gt;Book of Kells&lt;/i&gt; (diciptakan di Iona pada 800 M).. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Desain Celtic merupakan desain yang abstrak dan sangat komplek. Garis lurus geometris pola-pola tenunan, corak nada dan pengisian ruaang dengan tekstur visual tebal. Mengenai kecerahan warna, warna-warna yang digunakan dalam deretan warna begitu miskin. Desain Celtic yang rumit ini, keunggulan pola-pola dekoratif abstrak, telah dipakai untuk desain buku dalam scriptoria biara, sehingga memunculkan konsep baru serta image buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu hal yang paling penting saat Gospel-gospel datang ketika nama Kristus pertama kali disebut dalam ayat ke-18 bab pertama Matthew. &lt;/span&gt;Penulis memberitahukan bahwa “&lt;i style=""&gt;Now the birth of Christ was on this wise …”&lt;/i&gt; &lt;span style="" lang="SV"&gt;Atas hadirnya kata Kristus, illuminator (penghias) menciptakan grafis menggunakan monogram XPI. Monogram ini digunakan untuk menulis Kristus dalam naskah yang disebut &lt;i style=""&gt;Chi – Rho,&lt;/i&gt; setelah dua kata pertama kata Kristus dalam huruf Yunani, Chi (X) dan Rho (P). Inisial huruf XPI yang disebut Chi (X) dan Rho (P) adalah sebuah penghormatan untuk sosok diri Yesus Christus. Initial pada paragraf awal yang mendorong dua sampai tiga kata hingga tergeser disebut &lt;i style=""&gt;diminuendo&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pembaharuan Grafis Caroline&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Charlemagne (742-814 M) adalah raja dan tokoh pembaharu dari Frank yang memerintah Eropa tengah sejak tahun 768 M. Pada tahun 800 M Charlemagne mengangkat Pope Leo III sebagai raja kerajaan Romawi Suci dan menyatukan masyarakat Eropa yang porak-poranda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Charlemagne membantu perkembangan kebangkitan kembali ilmu pengetahuan, kebudayaan, seni, dan agama. Beliau menghidupkan kembali ketrampilan mengolah desain buku serta tipografi karena penulis berbakat makin berkurang. Selain itu, belaiau juga membuat sekolah di istana dengan mendatangkan sarjana-sarjana dari sekolah Inggris &lt;i style=""&gt;Alcuin of York &lt;/i&gt;(732– 804 M).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bidang desain komunikasi visual pada masa itu, Charlemagne membuat standarisasi layout halaman, gaya penulisan dan dekorasi, meliputi: bentuk tulisan, ilustrasi dengan dimensi ruang dan perspektif, mempelopori penggunaan huruf &lt;i style=""&gt;Caroline minuscule&lt;/i&gt; (Caroline yang amat kecil) dengan ascender dan descender, dan memperbaiki struktur kalimat dan paragraf serta pemberian tanda baca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebangkitan kembali ilmu pengetahuan dan pembelajaran Caroline telah mencegah hilangnya ilmu pengetahuan dan penulisan yang telah terjadi pada awal abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ekspresionisme Spanyol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di Semenanjung Spanyol, yang geografisnya dikelilingi oleh benua-benua dan terisolasi dari Eropa oleh pegunungan, Scriptoria tidak mengalami pengaruh kuat dari perkembangan Caroline. Pada tahun 711 M, tentara Moorish di bawah pimpinan gubernur Tangier menyebrangi Selat Gibraltar dan menyerang tentara Spanyol. Penduduk Moorish membawa agama dan kebudayaan Islam yang kemudian membaur dengan tradisi-tradisi Kristen untuk menciptakan desain naskah unik pada abad pertengahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejumlah gagasan-gagasan desain Islam disaring ke dalam naskah Kristen Spanyol. Bentuk plat dengan warna kuat telah digunakan. Kadang-kadang pula dibubuhkan dengan bintang-bintang, rosett-rosett, poligon (segi banyak), atau karangan-karangan bunga yang mengajak mata menjadi aktif dengan melihat warna-warna kontras. Gaya Expresionisme Spanyol merupakan desain-desain geometris yang rumit dan memiliki warna murni yang indah. Ciri khas desain ini adalah penggunaan &lt;i style=""&gt;labyrinth&lt;/i&gt; yaitu suatu susunan yang membingungkan menyerupai labirin. Desain labyrinth ini dengan cepat populer dalam naskah-naskah abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Abad Pertengahan Akhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada abad pertenghan akhir, kitab-kitab suci Kristiani mempunyai ciri khas: terdapat ornamen berbentuk frame yang disebut &lt;i style=""&gt;border,&lt;/i&gt; yang berfungsi untuk menghias gambar para Rasul; terdapat halaman awal pembuka yang dihiasi elemen estetis yang penuh dengan hiasan dekoratif dan umumnya untuk huruf pembuka;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdapat satu halaman berisi penuh ornamen dekoratif disebut dengan “&lt;i style=""&gt;Carpet Pages&lt;/i&gt;”; muncul satu gaya gambar ornamen yang terbentuk dari sekumpulan pita-pita disebut &lt;i style=""&gt;“Interlace”&lt;/i&gt;, Interlace yang dibentuk dari sekumpulan bentuk hewan disebut &lt;i style=""&gt;Lacertine&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masa pertengahan abad ke-12 dari masa Romanesque ke Renaissance disebut zaman Gothic (1150-renaissance abad ke-15) yang merupakan masa transisi menuju abad pencerahan. Masa ini adalah masa puncak feodalisme namun geliat zaman mulai melihat sedikit sinar pencerahan. Pada abad ke-12 jumlah universitas meningkat, sehingga mempengaruhi permintaan terhadap buku-buku non agama. Huruf Textur digunakan sebagai huruf resmi saat itu. Buku Douce Apocalypse yang diterbitkan pada tahun 1265 menjadi karya terbesar pada masa itu dengan layout dan ilustrasi yang sangat maju. Dimulainya tradisi cetak-mencetak huruf pada kertas dengan teknik cetak tinggi di Eropa sebagai bagian dari upaya produksi massal buku yang sangat diperlukan saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada masa ini, muncul golongan menengah yang memerlukan bacaan, sehingga mempengaruhi persaingan berdirinya percetakan. Tradisi membaca yang tadinya hanya didominasi kaum agamawan kini menjadi kebiasaan masyarakat umum. Banyaknya universitas yang berdiri juga mempengaruhi permintaan akan buku. Penemuan kertas di eropa juga sebagai salah satu faktor yg mempangaruhi harga buku yg semakin terjangkau.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9107588208252257352-2447650184155908986?l=hanifah-azzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/feeds/2447650184155908986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9107588208252257352&amp;postID=2447650184155908986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2447650184155908986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9107588208252257352/posts/default/2447650184155908986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifah-azzahra.blogspot.com/2009/04/sejarah-desain-naskah-abad-pertengahan.html' title='Sejarah Komunikasi Visual - Naskah Abad Pertengahan'/><author><name>hanifah-azzahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09207007221377816138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6_nUzkH8ssM/SgOKr9QvpiI/AAAAAAAAABA/SmsMkZ-VKzw/s1600-R/s733566995_781242_1974.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
